Demi Masa Depan Bumi, The Body Shop Indonesia Kampanyekan Pelestarian Orangutan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 03 November 2023
Demi Masa Depan Bumi, The Body Shop Indonesia Kampanyekan Pelestarian Orangutan
The Body Shop Indonesia kampanyekan pelestarian orangutan.(foto: Merahputih.com/Dwi Astarini)

“AWAS jatuh cinta sama orangutan, nanti kamu enggan balik ke Jakarta,” kata Saddam saat mengantar Sherina melihat-lihat konservasi orangutan di film Petualangan Sherina 2. Apa yang diucapkan Saddam ada benarnya. Orangutan, apalagi bayinya, memang terlihat lucu. Sayangnya, hal itulah yang membuat mereka jadi incaran para pemburu. Tak sedikit bayi orangutan yang dipisahkan dari induk mereka kemudian dipelihara di kandang dalam lingkungan manusia.

“Saya pernah hidup bersama 200 bayi orangutan. Mereka memang lucu. Namun, hidup di kandang sebagai peliharaan manusia bukanlah sejatinya orangutan,” kata Biodiversity Conservation and Management Planning Specialist, Research Center for Climate Change – Universitas Indonesia (RCCC – UI) Dr Rondang SE Siregar saat berbicara dalam acara diskusi Menjaga Orangutan, Menghidupkan Masa Depan yang digelar The Body Shop Indonesia di CGV Pacific Place, Senayan, Jakarta, Jumat (3/11).

Rondang menegaskan orangutan seharusnya dibiarkan hidup bebas di hutan, habitat asli mereka.

BACA JUGA:

Beli Skincare Bisa Bantu Konservasi Habitat Orangutan

Spesies kera besar ini hanya ditemui di Pulau Sumatra dan Kalimantan. “Meski Malaysia juga punya orangutan, tapi kita bisa berbangga karena jumlah orangutan di wilayah kita lebih banyak,” kata Rondang. Di Indonesia, terdapat tiga spesies orangutan, yakni orangutan Sumatra (Pongo abelii), orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), dan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Ketiga spesies itu berstatus Kritis berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

the body shop indonesia
Melestarikan orangutan berarti menjaga hutan.(foto: dok The Body Shop Indonesia)

Dari ketiga spesies ini, orangutan Tapanuli merupakan jenis baru, dan tergolong spesies kera paling langka di dunia. Ekosistem orangutan Tapanuli di Batang Toru, Tapanuli Selatan, merupakan jalur pegunungan hutan hujan di Provinsi Sumatra Utara. Para ahli memperkirakan kurang dari 800 individu orangutan tapanuli yang tersisa di alam liar.

Orangutan cenderung hidup soliter (sendiri) dan berkembang sangat lambat dengan rentang waktu melahirkan 6-9 tahun untuk 1 bayi. Umur pertama mereka melahirkan yakni sekitar 14 tahun untuk betina dan sekitar 25 tahun untuk jantan. Orangutan mampu bertahan hidup hingga umur 50-60 tahun.

Sepanjang hidup mereka, menurut Rondang, orangutan berperan penting dalam menjaga kelestarian hutan. Ia menjelaskan orangutan memakan buah-buahan berikut biji-bijinya. Nantinya, biji-biji tersebut keluar bersama feses orangutan dan tumbuh menjadi pohon baru. “Bahkan ada penelitian yang menyebut biji dari kotoran orangutan bisa tumbuh lebih baik,” kata Rondang.

BACA JUGA:

Gerai Ramah Lingkungan The Body Shop

Tak hanya berperan dalam pertumbuhan pohon baru, orangutan juga membuat celah di antara pepohonan dengan cara mematahkan dahan dan rantingnya sehingga cahaya matahari dapat masuk ke hutan. Cahaya itulah yang menstimulasi pertumbuhan tanaman di dalam hutan. “Aksi mereka ini meningkatkan biodiversitas serta ketahanan hutan dan berdampak pada efek perubahan iklim itu sendiri,” imbuhnya.

Sayangnya, jumlah orangutan mengalami penurunan sekitar 50 persen dalam 60 tahun terakhir karena kehilangan habitat yang disebabkan berbagai hal, termasuk pemburuan oleh masyarakat sekitar karena dianggap hama, jual beli bayi orangutan secara ilegal, kegiatan pembalakan, pertambangan, pertanian, dan pembangunan infrastruktur di area habitat mereka. “Kita perlu menjaga orangutan untuk tetap melestarikan hutan. Tanpa hutan, kehidupan di bumi tak akan berjalan,” katanya.

Namun, melestarikan keberadaan orangutan tak semudah dibicarakan. “Konversi lahan hutan dan perburuan ialah dua tantangan terbesar dalam melindungi orangutan,” jelas Program Director Sustainable Landscape of Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL – OIC) Binur Dessy Naibaho pada kesempatan yang sama. Menurutnya, kehadiran orangutan yang berkelanjutan di alam liar membutuhkan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak yang bekerja di tingkat nasional, regional, dan lokal, terutama generasi muda yang memiliki tugas penting menjaga kelestarian bumi dan ekosistem mahluk hidup di dalamnya untuk masa depan.

The Body Shop Indonesia memahami pentingnya sebuah gerakan bersama untuk pelestarian orangutan demi menjaga masa depan bumi ini. Bersama Yayasan Kehati dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL – OIC), The Body Shop Indonesia secara aktif mendukung program konservasi orangutan Tapanuli salah satuny lewat program Bio-Bridge di daerah Batang Toru, edukasi yang berkelanjutan kepada generasi muda dengan melakukan roadshow ke beberapa kampus di Indonesia, dan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam program donasi yang dapat dilakukan di toko-toko The Body Shop di seluruh Indonesia.

the body shop indonesia
The Body Shop Indonesia kumpulkan donasi untuk kampanye pelestarian orangutan.(foto: Dok The Body Shop Indonesia)

Program Bio-Bridge, menurut CEO of The Body Shop Indonesia Suzy Hutomo, merupakan program konservasi hutan dengan cara membangun koridor antara area hutan yang terpecah akibat eksploitasi seperti perburuan ilegal dan penebangan kayu yang tidak berlandaskan asas berkelanjutan. “Kampanye pelestarian orangutan The Body Shop Indonesia ini dimulai pada 2016. Kampanye ini dimulai dengan menggalang dana dari pelanggan kami. Selama enam tahun, kampanye ini menjadi proyek terbesar kami,” kata Suzy.

Program donasi yang dilakukan The Body Shop Indonesia berperan penting dalam konservasi yang berkelanjutan, di antaranya dalam upaya mitigasi konflik manusia-orangutan, program penyadartahuan atau edukasi untuk pelajar dan warga tentang orangutan Tapanuli dan habitatnya, dan menginisiasikan solusi berbasis desa untuk mengatasi konflik satwa liar-manusia. “Kami memilih melakukan kampanye ini karena kami pro-planet. Berusaha menjaga bumi ini demi masa depan,” tutupnya.(dwi)

BACA JUGA:

TBS Babes Rangkul Perempuan Indonesia untuk Unjuk Diri Jadi Versi Terbaik

#Aksi Sosial #Peduli Lingkungan #Orangutan
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.
Bagikan