Delapan Oknum TNI AD Jadi Tersangka Pembakar Rumah Dinas Kesehatan di Intan Jaya Komandan Puspomad Letjen TNI Dodik Widjanarko saat memberikan keterangan pers di Markas Puspomad, Jakarta, Kamis (12/11). (ANTARA/Syaiful Hakim)

Merahputih.com - Delapan oknum anggota TNI AD ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga terlibat kasus pembakaran rumah dinas kesehatan di Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Tim Investigasi Gabungan TNI AD dan Kodam XVII Cenderawasih.

Penyidik menyimpulkan dan menetapkan delapan orang sebagai tersangka, yaitu Kapten Infanteri SA, Letda Infanteri KT, Serda MFA, Sertus, Serda ISF, Kopda DP, Pratumi, dan Prada MH.

Baca Juga

Rizieq Besok ke Puncak, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD (Danpuspomad), Letjen Dodik Wijanarko, mengatakan, tim investigasi gabungan sebelumnya memeriksa 12 orang personel TNI AD dan satu orang warga sipil terkait kejadian yang terjadi pada 19 September itu. Barulah kemudian delapan tersangka itu ditetapkan.

Penetapan tersangka juga dilakukan berdasarkan alat bukti terkait keterlibatan mereka. Delapan oknum TNI AD itu dijerat dengan dua pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yakni pasal 187 (1) KUHP tentang pembakaran dan Pasal 55 (1) KUHP tentang perbantuan tindak kejahatan.

Mereka diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun jika karena perbuatan tersebut timbul bahaya umum.

"Akibat pembakaran, rumah dinas kesehatan di Hitadipa diperkirakan menelan kerugian materiil sebesar Rp1,3 miliar," kata Dodik dalam keteranganya, Jumat (13/11).

Danpuspomad juga menjelaskan, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa telah menerima hasil penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan oleh Tim Investigasi Gabungan Mabes AD tersebut.

Sehingga Jenderal TNI Andika secara khusus telah memberikan atensi dalam kasus pembakaran enam rumah dinas kesehatan yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI AD tersebut.

Selain itu, Jenderal TNI Andika Perkasa juga telah memerintahkan kepada jajarannya untuk membangun kembali rumah dinas kesehatan yang telah hangus terbakar di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua itu.

"Pimpinan kami, Bapak KSAD kemarin juga sudah memerintahkan untuk dibangun kembali rumah dinas kesehatan yang dibakar oleh prajurit TNI itu dalam waktu dekat ini," katanya.

Baca Juga

Rizieq Besok ke Puncak, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Akibat pembakaran, rumah dinas kesehatan di Hitadipa diperkirakan menelan kerugian materiil sebesar Rp1,3 miliar.

Sebagai informasi, pembakaran rumah dinas kesehatan di Papua sendiri sebenarnya masih berkaitan dengan kasus penembakan yang menewaskan pemuka agama, Pendeta Yeremia Zanambani di Hutadipa, Intan Jaya, Papua.

Pembakaran terhadap rumah dinas yang kemudian diketahui dilakukan anggota TNI ini pertama kali diungkap dalam laporan hasil investigasi Komnas HAM. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satgas Sebut Butuh Waktu Panjang untuk Kendalikan COVID-19
Indonesia
Satgas Sebut Butuh Waktu Panjang untuk Kendalikan COVID-19

Penggunaan vaksin Sinovac masih menunggu emergency use authorization (UEA) yang akan dikeluarkan oleh Badan POM.

KPK Tetapkan Dirut PT PAL Budiman Saleh Tersangka Korupsi PT DI
Indonesia
KPK Tetapkan Dirut PT PAL Budiman Saleh Tersangka Korupsi PT DI

Persetujuan atau kesepakatan untuk menggunakan mitra penjualan sebagai cara untuk memperoleh dana khusus

Simak Nih! Rangkaian Peringatan HUT RI di Masa Pandemi
Indonesia
Simak Nih! Rangkaian Peringatan HUT RI di Masa Pandemi

Prosesnya adalah penaikan bendera tetap kami lakukan

RDPU Komisi III-Kompolnas Bahas Calon Kapolri Digelar Tertutup
Indonesia
RDPU Komisi III-Kompolnas Bahas Calon Kapolri Digelar Tertutup

Turut hadir secara fisik Ketua Pelaksana Harian Kompolnas, Benny Mamoto

MUI Nilai SE Menag Dikeluarkan untuk Ciptakan Kemaslahatan
Indonesia
MUI Nilai SE Menag Dikeluarkan untuk Ciptakan Kemaslahatan

Umat agar memperhatikan protokol medis yang ada

 [HOAKS atau FAKTA]: FBI Tangkap Bill Gates Karena Tuduhan Teror Biologis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: FBI Tangkap Bill Gates Karena Tuduhan Teror Biologis

Foto aslinya adalah foto yang memperlihatkan penangkapan Vincent Asaro pada Kamis 23 Januari 2014.

Berikut Provinsi dengan Penambahan Kasus COVID-19 Tertinggi
Indonesia
Berikut Provinsi dengan Penambahan Kasus COVID-19 Tertinggi

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas luar rumah.

Tarif Rapid Tes Turun, KPU Hemat Rp600 Miliar
Indonesia
Tarif Rapid Tes Turun, KPU Hemat Rp600 Miliar

Ternyata anggaran KPU pun tetap dipangkas

Pemprov DKI-Pemerintah Pusat Setiap Hari Bahas Tempat Tidur Hingga Obat-obatan Pasien
Indonesia
Pemprov DKI-Pemerintah Pusat Setiap Hari Bahas Tempat Tidur Hingga Obat-obatan Pasien

DKI bersama TNI Polri terus melaksanakan kegiatan operasi yustisi

Anies Terbitkan Kepgub Bansos Bagi Warga Terdampak PSBB
Indonesia
Anies Terbitkan Kepgub Bansos Bagi Warga Terdampak PSBB

Surat dengan nomor 386 Tahun 2020 itu ditandatangani Anies pada Kamis (16/4)