Delapan Orang Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung, Terancam Hukuman 5 Tahun Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Ahad (23/8/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

MerahPutih.com - Bareskrim Polri menetapkan sejumlah tersangka kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung.

"Delapan orang tersangka," ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (23/10).

Namun, Argo tidak menjelaskan lebih detail apakah delapan orang tersangka itu langsung ditahan atau tidak.

"Nanti dijelaskan Pak Dir Tipidum ya," ujarnya.

Baca Juga:

Besok Gelar Perkara Kebakaran Kejagung, Polisi: Penetapan Tersangka

Penentuan tersangka ditetapkan setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara paling akhir pada pukul 11.00 WIB. Para tersangka dijerat pasal 188, 55 dan 56 KUHP.

Adapun pasal 188 berisi: "Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati."

Menurut Argo, para pelaku alpa sehingga terjadi kebakaran.

Kondisi gedung utama Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Jakarta Selatan, usai terbakar, Ahad (23/8/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Kondisi gedung utama Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Jakarta Selatan, usai terbakar, Ahad (23/8/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Sementara itu, Argo juga mengatakan olah TKP dilakukan mencapai enam kali karena proses yang butuh ketelitian. Olah TKP dilakukan Polri mulai dari lantai satu hingga lantai 6.

Total sebanyak 130 orang diperiksa, dan menetapkan sebanyak 60 orang sebagai saksi. Pemeriksaan juga dilakukan kepada para ahli.

"Ahli kebakaran Polri dan juga ahli dari ITB (Institut Teknologi Bandung)," ujar dia.

Total ada enam kali olah TKP kebakaran Kejagung yang dilakukan hingga gelar perkara penetapan tersangka.

"Penyelidikan yang pertama kita adalah olah TKP. Mulai melihat, mengorek-ngorek semuanya di TKP ya, mengorek-ngorek tentang bagaimana itu kebakaran asalnya. Semuanya sama-sama, mulai dari lantai 6, 5, 4, 3, 1," kata Argo.

Argo menyebut olah TKP kebakaran Kejagung tidak mudah dan cepat. Petugas, kata dia, bekerja secara detail.

"Pelan-pelan dikorek-korek kebakaran tersebut. Kita lihat apakah masih ada sisa asap hitam atau ada yang bisa dibuat barang bukti di sana. Makanya pada saat kita itu melakukan olah TKP itu tidak satu kali. Sampai enam kali kita olah TKP karena lantainya tinggi, ada enam lantai," sebut Argo.

Baca Juga:

Pekan Ini Polisi Ungkap Tersangka Kebakaran Kejagung

Argo menyebut olah TKP kebakaran Kejagung dilakukan bersama-sama dengan pihak Kejagung. Polri dan Kejagung terus berkoordinasi.

"Misalnya kita dari Labfor menemukan, mengambil sampel barang bukti abu, kita sampaikan ke pegawai kejaksaan. Kemudian juga ada yang masih belum terbakar, misal sisa-sisa botol ataupun sia-sisa daripada kayu dan sebagainya," ucap Argo.

"Jadi semuanya yang berkaitan dengan barang bukti kebakaran. Ada kabel juga, ada semua. Sama-sama. Jadi semuanya kita sama dengan kejaksaan kita olah TKP sampai enam kali karena kita kan serius sekali kita harus mengungkap ini daripada kebakaran kejaksaan ini, Kejaksaan Agung yang kita cintai ini," ucap Argo. (Knu)

Baca Juga:

Mabes Polri Klaim Sudah Tahap Akhir Penetapan Tersangka Kebakaran Kejagung

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polri Catat Peningkatan Kejahatan di Akhir April
Indonesia
Polri Catat Peningkatan Kejahatan di Akhir April

Polri menyebut angka kejahatan jalanan meningkat pada minggu ke-18 hingga minggu ke-19 tahun 2020.

BNN Amankan Kurir Pembawa 36 Kilogram Sabu-sabu untuk Diedarkan di Tahun Baru
Indonesia
BNN Amankan Kurir Pembawa 36 Kilogram Sabu-sabu untuk Diedarkan di Tahun Baru

BNN Sumsel mengamankan dua orang kurir pembawa 36 kilogram sabu-sabu dan 32.570 pil ekstasi.

Laboratorium Vaksin Flu Burung Bakal Disulap Jadi Tempat Produksi PCR
Indonesia
Istana Minta Rakyat tak Lagi Berisik soal Reshuffle Kabinet
Indonesia
Istana Minta Rakyat tak Lagi Berisik soal Reshuffle Kabinet

“Sekarang sudah bagus dan semoga bagus terus. Tentu saja kalau bagus terus, ya enggak ada isu, enggak relevan lagi reshuffle,” kata Pratikno

Strategi Terbaru Perang COVID-19: Makassar Resmi Berstatus PSBB
Indonesia
Strategi Terbaru Perang COVID-19: Makassar Resmi Berstatus PSBB

Keputusan PSBB Kota Makassar tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/257/2020 pada 16 April 2020.

Bamoset Ingatkan Efek Domino COVID-19
Indonesia
Bamoset Ingatkan Efek Domino COVID-19

Bamsoet mengajak semua pihak untuk bergotong royong

Kata Komjen Firli Jelang Dilantik sebagai Ketua KPK
Indonesia
Kata Komjen Firli Jelang Dilantik sebagai Ketua KPK

Komjen Firli Bahuri memastikan KPK bakal tetap berada pada jalur memberantas korupsi di bawah kepemimpinanannya sebagai ketua lembaga antirasuah.

Pakar: 'Kerajaan-Kerajaan' Baru Munculkan Disintegrasi Bangsa
Indonesia
Pakar: 'Kerajaan-Kerajaan' Baru Munculkan Disintegrasi Bangsa

Yang menjadi persoalan jika kerajaan itu dibuat sedemikian rupa

Pemerintah Diminta Jangan Lengah Saat Evaluasi 'New Normal'
Indonesia
Pemerintah Diminta Jangan Lengah Saat Evaluasi 'New Normal'

Pemerintah diminta untuk terus terbuka soal data