Deklarasi Prabowo Pastikan Capres Tidak Tunggal Wasekjen DPP PPP Achmad Baidowi usai acara diskusi "Berebut Cawapres Jokowi", di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/2). (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Wakil Sekjen DPP PPP, Achmad Baidowi mengatakan deklarasi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden, memastikan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 tidak akan ada calon tunggal.

Hal ini katanya, mengingat sebelumnya lima partai politik di parlemen mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo sebagai capres.

"Terkait kesiapan Prabowo maju sebagai capres sekaligus menghentikan spekulasi yang beredar selama ini. Kami menyambut positif karena hal ini sekaligus memastikan Pilpres 2019 tidak ada calon tunggal," katanya seperti dilansir Antara, Rabu (11/4).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Dia mengatakan, selanjutnya tugas Prabowo adalah melengkapi syarat dukungan yaitu 20 persen jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu Legislatif sebelumnya agar bisa maju dalam Pilpres 2019.

Hal itu menurut dia sesuai dengan ketentuan Pasal 222 UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang menyebutkan bahwa pasangan calon diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu Legislatif sebelumnya.

"Ayo kita berkompetisi secara sehat, santun dan tidak provokatif. Hindari isu SARA dan penyebaran 'hoax' karena itu tidak mendidik," ujarnya.

Baidowi yang juga anggota Komisi II DPR RI itu mengajak semua pihak membudayakan pemilu sebagai ajang kontestasi gagasan demi kemajuan bangsa bukan untuk menebar kebencian.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya sebaga calon presiden pada kontestasi Pilpres 2019.

"Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan menerima mandat sebagai calon presiden dan meminta untuk segera membangun koalisi Pilpres," kata Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Kesiapan Prabowo itu, kata dia, atas permintaan para kader Gerindra yang menginginkan Prabowo maju sebagai capres pada Pemilu 2019.

Menurut dia, setelah melalui proses yang panjang dengan menyerap aspirasi dari berbagai daerah, jutaan kader Gerindra membuka mata dan telinga selama satu tahun terakhir tentang kepemimpinan nasional.

Presiden Jokowi saat bersama Presiden keenam Indonesia SBY dan Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie. (Istana Negara via FB Presiden Jokowi)
Presiden Jokowi saat bersama Presiden keenam Indonesia SBY dan Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie. (Istana Negara via FB Presiden Jokowi)

Muzani mengatakan dalam Rakornas tersebut, sebanyak 34 DPD dan 529 DPC Partai Gerindra dan ribuan anggota DPRD dari partai tersebut secara bergantian menyampaikan aspirasi konstituennya yang menginginkan agar Prabowo maju sebagai capres.

Menurut dia, atas desakan itu, akhirnya Prabowo menerima mandat dari kader Gerindra dan atas dasar aspirasi tersebut Partai Gerindra secara resmi mencalonkan Prabowo Subianto sebagai capres. (*)

Baca juga berita terkait di: PAN Belum Putuskan Sikap untuk Dukung Prabowo



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH