Deklarasikan Prabowo-Puan Maju Pilpres 2024, Relawan: Mereka Pasangan Kuat Deklarasi Poros Prabowo-Puan di Jakarta, Rabu (3/11). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Sejumlah relawan yang mengatasnamakan Poros Prabowo-Puan mendeklarasikan diri mendukung Prabowo Subianto-Puan Maharani. Keduanya dideklarasikan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada pilpres 2024.

"Kami mendorong agar terwujudnya kedua tokoh bangsa tersebut, menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden RI periode 2024-2029, untuk selanjutnya dapat menjadi presiden dan wakil Presiden RI," kata Deklarator Poros Prabowo-Puan, Andianto di Matraman, Jakarta Timur, Rabu (3/11).

Baca Juga

Deklarasikan Anies Maju Capres 2024, Relawan: Kepemimpinan Beliau Sudah Teruji

Ia menjelaskan, pasangan ini memiliki latar belakang cukup kuat untuk dimajukan sebagai capres dan cawapres. Prabowo misalnya, saat ini selain menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra juga menjadi Menteri Pertahanan.

Menurut Andianto, Prabowo cukup sukses dalam bekerja untuk membangun pertahanan bangsa, dengan memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk membentuk komponen cadangan.

Andianto juga menilai bahwa Prabowo memiliki visi besar untuk menjadikan Indonesia ini menjadi sebuah bangsa yang berdaulat, yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, tanpa harus tergantung dari negara asing.

"Kemudian kemandirian ekonomi, dengan membuat rakyat bisa menikmati hasil dari kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia," ujar dia.

Ketua DPR Puan Maharani. ANTARA/HO-DPR RI
Ketua DPR Puan Maharani. ANTARA/HO-DPR RI

Menurut Andianto, Prabowo merupakan salah satu tokoh yang sampai saat ini memiliki tingkat elektabilitas tertinggi dibanding tokoh lainnya.

Ia meminta Gerindra dan PDI-P segara mengambil sikap terkait pengusungan pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Andianto mengatakan, pihaknya ingin agar kedua partai itu menyetujui Prabowo Subianto dan Puan Maharani maju sebagai paslon.

"Langkah berikutnya pertama, kami akan meminta ke partai politik, khususnya untuk Partai Gerindra, PDI-P, dan partai lainnya untuk mengusung Prabowo-Puan dalam Pilpres 2024," kata Andianto,

Di sisi lain, ia menuturkan, Poros Prabowo-Puan akan memulai konsolidasi internal. Selanjutnya, poros relawan akan berkomunikasi dan memobilisasi masyarakat untuk mendukung Prabowo-Puan.

"Jadi Prabowo-Puan bisa menang di pilpres 2024," imbuh Andianto.

Kendati demikian, kata Andianto, pihaknya akan tetap menghargai apa pun keputusan partai. Termasuk, jika Gerindra dan PDI-P tak merestui Prabowo-Puan berpasangan dalam Pilpres.

"Kalau memang partai punya keputusan lain, nanti kita akan menyesuaikan," jelasnya. (Knu)

Baca Juga

Tak Marah Meski Sering Dicaci Maki, Alasan Relawan Deklarasi Dukungan Pada Anies

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Capai Bauran Energi 23 Persen, PLTS Harus Banyak Digunakan di Fasilitas Publik
Indonesia
Capai Bauran Energi 23 Persen, PLTS Harus Banyak Digunakan di Fasilitas Publik

Saat ini, Masjid Istiqlal memiliki 504 unit modul solar dengan kapasitas masing-masing modul sebesar 325 WP (atau Watt Peak) yang dibuat sejak tahun 2019.

Ketua DPD: Kasus Korupsi Impor CPO Bukti Kerakusan Oligarki Sawit
Indonesia
Ketua DPD: Kasus Korupsi Impor CPO Bukti Kerakusan Oligarki Sawit

Penentuan DMO sebesar 30 persen oleh pemerintah sebenarnya untuk menjaga pasokan kebutuhan dalam negeri. Termasuk menjaga suplay and demand pabrik minyak goreng.

Mantan Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim Meninggal Dunia
Indonesia
Mantan Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim Meninggal Dunia

Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Nabiel Makarim meninggal dunia pada Jumat (22/10) pukul 13.20 WIB di kediamannya. Ia wafat di usia 75 tahun.

Ma'ruf Amin Ungkap Solusi Jika Ingin Akhiri Pandemi COVID-19
Indonesia
Ma'ruf Amin Ungkap Solusi Jika Ingin Akhiri Pandemi COVID-19

Pemerintah tidak dapat mengatasi dan menanggulangi sendiri masalah pandemi ini

Anies Jelaskan Tudingan Ngotot Gelar Ajang Formula E
Indonesia
Anies Jelaskan Tudingan Ngotot Gelar Ajang Formula E

"Ketika dipertanyakan 'Kenapa ini dipaksakan', bukan dipaksakan, ini adalah Peraturan Daerah, sudah ditetapkan oleh Perda," kata Anies dalam Youtube Total Politik yang dikutip, Jumat (21/1).

Prof Azyumardi Khawatir Masa Depan Riset Redup Pasca-Peleburan ke BRIN
Indonesia
Prof Azyumardi Khawatir Masa Depan Riset Redup Pasca-Peleburan ke BRIN

Penting menggarisbawahi perlunya pengunduran deadline integrasi ke BRIN tidak dipatok akhir tahun 2022.

Pandangan Mahfud Terkait Putusan MK Soal UU Cipta Kerja
Indonesia
Pandangan Mahfud Terkait Putusan MK Soal UU Cipta Kerja

Selama atau di dalam 2 tahun ada kebijakan yang dikeluarkan lagi tentu tidak boleh strategis

Menhub Minta Pemudik Datang Tepat Waktu Ke Stasiun untuk Hindari Penumpukan
Indonesia
Menhub Minta Pemudik Datang Tepat Waktu Ke Stasiun untuk Hindari Penumpukan

Pemerintah meninjau pelaksanaan perjalanan mudik di Stasiun Pasar Senen, Rabu (27/4). Dalam peninjauannya tersebut, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melihat adanya penumpukan penumpang.

Perempuan Bekerja di Balik Layar Seni dan Kreatif Minim Perlindungan
Indonesia
Perempuan Bekerja di Balik Layar Seni dan Kreatif Minim Perlindungan

Koalisi Seni menyusun sejumlah rekomendasi kebijakan. Antara lain, Pemerintah diminta mencantumkan pelindungan hak pekerja seni, serta memantau kebebasan berkesenian dengan fokus pada kekerasan berbasis gender dalam kerja seni.

Tilang terhadap Bikers Bandel, Polisi Bakal Sita KTP hingga Sepeda
Indonesia
Tilang terhadap Bikers Bandel, Polisi Bakal Sita KTP hingga Sepeda

Ditlantas Polda Metro Jaya masih mengkaji penerapan sanksi bagi pesepeda yang melintas di luar jalur.