Demo di Kawasan Patung Kuda, Ratusan Mahasiswa Tuntut Jokowi Tuntaskan Janji Kampanyenya Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Ratusan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat.

Mahasiswa kini telah bergerak ke depan Gedung Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Mereka ingin mendekat ke Istana Negara ini terhalau dengan kawat berduri dan petugas kepolisian.

Baca Juga:

PDIP Berharap Presiden Jokowi Pilih Menteri yang Tulus Bekerja dan Tidak Ambisius

Dalam kesempatan orasinya, oratoro mengingatkan agar perjuangan tidak berhenti dan diharapkan terus bergerak ke depannya. Selain itu, ia menyampaikan bahwa aksi mahasiswa adalah untuk menyampaikan aspirasi, bukan untuk direpresi oleh aparat dan memakan korban jiwa.

"Walaupun langit akan runtuh, keadilan tetap harus ditegakkan. Dua kata, satu perjuangan, hidup mahasiswa. Tiga kata, satu tujuan, hidup rakyat indonesia," tegasnya melalui pengeras suara dari mobil komando, di lokasi, Senin (21/10).

Elemen mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI menggelar unjuk rasai di kawasan Patung Kuda
Para mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI menggelar unjuk rasa menagih janji kampanye Jokowi pada periode pertama kepresidenannya (MP/Kanu)

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Atiatul Muqtadir mengungkapkan, mahasiswa kembali turun ke jalan bukan didasari kebencian, melainkan lantaran cinta mereka kepada Indonesia. Oleh karena itu, ia minta Jokowi tuntaskan janjinya seperti penuntasan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu yang belum dituntaskan.

"Janji sekadar janji, maka hari ini kita semua berdiri di tengah teriknya matahari hari ini, kita ingin menyampailan bahwa kita tidak ingin dikhianati untuk kedua kalinya. Kita ingin presiden kita hari ini Pak Jokowi dan Kiai Maruf Amin untuk menuntaskan janjinya, karena janji adalah hutang," kata Fathur.

Terkait HAM, mahasiswa mencontohkan terkait kasus yang menimpa Novel Baswedan dan juga Munir. Mahasiswa minta agar tak ada kasus seperti dua orang tersebut.

"Kita berdiri di sini tidak akan mengembalikan mata dari Novel Baswedan. Tidak akan menghidupkan kembali Munir. Tidak akan mengembalikan mereka yang diculik. Tapi hari ini kita ingin menyampaikan bahawasannya tidak perlu ada lagi Novel Baswedan berikutnya, tidak boleh lagi ada Munir berikutnya, tidak boleh ada korban korban yang diperkosa oleh negara, yang diculik oleh negara, yang dihardik oleh negara," sambungnya.

Menurut Fathur, mahasiswa juga ingin memastikan lima tahun ke depan kebijakan-kebijakan yang dihasilkan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

"Kita tidak ingin Presiden yang dilantik untuk kedua kalinya mengkhianati kita untuk kedua kalinya. Hari ini kita kembali mengingatkan bahwa di tengah euforia pelantikan, di bawah pelantikan yang dilakukan di Istana di depan mata kita. Ada banyak janji-janji, ada banyak agenda-agenda yang belum tertunaikan. Dan janji adalah utang dan utang harus dibayar," tegasnya.

"Ada banyak janji-janji, ada banyak agenda-agenda yang belum tertunaikan. Dan janji adalah utang, dan utang harus dibayar," sambungnya.

Fatur lalu menyinggung janji Jokowi di tahun 2014 terkait kasus pelanggaran HAM. Menurut Fatur, janji penuntasan kasus pelanggaran HAM tidak terlaksana.

"(Tahun) 2014 Presiden kita di depan sana berjanji akan menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM, betul tidak? Tapi bagaimana kabarnya hari ini, apa tertuntaskan tidak? Tidak!" ucap Fatur.

Lebih lanjut, dalam orasinya Fatur menyingung kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Dia tidak ingin ada korban selanjutnya seperti Novel dan Munir.

Baca Juga:

PPP Puji Pidato Jokowi Tebarkan Optimisme Bangsa Indonesia

"Kita berdiri di sini tidak akan mengembalikan mata dari Novel Baswedan. Tidak akan menghidupkan kembali Munir. Tidak boleh ada Novel Baswedan berikutnya, tidak boleh ada Munir selanjutnya. Tidak boleh ada korban selanjutnya diperkosa oleh negara, diculik oleh negara, dihardik oleh negara," imbuh Fatur.

Unjuk rasa oleh BEM SI ini masih berlangsung di di Patung Kuda Arjuna Wiwaha. Sejumlah mahasiswa seperti dari UGM, UNJ, PNJ, Unpad, dan UI telah bergabung dalam unjuk rasa ini.(Knu)

Baca Juga:

Tak Singgung Korupsi Saat Pidato, Presiden Jokowi Dinilai Tak Peduli Lagi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH