Demam Piala Dunia, Warga Solo Gelar Sepak Bola Api dan Nobar di Terminal Tirtonadi Sejumlah anak di Solo bermain sepak bola api (MP/Win)

MerahPutih.Com - Demam Piala Dunia 2018 seolah mampu menyihir seluruh penggemar sepak bola dari berbagai penjuru dunia. Salah satunya Indonesia. Memang, di ajang bergengsi empat tahunan tersebut, nama Indonesia tak ada disana. Namun jangan salah, kemeriahan masyarakat tanah air untuk menyambut pesta sepak bola terbilang cukup luar biasa.

Di Solo, warga Dukuhan Nayu, Kelurahan Kadiporo, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (14/6) malam melakukan pertandingan sepak bola api. Pertandingan antar warga kampung ini digelar satu jam jelang kick off laga perdana yang mempertemukan tuan rumah Rusia melawan Arab Saudi.

Memang jika dilihat tak mudah, saat harus menendang sebuah batu apung berbentuk bulat dengan api yang menyala. Namun, para peserta tetap menunjukan skilnya, saat mencoba mengolah bola tersebut.

Pertandingan sepak bola api di Solo
Warga bermain sepak bola api di Solo (MP/Win)

Salah seorang warga yang juga pengagas ide kegiatan tersebut, Mayor Haristanto kepada merahputih.com, disela kegiatan mengatakan, dalam pertandingan tersebut memang tidak ada hadiah khusus, namun warga tetap berpartisipasi. Tidak hanya orang tua, namun juga anak-anak ambil bagian.

“Ini adalah cara kami meyambut gelaran Piala Dunia. Sepak bola api biasanya dilakukan saat puasa tiba, jadi ini momen yang pas, apalagi menyambut Idul Fitri juga kan,” terang Mayor.

Sstelah pertandingan sepak bola api usai, para warga juga langsung bersama-sama menggela nonton bareng laga perdana tersebut.

Sepak bola api
Suasana pertandingan sepak bola api (MP/Win)

Mayor menceritakan, sebelum dijadikan sebagai bola api, batu apung tersebut direndam dengan minyak tanah selama seminggu.

Sementara itu salah seorang peserta Fardan mengakui jika saat awal ikut serta kesulitan, karena saat menendang kakinya terasa panas dan batu itu rasanya keras. Namun setelah beberapa kali mencoba ia malah ketagihan. Ketika ditanya dirinya apa tidak takut terbakar, dia mengaku tidak.

“Tidak takut terbakar, malahan asyik, baru kali ini main sepak bola api,” jelas bocah yang mengidolai Cristiano Ronaldo ini.

Suasana nobar di Terminal Tirtonadi Solo
Suasana nobar di Tirtonadi Solo (MP/Win)

Sementara itu tak kalah menarik juga dilakukan oleh Pengelola Terminal Tirtonadi Solo. Dimana pengelola mengadakan kegiatan nonton bareng di kawasan terminal. Hal ini dilakukan bagi para pemudik maupun sopir bus yang ingin menyaksikan pertandingan tersebut.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Win, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: 4 Pemain Bintang yang Diprediksi Gagal Bersinar di Piala Dunia 2018



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH