Demi Juara Champions Eropa, Pep Jangan Malu Tiru Sir Alex Ferguson Pep Guardiola dan Sir Alex Ferguson (Zimbio)

MerahPutih.com - Manajer Manchester City Pep Guardiola memang sukses mempersembahkan tropi Liga Primer Inggris di musim keduanya. Namun untuk sukses meraih piala liga Champions Eropa, pelatih asal Spanyol itu disarankan mengikuti metode pelatih legendaris Manchester United Sir Alex Ferguson.

Ferguson sukses meraih 38 trofi dalam kurun waktu 26 tahun. Catatan fantastis itu sudah terbilang mustahil untuk sekedar disamai, apalagi dilalui sehingga layak menjadikan Sir Alex Ferguson sebagai manajer terbaik dalam sejarah sepak bola Britania Raya.

fergie
Sir Alex Ferguson meraih gelar juara Piala Champions Eropa bersama Manchester United. (Zimbio)

Kesuksesan terbesar dalam karier Ferguson adalah gelar treble winners titel Premier League, Piala FA, dan Piala Liga di tahun 1999. Satu pemain yang cukup beruntung berada dalam skuat Setan Merah saat itu adalah Henning Berg. Berposisi sebagai bek, Berg bermain untuk Man United pada medio 1997-2000, sebelum hengkang ke Blackburn Rovers dan pensiun di Rangers tahun 2004.

Meski hanya tiga tahun dilatih Ferguson, Berg sudah merasakan langsung metode kepelatihan. Dia pun menyarankan Guardiola mempelajari metode Ferguson agar City bisa juga sukses di level Eropa.

"Mungkin, ini satu hal yang dapat ditingkatkannya (Guardiola di Man City) - menjaga skuat agar tetap bugar sepanjang musim. Itulah poin terkuat Ferguson. Ketika tiba di bulan Maret atau April, Anda tahu bahwa tiap tim United di bawah Ferguson akan berada di performa top, memiliki banyak enerji, dan siap bermain," tutur Berg di Mirror dilansir BolaSkor, Senin (30/7).

Pep latih
Pep Guardiola (Zimbio)

"Mungkin United tidak begitu bagus di September, Oktober, atau sebelum Natal, tapi Anda tahu, ketika musim mendekati akhir, di situlah United akan selalu kuat. United miliki tradisi lamban di awal, tapi, Ferguson sangat cerdas. Dia tahu kapan memberikan pemain waktu istirahat dan dia selalu jadi yang pertama merotasi pemain."

"Selalu ada banyak pemberitaan mengenainya di media - orang bertanya mengapa seseorang tidak bermain atau mengapa pemain ini diberi waktu libur. Tentu saja, dia punya skuat yang mumpuni, hingga dia mampu mengatasinya," terang Berg.

Bulan Maret atau April memang menjadi periode krusial bagi tim-tim yang bersaing merebutkan titel dalam satu musim. Kebugaran, fokus penuh, dan kekuatan mental pemain akan sangat memengaruhi tingkat kesuksesan suatu tim. (*/BolaSkor.com)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH