Demi Akses Internet Cepat, Siswa di Sidoarjo Belajar di Warkop Siswa SD sedang menerima materi dari sekolah dikerjakan dengan metode daring di warkop Ijo, Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: MP/Andika Eldon

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 membuat kegiatan belajar mengajar di Tahun Ajaran Baru 2020/2021 masih menggunakan metode pembelajaran jarak jauh alias daring.

Para siswa di Sidoarjo, Jawa Timur, memilih untuk belajar di Warung Kopi (Warkop) demi mendapatkan akses internet yang lebih cepat ketimbang di rumah masing-masing.

Baca Juga

Pemprov DKI Sediakan Rp171 Miliar Bantu Uang Pangkal Siswa Swasta

Salah satu siswa SMP Negeri di kota Sidoarjo, Ardian, mengungkapkan lebih leluasa belajar di warkop lntaran internetnya tidak lemot (lambat).

"Mending di warkop aja kerjain tugas dari pada di rumah, apalagi kita internet saya mau habis. Dan nggak khawatir untuk isi baterei handphone. Selain itu, kita juga bisa belajar sambil nikmati minuman dingin di sini. Apalagi kalau wifi an di sini juga gratis tanpa biaya tambahan lagi," ucap Ardian saat dikonfirmasi, Senin (20/7).

Siswa SMP Negeri di Sidoarjo kota sedang belajar di warkop.
Siswa SMP Negeri di Sidoarjo kota sedang belajar di warkop.

Sementata itu, Yusron pemilik warkop Ijo menyatakan, pihaknya sudah dari awal memfasilitasi akses internet di warungnya.

"Saya harus membantu mereka untuk memfasilitasi internet. Maklum, anak sekolah sekarang ini harus belajar di rumah melalui internet. Ya saya kasihan, saya sediakan internet buat mereka tanpa pasang syarat harus beli makan dan minum di sini dan nggak memaksa. Yang penting mereka bisa belajar di sini," ungkap Yusron.

Ardian dan teman-teman sekolahnya datang ke warkop jam 08.00 WIB demi mendapatkan akses wifi gratis.

Baca Juga

Warga Bogor Sudah Dapat 'Lampu Hijau' Gelar Resepsi Pernikahan

"Sebelum di warkop saya harus beli paketan internet ya sekitar Rp 20 ribuan supaya saya bisa kerjakan tugas sekolah yang diberi guru melalui link di WhatsApp," kata Ardian. (Andika Eldon/Jawa Timur)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masuk Bali Wajib Bawa Surat Negatif COVID-19
Indonesia
Masuk Bali Wajib Bawa Surat Negatif COVID-19

Upaya ini agar tak muncul lagi klaster baru dalam penyebaran COVID-19.

Ketua MPR Anggap Tahap Awal Pilkada Serentak 2020 Mengkhawatirkan
Indonesia
Ketua MPR Anggap Tahap Awal Pilkada Serentak 2020 Mengkhawatirkan

Ratusan bakal calon kepala daerah diduga melanggar aturan karena membawa kerumunan massa saat proses pendaftaran.

BMKG Telah Monitor Peningkatan Aktivitas Seismik di Morotai
Indonesia
BMKG Telah Monitor Peningkatan Aktivitas Seismik di Morotai

Lokasi Pulau Morotai bersebelahan dengan zona subduksi Lempeng Laut Filipina

Jokowi Larang Mudik, Pengguna Bus Luar Kota di Jakarta Malah Meningkat
Indonesia
Jokowi Larang Mudik, Pengguna Bus Luar Kota di Jakarta Malah Meningkat

Peningkatan penumpang yang keluar Jakarta yakni bertujuan ke daerah Jawa Barat.

Komnas HAM Diminta Beri Perhatian ke Kasus Air Keras Novel Baswedan
Indonesia
Komnas HAM Diminta Beri Perhatian ke Kasus Air Keras Novel Baswedan

Komnas HAM diminta mengambil tindakan atas laporan tersebut

ICW: Tren Penindakan Korupsi Menurun Drastis Selama 2019
Indonesia
ICW: Tren Penindakan Korupsi Menurun Drastis Selama 2019

Penurunan penindakan menyebabkan penurunan jumlah tersangka kasus korupsi.

17 Persen Masyarakat Tak Percaya COVID-19, Jokowi Tekankan Pentingnya Perubahan Perilaku
Indonesia
17 Persen Masyarakat Tak Percaya COVID-19, Jokowi Tekankan Pentingnya Perubahan Perilaku

DKI pada bulan Juli lalu tingkat masyarakat yang tidak mungkin dan sangat tidak mungkin itu 30 persen

PM Irak Adel Abdul Mahdi Mundur
Indonesia
PM Irak Adel Abdul Mahdi Mundur

Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengumumkan pengunduran diri, Jumat (29/11).

Ery-Armuji Daftar ke KPU, Diberangkatkan Risma Diantar Wisnu Sakti
Indonesia
Ery-Armuji Daftar ke KPU, Diberangkatkan Risma Diantar Wisnu Sakti

Ery-Armuji Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan Tri Risma Harini yang juga masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.

Setibanya di Indonesia, WNI asal Wuhan Diobervasi Dua Minggu
Indonesia
Setibanya di Indonesia, WNI asal Wuhan Diobervasi Dua Minggu

"Setibanya di Tanah Air, seluruh WNI itu akan diobservasi selama 2 pekan, baru bisa kembali ke keluarga masing-masing, ujarnya.