Demi Ciliwung Bersih, Maulana Basyid Nekat Bohongi Istri Sekjen Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci), Maulana Basyid, saat sedang mengontrol kondisi sampah di Jembatan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (26/11). (Foto: MerahPutih/Muchammad Yani)

MerahPutih Megapolitan - Di atas jembatan Kalibata, seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian berwarna jingga dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta tampak sibuk membersihkan sampah yang tersangkut di jembatan tersebut. Sesekali, pria tersebut menginstruksikan 15 rekannya untuk memunguti sampah yang sulit terjangkau.

Pria kelahiran 42 tahun adalah sektretaris jendral Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) bernama lengkap Maulana Basyid. Ia mengaku sudah hampir enam tahun bergabung dengan komunitas Mat Peci.

"Saya dari tahun 2010 gabung sama komunitas Mat Peci. Waktu itu saya diajak sama Bang Usman (Ketua Mat Peci)," ucapnya dengan logat khas Betawi, Kamis (26/11).

Basyid pun punya pengalaman menarik saat dirinya masuk dalam komunitas Mat Peci. Pada tahun 2010, Basyid nekat keluar dari pekerjaannya di Bank Indonesia (BI) yang sudah 14 tahun mengabdi. Ia mengaku rutinitas pekerjaan yang setiap hari dilakukan membuatnya jenuh.

Singkat cerita, Basyid pun kembali bertemu dengan teman sepermainannya dulu yang bernama Usman. Usman yang memang sudah masuk dalam komunitas Mat Peci akhirnya mengajak Basyid untuk membantunya membersihkan sungai Ciliwung secara sukarela.

"Awalnya saya enggak mau karena agak jijik, tapi lama kelamaan seneng aja. Pertama saya enggak disuruh mungutin sampah. Saya cuma nanem-nanem pohon di pinggir kali," ujar Basyid sambil tertawa mengenang masa lalu.

Namun, ada satu masalah yang dihadapi Basyid. Pasalnya, Basyid tak ingin keluarga dan para tetangganya mengetahui ia keluar dari pekerjaan dan berpindah profesi sebagai pembersih sampah yang tak dibayar.

Basyid akhirnya sengaja berbohong kepada semua orang. Selama tiga tahun dari tahun 2010 hingga 2013, Basyid berpura-pura melakukan rutinitasnya di kala dia masih bekerja di BI seperti berangkat pagi dan pulang malam.

 Dulu setiap bulannya saya kasih ke istri uang pesangon saya waktu di BI ditambah usaha agen koran di Lenteng Agung sama hasil ngojek," katanya

Meskipun terkadang masih mendapat cibiran dari tetangganya, ia mengaku sangat bahagia dengan pekerjaannya saat ini. Alasan tersebut pula yang membuat istri menerima apa yang dipilih Basyid.

"Saya sih bodo amat. Karena pekerjaan saya halal. Waktu itu saya bilang ke istri mendingan saya kerja gajinya lebih kecil tapi bahagia daripada gaji gede tapi sakit-sakitan," tandasnya.

Kini Basyid tak perlu lagi berbohong kepada semua orang. Basyid pun mengaku sudah berkonsentrasi pada kebersihan sungai Ciliwung. Beberapa langganan ojeknya kini diberikan kepada teman yang masih mengojek. Untuk agen kios koran, semua sudah dikelola oleh adik iparnya.(yni)

BACA JUGA:

  1. Warga Kampung Pulo Ragu Normalisasi Sungai Ciliwung Tepat Waktu
  2. Warga Kampung Pulo Terpaksa Buang Sampah di Sungai Ciliwung
  3. Masyarakat Bantaran Sungai Ciliwung Hambat Kegiatan Mat Peci
  4. Program Normalisasi Sungai Ciliwung di Kampung Pulo Rampung Akhir Desember
  5. Pemandangan "Menarik" Sungai Ciliwung

 

 

 



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH