Demam The Beatles dan Hasrat Chrisye Bermain Bas Chrisye nomor dua dari kiri bersama Gipsy Band. (Foto: Denny Sakrie)

KEPULANGAN sang papi ke rumah terasa lain. Chrisye bahagai bukan kepalang saat papinya menenteng dua buah gitar. Satu untuknya, satu lagi jatah kakaknya, Joris. Hasrat musik Chrisye membuncah.

Sehabis pulang sekolah, dia langsung bergumul dengan gitarnya. Kadang berlatih bersama di rumah temannya, bergantian. “Ketimbang memetik gonjrang-ganjreng saya lebih suka membetot senar untuk membunyikan penegas irama, tugas bas”, ungkapnya sebagaimana dikutip Alberthiene Endah pada Chrisye Sebuah Memoar Musikal.

Tentu lagu-lagu The Beatles sering mereka kulik. Maklum, kala itu demam band asal Liverpool tersebut sedang melanda dan membuat anak-anak muda Jakarta berlatih iseng-iseng dan membentuk band.

“Sangat mungkin Chrisye terinspirasi sosok Paul McCartney pemain bas The Beatles,” ungkap Keenan Nasution, rekan di Gipsy Band. Chrisye, menurut Keenan, tipikal pemain bas dengan keunikan tersendiri karena mampu membuat enak lagu dan permainan band.

Chrisye kemudian tegabung dengan sebuah band bersama teman-temannya di PSKD. Kebetulan di sekolahnya akan digelar ajang hiburan tahunan, termasuk lomba band dan vokal grup. Jelang acara, mereka semakin giat berlatih. “Untuk lagu-lagu Barat, modal kami kalau bukan piringan hitam, ya hasil rekaman dari sebuah radio Australia,” kenangnya.

Saatnya manggung. Chrisye tampil dengan baju paling keren. Dia pun menampilkan kemahiran permainan basnya di hadapan penonton, kebanyakan anak-anak PSKD. Tiap acara sekolah dengan panggung musik, mereka selalu tampil. Dia enggak sekadar bermain bas, tapi juga mengisi vokal. “Bahkan suatu kali dalam sebuah acara pesta sekolah, saya dipercaya jadi vokalis”.

Ternyata The Beatles tak hanya mempengaruhi musiknya, tetapi juga cara berpakaiannya. Dia merayu papinya untuk membelikan sepatu boots serupa personel The Beatles. Sepatunya setinggi sekira sepuluh senti dari atas mata kaki. Ujung sepatu runcing. Ber-hak. Berhias rantai mengilap. Mirip sepatu koboi.

Chrisye sangat gandrung dengan sepatunya. Dia sampai tak tahan untuk memakainya ke sekolah, meski aturan melarang. Sehari dua hari, dia berhasil ngeceng bersama teman-temannya, antara lain Broery Marantika, Henny Purwonegoro, Alex Kumara, Aida Mustafa, Ratna Sarumpaet, dan Yazeed Jamin.

Esoknya sebuah suara merontokan nyalinya. “Chrisye! Sini!” bentak Pak Soplanit, Kepala Sekolah PSKD. Dia terkenal galak dan angker. “Hmmm, mau jadi anak paling keren di sekolah, kamu! Mau jadi orang Barat!”. Chrisye langsung diberi sanksi berdiri di tengah lapangan sepanjang hari, dengan ‘Sepatu Beatles’ diletakan di atas kepala. (*)



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH