Debat Pilwakot Solo, Gibran Libatkan Akademisi dan Bagyo Belajar dari Mantan Birokrat Calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Foto: MP/Ismail

MerahPutih.com - Debat paslon calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali) Pilwakot Solo tahap pertama diadakan tanggal 6 November. Kedua paslon mulai menyiapkan diri dari sekarang agar tampil maksimal saat debat berlangsung.

Diketahui, Pilwakot Solo diikuti dua paslon masing-masing Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo). Paslon Gibran-Teguh diusung PDIP serta didukung sembilan parpol. Sedangkan Bajo maju dari jalur independen.

"Saya sudah dikasih tahu KPU Solo debat paslon tahap pertama diadakan tanggal 6 November. Saya bersama Pak Teguh (cawawali) telah melaksanakan simulasi debat terbuka," ujar Gibran, Senin (19/10).

Baca Juga

Debat Gibran Vs Bajo Diadakan Dua Putaran

Putra sulung Presiden Jokowi mengaku sudah siap mengikuti debat tahap pertama. Sejauh ini pihallknya tidak mengetahui sama sekali tema apa yang diangkat KPU. Meskipun demian, ia tetap menggelar simulasi debat.

"Saya belum mengetahui materi debat pertama nanti apakah bidang pendidikan, kesehatan, atau lainnya. Semua aspek ini saya pelajari dulu dalam simulasi," kata dia.

Dalam setiap simulasi debat, kata pihaknya melibatkan akademisi, para para seniornya partai dan tokoh masyarakat yang punya pengalaman membangun Solo. Ia menegaskan tidak akan merubah gaya komunikasi dan penampilan selama debat berlangsung.

"Saya akan tampil apa adanya di depan umum nanti. Semua segi aspek ekonomi saya dalami dulu karena ada program unggulan pemulihan percepatan pasca COVID-19 di Solo," tutup Gibran.

Dilain sisi, cawali Bagyo Wahyono, mengatakan simulasi debat sudah dilakukan pasangan Bajo sejak September lalu. Persiapan dilakukan lebih lama karena paslon Bajo bekerja sebagai penjahit dan ketua RW yang tidak punya pengalaman debat di depan umum.

"Saya tidak punya pengalaman debat karena dari wong cilik (orang kecil) dan bukan orang parpol. Jadi Bajo perlu mengasah kemampuan lewat simulasi debat," kata Cawali Bagyo.

Ia menambahkan selama simulasi debat Bajo dibantu oleh mantan mantan birokrat yang mengetahui mengenai unsur unsur pemerintahan. Pemahaman terkait materi pemerintahan menjadi salah satu fokus mengingat pasangan Bajo memiliki latar belakang tukat jahit dan ketua RW.

Baca Juga

Jurkam Nasional Gibran-Teguh Hadir Secara Tatap Muka dan Virtual

"Kami sudah mulai terbiasa dengan debat. Simulasi mulai membantu saya percaya diri untuk tampil maksimal," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jabodetabek dan Lebak Banjir, 35.502 Warga Mengungsi
Indonesia
Jabodetabek dan Lebak Banjir, 35.502 Warga Mengungsi

"Kabupaten Lebak merupakan daerah yang kerusakan infrastruktur terbanyak disusul Kabupaten Bogor," kata dia

Ketua KPK Jadi Saksi Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Plt Direktur Dumas
Indonesia
Ketua KPK Jadi Saksi Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Plt Direktur Dumas

Aprizal diduga melanggar kode etik karena tidak melakukan koordinasi saat melakukan operasi tangkap tangan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Jokowi Sebut Masjid Istiqlal Bakal Kembali Dibuka Bulan Depan
Indonesia
Jokowi Sebut Masjid Istiqlal Bakal Kembali Dibuka Bulan Depan

Presiden Jokowi mengecek perkembangan renovasi masjid tersebut yang sampai saat ini telah rampung lebih dari 90 persen

Selain Sembako, Pemprov DKI Pertimbangkan Tingkatkan Kualitas Paket Bansos
Indonesia
Selain Sembako, Pemprov DKI Pertimbangkan Tingkatkan Kualitas Paket Bansos

Riza mengaku perlu ada partisipasi beberapa pihak seperti dunia usaha dan pihak swasta.

[HOAKS atau FAKTA} Pesepeda di Jakarta Meninggal Dunia Kehabisan Nafas karena Pakai Masker
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA} Pesepeda di Jakarta Meninggal Dunia Kehabisan Nafas karena Pakai Masker

Video tersebut memperlihatkan seorang pesepeda yang tergeletak di trotoar.

Belum Setahun Menjabat, Bupati Kudus Sudah Terima Duit Haram Rp2,5 Miliar
Indonesia
Belum Setahun Menjabat, Bupati Kudus Sudah Terima Duit Haram Rp2,5 Miliar

Gratifikasi diterima terdakwa M.Tamzil selama periode September 2018 hingga Juli 2019.

Bukan Anies, Ini Sosok yang Dinilai Tepat Terima Penghargaan Transportasi Terbaik Dunia
Indonesia
Bukan Anies, Ini Sosok yang Dinilai Tepat Terima Penghargaan Transportasi Terbaik Dunia

Pemberian penghargaan tingkat dunia Sustainable Transport Award (STA) untuk Pemprov DKI mengundang kritikan.

Anies Bayar 'Fee' Formula E Rp200 M, PSI: Rakyat Butuh Sembako, Bukan Balapan
Indonesia
Anies Bayar 'Fee' Formula E Rp200 M, PSI: Rakyat Butuh Sembako, Bukan Balapan

Pemprov DKI tidak memiliki keberpihakan terhadap penderitaan rakyat

Kesalahan Pemerintah di UU Cipta Kerja Cederai Moralitas Demokrasi
Indonesia
Kesalahan Pemerintah di UU Cipta Kerja Cederai Moralitas Demokrasi

"Proses legislasi itu bukan sekadar urusan administrasi, tetapi perwujudan konkret "demokrasi perwakilan". Ada moralitas demokrasi yang tercederai di sini," kata Bivitri

KPK dan Polri Buru Harun Masiku ke Sejumlah Daerah
Indonesia
KPK dan Polri Buru Harun Masiku ke Sejumlah Daerah

"Kami sedang upaya terus menerus ke daerah-daerah," kata Plt Juru Bucara KPK, Ali Fikri