Demi Kesehatan Wiranto, Pengamat Sarankan Menkopolhukam Diganti Menko Polhukam, Wiranto. (Antaranews)

Merahputih.com - Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menyoroti kondisi Menkopolhukam Wiranto usai kasus penusukan yang menimpanya beberapa waktu lalu.

Menurut Trubus, bisa saja karena alasan kesehatan, Wiranto diminta istirahat dulu dari jabatannya, alias kena reshuffle untuk kabinet Presiden Jokowi periode 2019-2024..

Baca Juga

Posisi Wiranto di Kabinet Aman

"Di samping beliau kondisi sakit beliau juga sudah menjabat lama. Nanti akan dipilih Menkopolhukam yang baru," kata Trubus kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (14/10).

Menurut Trubus, dengan kondisinya yang sedang sakit dan akan menjalani perawatan, hal itu akan menyulitkannya dalam melakukan pekerjaan yang membutuhkan tenaga prima. Seperti melakukan kunjungan dan sinergi dengan lembaga lain mengingat kondisinya yang strategis.

"Pergerakan juga mempengaruhi. Syaratnya kan harus sehat walafiat. Harus sehat dia ambil keputusan jadi lambat. Koordinasi dengan lembaga lain juga terhambat. Menkopolhukam itu jabatannya strategis," imbuh pengajar dari universitas Trisakti ini.

Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). ANTARA/HO-Polres Pandeglang/aa
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). ANTARA/HO-Polres Pandeglang/aa

"Kalau pun tidak melakukan penyerangan beliau sudah saatnya diganti. Beliau sudah berumur dan tak partainya," sebut Trubus.

Ia menilai, lebih baik Wiranto dipertahankan dulu sampai masa jabatan Jokowi selesai. "Kalau nanti sampai massa pemerintahan pertama Jokowi selesai lebih baik dipertahankan karena waktunya mepet. Bisa dijalankan tugasnya oleh wakil wakil menteri;" kata Trubus.

Baca Juga

PBNU MInta Penusukan Wiranto Tak Dikaitkan dengan Islam

Ia berharap sosok Menkopolhukam kedepan haruslah yang matang, profesional dan berpengalaman. Selain itu usia yang muda juga diperlukan mengingat tugasnya memerlukam mobilitas yang matang.

"Kedepan jangan dari parpol, Profesional dan militer. Lalu sosok yang enerjik punya kapasistas. Dan jangan lupa, ia harus dekat dengan lapisan masyarakat," terang Trubus. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH