Delapan Korban Selamat Kebakaran Lapas Tangerang Butuh Observasi Dokter Bedah Hingga Plastik Petugas berdiri di dekat kantong jenazah korban kebakaran Lapas kelas 1 Tangerang di RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/9). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww

Merahputih.com - Delapan korban luka bakar akibat kebakaran di Lapas klas I Tangerang, Rabu (8/9) dini hari masih berada di RSUD Tangerang.

Enam dari delapan korban menderita luka bakar di atas 50 persen. Lalu, dua korban luka bakar lainnya di bawah 50 persen.

Baca Juga:

Kemenkumham Pastikan Api yang Lahap Lapas Klas I Tangerang Sudah Padam

"Mereka butuh observasi lanjutan dari dokter bedah hingga dokter plastik," ujar Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi (HPI) RSUD Kabupaten Tangerang, Hilwani, Rabu (8/9).

Untuk korban luka bakar di bawah 50 persen akan dirawat di ruang bedah biasa. Sementara, untuk korban luka bakar di atas 50 persen akan dirawat di ICU.

Sementara, RSUD Tangerang juga sudah menerima 41 jenazah korban kebakaran di lapas klas I Tangerang. 41 jenazah tersebut akan diidentifikasi dan kemungkinan akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

Kebakaran Lapas klas I Tangerang (Humas Kemenkumham)

Jika ada keluarga napi yang merasa menjadi korban kebakaran diharap bisa berkoordinasi dengan pihak Lapas dan datang ke RSUD tangerang. "Lalu untuk (keluarga) korban meninggal bisa koordinasi dengan pihak kepolisian," sebut Hilwani.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjenpas Kemenkumham) memberi kesempatan untuk keluarga tahanan di Lapas Kelas I Tangerang yang ingin mengetahui kondisi keluarganya yang sedang menjalani masa tahanan.

"Kami juga sudah memiliki call center, silahkan keluarganya untuk menghubungi call center 081383557758," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti dalam keterangannya, Rabu (8/9).

Baca Juga:

Lapas Tangerang Kebakaran Bermula dari Blok C2, 41 Narapidana Meninggal Dunia

Rika mengatakan, pihak keluarga narapidana dapat menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan informasi dari Lapas Kelas I Tangerang terkait kondisi keluarganya.

"Kami membuka seluas-luasnya kepada keluarga yang ingin mengetahui kondisi dari warga binaan keluarganya yang menjalankan pidana di Lapas Kelas 1 Tangerang," ujar Rika. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Moeldoko Sebut PPKM Level 3 Batal Karena Pertumbuhan Kasus COVID-19 Rendah
Indonesia
Moeldoko Sebut PPKM Level 3 Batal Karena Pertumbuhan Kasus COVID-19 Rendah

Termasuk pengaturan tempat duduk di gereja, sesuai jarak yang ditentukan

Jabar Dukung Penyelenggaraan Pemilu 2024
Indonesia
Jabar Dukung Penyelenggaraan Pemilu 2024

Perlu terobosan- terobosan untuk menyambut 2024. Dukcapil menjadi sektor yang diandalkan.

Ketua DPD Ungkap Hilangnya Pancasila sebagai Norma Fundamental
Indonesia
Ketua DPD Ungkap Hilangnya Pancasila sebagai Norma Fundamental

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika kepada jajaran civitas akademika Universitas Islam Jember.

Anies dan Mendag Internasional Inggris Bahas Tantangan Iklim dan Transportasi
Indonesia
Anies dan Mendag Internasional Inggris Bahas Tantangan Iklim dan Transportasi

Pertemuan keduanya guna membahas kolaborasi program terkait iklim serta kerja sama dalam bidang transportasi, khususnya MRT Jakarta.

Heboh Anjing di Bekasi Mau Ditombak dan Pemilik Diancam Dibunuh
Indonesia
Heboh Anjing di Bekasi Mau Ditombak dan Pemilik Diancam Dibunuh

Saat kejadian penombakan dan ancaman pembunuhan tersebut, tak ada seorang pun yang membantu.

Jokowi Dijadwalkan Lantik Andi Widjajanto Jadi Gubernur Lemhannas Besok
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Lantik Andi Widjajanto Jadi Gubernur Lemhannas Besok

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melantik Andi Widjajanto menjadi Gubernur Lemhannas.

Polri Diminta Ungkap Hasil Autopsi Brigadir J secara Transparan
Indonesia
Polri Diminta Ungkap Hasil Autopsi Brigadir J secara Transparan

Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto meminta Polri mengungkap secara transparan hasil autopsi jenazah Brigadir J. Sebab, hal tersebut merupakan bagian dari akuntabilitas publik.

Kapolri Minta Anak Buahnya Prioritaskan Vaksin Booster Lansia
Indonesia
Kapolri Minta Anak Buahnya Prioritaskan Vaksin Booster Lansia

Vaksinasi booster untuk lansia kini tengah digencarkan sambil terus berjalan untuk pemenuhan dosis 1 dan 2.

M Taufik: Giring Lebih Bagus Nyanyi Ketimbang Jadi Politikus
Indonesia
M Taufik: Giring Lebih Bagus Nyanyi Ketimbang Jadi Politikus

"Karena itu, mesti kita pertanyakan juga itu si Giring cara berfikirnya. Makanya lebih baik Giring nyanyi aja, lebih bagus nyanyi," tegasnya.

Mendagri Dorong Kampus Perbaiki Sistem Pembinaan Menwa
Indonesia
Mendagri Dorong Kampus Perbaiki Sistem Pembinaan Menwa

Tito menuturkan kasus peristiwa meninggalnya mahasiswa UNS dalam kegiatan Menwa perlu dilihat kembali akar kasusnya, apakah disebabkan persoalan sistemnya atau kasuistis saja.