Demi Pilpres 2019, Gerindra Targetkan Sapu Bersih Kemenangan di Jawa Barat Ilustrai: Ketua KPU Arief Budiman saat menunjukkan kotak suara yang anak digunakan pada pilkada 2018 dan pilpres 2019. (ANTARA FOTO/ Reno Esnir)

MerahPutih.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat mematok target sapu bersih kemenangan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jabar 2018. Ya, tahun depan, di Jawa Barat akan ada 16 pemilihan wali kota/bupati. Plus, pemilihan Gubernur Jabar.

“Kami yakin seluruh daerah yang akan melaksanakan Pilkada nanti kader Partai Gerindra akan memenangkannya semuanya,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi di sela acara kunjungannya ke Sukabumi, Sabtu (12/8).

Menurutnya, untuk memenangkan kursi bupati, wali kota maupun gubernur tidak mudah. Semuanya, kata Dedy harus berorientasi pada pemenangan Pemilihan Presiden 2019.

Maka dari itu setiap bakal calon yang sudah mendaftar ke partai besutan Prabowo Subianto ini harus berikhtiar sejak dini sebelum surat keputusan dari DPP Partai Gerindra turun.

Pihaknya juga menargetkan seluruh calon yang diusung partainya merupakan kader internal, karena ada trauma tersendiri bagi Gerindra jika mengusung calon dari eksternal. “Misalnya tidak fatsun terhadap partai dan di tengah jalan suka membelot,” ujarnya.

Namun demikian hingga saat ini, belum ada satupun bakal calon yang mendaftar ke Gerindra mendapatkan SK. Sebab, mereka masih dalam proses fit and proper test dan survey.

Rencananya pada 1 Januari akan ada launching siapa saja calon kepala daerah baik bupati, wali kota maupun gubernur yang akan diusung Gerindra. "Komunikasi politik terus kami lakukan, dan yang paling intens dengan PKS, PAN, Demokrat dan beberapa partai lain," tambahnya.

Mulyadi membantah bahwa Partai Gerindra minim figur calon kepala daerah pada pilkada 2018 mendatang. Maka dari itu pihaknya akan memperkuat diri dalam penjaringan ini dan setiap bakal calon yang mendaftar wajib fatsun terhadap partainya. “Meski demikian kami tetap mengedepankan kader internal yang mempunyai kompetensi, elektabilitas dan populeritas baik," katanya. (*)



Thomas Kukuh

YOU MAY ALSO LIKE