Demi Uang, Sejumlah Mahasiswa Rela Jual Plasma Antibodi dan Terinfeksi COVID-19 Sejumlah Mahasiswa Rela Jual Plasma Antibodi dan Terinfeksi COVID-19 (Foto: unsplash/luannhunt)

UNIVERSITAS Brigham Young di Idaho telah melakukan penyelidikan terhadap klaim bahwa beberapa mahasiswanya dengan sengaja mencoba terinfeksi Virus Corona, kemudian menjual plasma antibodi mereka untuk mendapatkan uang tunai.

Terkait hal tersebut, Pejabat di Universitas Brigham Young, mengutuk keras perilaku yang diduga dilakukan oleh para mahasiswa, dan mengumumkan keputusannya untuk menangguhkan siapapun yang tertangkap mencoba untuk tertular virus dengan sengaja.

Baca Juga:

Penelitian: COVID-19 Bisa Bertahan di Layar Ponsel Selama 28 Hari

Pihak Universitas tengah melakukan penyelidkan terkait kasus dugaan sejumlah mahasiswa yang menjuak plasma antibodi (Foto: pixabay/fernandozhiminaichela)

Universitas saat ini tengah menyelidiki insiden di Kampus, dan telah mendesak para mahasiswanya untuk tidak membuat diri mereka berisiki demi uang, karena risiko itu tidak sebanding dengan imbalannya.

"Kontraksi dan penyebaran COVID-19 bukanlah hal yang ringan, tindakan yang sembrono terhadap kesehatan dan keselamatan pasti akan menyebabkan penyakit tambahan dan hilangnya nyawa," ucap seorang pejabat Brigham Young, seperti yang dikutip dari laman odditycentral.

Pejabat tersebut menambahkan, "Bila para mahasiswa kesulitan, BYU-Idaho siap membantu. jangan memenuhi kebutuhan dengan perilaku yang membahayakan kesehatan atau keselamatan untuk memenuhi kebutuhan."

Baca Juga:

Bill Gates Kecewa Sistem Tes COVID-19 di AS, Ini Penjelasannya

Para mahasiswa diduga rela menjual plasma antibodi demi imbalan uang (Foto: pixabay/maklay62)

Kantor berita Idaho telah mengidentifikasi beberapa pusat donasi yang membayar untuk plasma antibodi, termasuk satu yang dekat dengan Universitas, yang mengklaim membayar korban COVID-19 USD 100 atau Rp1,4 juta per kunjungan sebagai 'ucapan terima kasih khusus', karena 'menyelamatkan nyawa selama pandemi'.

Sementara itu, lokasi lainnya dilaporkan membayar pendonor plasma antibodi senilai USD 200 atau sekitar Rp2,9 juta untuk setiap dua kunjungan pertama mereka.

Menurut FDA, plasma dari orang yang disembuhkan dari COVID-19 mungkin efektif dalam mengobati COVID-19, manfaat dari produk tersebut diketahui lebih besar dan potensial daripada risiko dari produk tersebut.

Hingga hari selasa kemarin, Universeitas Brigham Young telah mengonfirmasi 119 kasus mahasiswa positif COVID-19 serta 20 kasus karyawan yang positif COVID-19. (Ryn)

Baca Juga:

Penelitian Menyebutkan ASI Bisa Mencegah COVID-19, Ini Penjelasannya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mesin Mobil Modern Perlu Pelumas yang Tepat
Fun
Mesin Mobil Modern Perlu Pelumas yang Tepat

Tak sembarang pelumas efisien digunakan untuk teknologi mesin modern.

Prediksi untuk 2021 dari Ahli Astrologi Susan Miller
Fun
Prediksi untuk 2021 dari Ahli Astrologi Susan Miller

Susan Miller merasa positif tentang tahun 2021.

Terminator Versi Animasi Segera Hadir di Netflix
Fun
Terminator Versi Animasi Segera Hadir di Netflix

Belum tahu kapan rilisnya karena masih tahap awal.

Egret II Mini, Versi Mungil dari Kabin Arcade Garapan Taito
Fun
Egret II Mini, Versi Mungil dari Kabin Arcade Garapan Taito

Untuk kamu yang mau bernostalgia dengan game ding dong.

Keluar dari Kerajaan, Pangeran Harry Siap Serahkan Gelar Militernya
ShowBiz
Keluar dari Kerajaan, Pangeran Harry Siap Serahkan Gelar Militernya

Menjadi perpisahan yang sah dan final dari keluarga kerajaan.

Zodiak Paling Rajin versus Paling Malas di Dunia Kerja
Fun
Zodiak Paling Rajin versus Paling Malas di Dunia Kerja

Karakter dua kubu ini dapat dilihat dari etos kerjanya.

Gratis, We The Fest 2020 Bakal Digelar Virtual
ShowBiz
Gratis, We The Fest 2020 Bakal Digelar Virtual

Meskipun digelar virtual, WTF kali ini tetap membawa nuansa musik, seni, fesyen, hingga kuliner.

Bisa jadi 5 Kebiasaan ini Berguna di Masa Depan
Fun
Bisa jadi 5 Kebiasaan ini Berguna di Masa Depan

Sebenarnya hanya pada keselarasan cara pandang generasi.

Setelah 20 Tahun, Burger King Ganti Logo
Kuliner
Setelah 20 Tahun, Burger King Ganti Logo

Menghilangkan kurva biru yang telah digunakan sejak 1999.

Waktu Terbaik Memasang Behel
Hiburan & Gaya Hidup
Waktu Terbaik Memasang Behel

Sebelumnya pastikan konsultasi dulu dengan dokter.