Dede Yusuf: AHY Gagalnya Dimana? Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyapa ketua dan perwakilan dewan pengurus daerah di kantor pusat DPP Partai Demokrat, Minggu (7/3). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Merahputih.com - Politisi Partai Demokrat, Dede Yusuf menyatakan bahwa kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat sudah berjalan dengan baik, dari pusat, DPD, dan pengurus Cabang. Bahkan setiap saat sudah menunjukkan elektabilitas positif. "Oleh karenanya, aneh bila AHY dianggap gagal dalam memimpin Partai Demokrat, gagal-nya dimana?," ujar Dede, Senin (8/3).

Baca Juga:

AHY Sebut Kader Pemilih Moeldoko Mayoritas Pecatan

Dede menilai, AHY bersama para kader Demokrat setiap hari turun ke masyarakat. AHY juga tak segan mengkritik pemerintah yang dinilai tidak pro terhadap rakyat.

Sehingga, ia mengingatkan kepada seluruh kader partai bahwa AHY merupakan Ketua Umum Partai Demokrat yang sah berdasarkan hasil Kongres 2020 yang terdaftar di Kemenkumham.

"Karena itu seluruh berkas yang sah diserahkan ke Kemenkumham," beber dia.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) . (ANTARA/ HO)
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) . (ANTARA/ HO)

Dia pun mengaku geram dengan ulah segelintir mantan kader Demokrat yang dinilai melakukan adu domba, memperkeruh dan memecah belah partai berlambang mercy itu. Untuk itu, penegakan konstitusi partai merupakan langkah yang sah dan konstitusional. Sehingga norma-norma partai harus dipahami oleh setiap kader. "Pastinya kader-kader senior yang sudah lama di Partai Demokrat sudah paham aturan dan cara bermain di internal Partai Demokrat," tegas dia.

Baca Juga:

Moeldoko Jadi Ketum Tanpa Punya KTA, AHY: Ini Melecehkan

Mereka, kata Dede, berani mengambil langkah. "Pastinya harus berani ambil konsekuensi dampak akibatnya," tutup Dede. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Nahdlatul Ulama Serukan Genjatan Senjata antara Rusia dengan Ukraina
Indonesia
Nahdlatul Ulama Serukan Genjatan Senjata antara Rusia dengan Ukraina

PBNU meminta agar adanya genjatan senjata antara Rusia dengan Ukraina karena dampak perang yang ditimbulkan cukup besar.

[HOAKS atau FAKTA]: Luhut dan Mahfud MD Tidak Divaksin dengan Alasan Usia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Luhut dan Mahfud MD Tidak Divaksin dengan Alasan Usia

BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin COVID-19 Coronavac dari Sinovac bagi kelompok usia di atas 60 tahun

Polda Metro Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Kebakaran Lapas Tangerang
Indonesia
Polda Metro Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Penhidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten.

Mekanisme Pengusulan Tiga Nama Capres yang Akan Diusung Nasdem
Indonesia
Mekanisme Pengusulan Tiga Nama Capres yang Akan Diusung Nasdem

Ketua DPP Nasdem Willy Aditya menjelaskan soal mekanisme pengusulan tiga nama capres yang akan diusung Nasdem di Pilpres 2024. Tiga nama tersebut akan diserahkan kepada Ketum Surya Paloh saat Rakernas.

1.280 Pasien COVID-19 dari Kudus Dipindahkan ke Asrama Haji Donohudan
Indonesia
1.280 Pasien COVID-19 dari Kudus Dipindahkan ke Asrama Haji Donohudan

Pangdam IV Diponegoro Mayjen (TNI) Rudianto dan Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfi melakukan inspeksi di Asrama Haji Donohudan, Senin (7/6).

Yogyakarta Segera Buka Sentra Vaksin COVID-19 Khusus Pelajar
Indonesia
Yogyakarta Segera Buka Sentra Vaksin COVID-19 Khusus Pelajar

Sentra vaksin rencananya dibuka di salah satu SMA di Kota Yogyakarta.

[Hoaks atau Fakta]: Relawan Siaga Menjemput dan Mengisikan Tabung Oksigen Gratis
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Relawan Siaga Menjemput dan Mengisikan Tabung Oksigen Gratis

DPP Relawan Siaga akan menyampaikan secara resmi melalui akun Instagram resmi DPP Relawan Siaga (@Relawan_Siaga)

Yuk Ikut Orasi Demo Polri, Hadiahnya Rp 50 Juta
Indonesia
Yuk Ikut Orasi Demo Polri, Hadiahnya Rp 50 Juta

Lomba orasi demo Polri bertujuan memberikan ruang dan wadah kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresinya.

Lima Rencana Aksi Polri Redam Lonjakan COVID-19
Indonesia
Lima Rencana Aksi Polri Redam Lonjakan COVID-19

Operasi Aman Nusa II ini merupakan operasi lanjutan yang diselenggarakan Polri dalam menghadapi pandemi COVID-19

Hakim Itong Diduga Bermain Banyak Perkara di PN Surabaya
Indonesia
Hakim Itong Diduga Bermain Banyak Perkara di PN Surabaya

KPK menduga tersangka IIH (Itong) juga menerima pemberian lain dari pihak-pihak yang berperkara di Pengadilan Negeri Surabaya.