IFW 2023

Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara Tampilkan Koleksi ‘Tanah Anoa’ di IFW 2023

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 26 Februari 2023
Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara Tampilkan Koleksi ‘Tanah Anoa’ di IFW 2023
Para perwakilan Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara di IDFW 2023. (Foto: KamiBijak/Evan Andraws)

PERANCANG busana Defrico Audy memamerkan sejumlah ciri khas fesyen dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tenggara, yakni Buton Timur, Buton Tengah, Buton Utara, Buton Selatan, Baubau, Kolaka Timur, Muna, Wakatobi, dan Bombana. Semuanya ditampilkan dengan apik di gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2023, Sabtu (25/2).

Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara mengusung tema bertajuk Tanah Anoa. Pemilihan ini pun digunakan untuk menggambarkan ciri khas Sulawesi Tenggara.

Baca Juga:

Koleksi Busana Bertema Isu Sosial Hadir di IFW 2023

“Anoa itu menjadi salah satu lambang satwa daripada provinsi Sulawesi Tenggara itu sendiri. Nah kemudian lambang itu kami angkat menjadi motif di baju. Biasanya kalau kita lihat ada kupu-kupu, ada ayam dari Cirebon. Jadi bagaimana Anoa ini bisa kami tenun,” kata Audy kepada Merahputih.com di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat.

Terinspirasi dari Anoa yang menjadi ciri khas Sulawesi Tenggara. (Foto: KamiBijak/Evan Andraws)

Audy mengatakan seluruh koleksi ini sudah siap pakai untuk membuat outfit sehari-harimu jadi makin kece. Lewat koleksi ini juga, Audy berharap anak muda bisa mencintai kain tenun yang telah dibuat.

“Setiap kabupaten memiliki ciri khas masing-masing. Misalnya dari Bombana ada motif kepala kuda, di Baubau ada motif pintu keraton. Jadi memang semua motif ini sudah kami riset terlebih dahulu. Bahkan, selembar kain prosesnya bisa sampai tiga bulan. Total persipan buat IFW itu satu tahun,” paparnya.

Baca Juga:

Nina Zalifa Signature Rilis Busana Muslim Premium di IFW 2023

Pembuatan yang cukup lama itu bukan tanpa alasan. Semua kain tenun dibuat menggunakan tangan-tangan pengrajin.

“Kebanyakan mereka ini ibu-ibu yang sudah sepuh. Jadi yang bikin motif anak muda, penenunnya adalah ibu-ibu. Semua kain tenun di setiap kabupaten sudah kami hakikan,” kata Audy.

Diharapkan dapat menarik perhatian para generasi muda. (Foto: Kamibijak/Evan Andraws)

Di tengah-tengah pertunjukan, para pengunjung dihibur dan joget bersama penyanyi dangdut Weni Wen lewat lagu No Comment. Beberapa pengunjung juga terlihat menghampiri Weni dan memberikan bunga sebagai tanda apresiasi.

Tahun ini menjadi yang spesial karena menjadi penyelenggaraan IFW yang ke-10. Pagelaran busana ini dapat disaksikan secara hibrida melalui aplikasi Tokopedia. Terdapat 300 busana, 400 eksibisi, dan 20 slot pagelaran busana dalam IFW 2023. (and)

Baca Juga:

Desainer dan Pemerintah Daerah Usung Wastra Nusantara di Indonesia Fashion Week (IFW) 2023

#Fashion #IDFW 2023
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Bagikan