Debat Pilkada Tangsel Dinilai Kurang Menarik, Paslon Dianggap Minim Data Tiga pasang Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan menunjukan nomor urutnya di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (24/9). Antara/Muhammad Iqba.

Merahputih.com - Debat pamungkas Pilwakot Tangerang Selatan (Tangsel) menuai kritikan. Pasalnya, para peserta debat tak memaparkan data kuantitatif sebagai dasar perhitungan dan pertimbangan pembuatan konsep program kerja.

Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing menuturkan, jika sudah ada data, pastinya, paslon tahu harus berbuat apa. Paparan data juga membuat publik bisa menagih janji-janji yang dikemukakan pada kampanye secara terukur.

"Saya melihat ini belum muncul dalam pilkada Tangsel, juga di banyak wilayah lain," kata Emrus kepada wartawan, Jumat (4/12).

Baca Juga

Rahayu Saraswati Lebih Memilih Membangun LRT di Tangsel karena Alasan Ini

Ia menyebut, semua calon ini minim angka dan data yang jelas. Padahal tiap pasangan calon dalam kontestasi politik, harus memiliki data yang kuat sebagai pijakan memaparkan program kerja kepada pemilih.

Dengan data, publik akan lebih tercerdaskan dalam memilih secara rasional, bukan karena alasan-alasan emosional. "Kalau sudah ada data, pastinya, mereka (paslon) tahu harus berbuat apa,"jelas dia.

Debat pilkada Tangerang Selatan diikuti oleh tiga pasangan calon (paslon). Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) dengan nomor urut 1, Siti Nurazizah-Ruhamaben nomor urut 2, dan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan pada nomor urut 3.

Pada debat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel dan bertemakan keamanan dan keadilan. Ketiga paslon adu gagasan mengenai keamanan dan keadilan itu.

Namun, mirisnya, Emrus menilai, tak satu pun paslon memiliki angka kejahatan di wilayah Tangsel. Begitu juga soal kemiskinan, tak satupun peserta membeber tingkat kemiskinan kini dan upaya menguranginya dengan menyebut angka.

Kantor KPU Kota Tangerang Selatan
Ilustrasi: Kantor KPU Kota Tangerang Selatan (Antaranews)

Di sisi lain, pengungkapan data oleh para paslon, juga sumir. Para Paslon mengutip adanya survey yang menyebutkan preferensi warga Tangsel, namun tak disebutkan survey dilakukan oleh lembaga mana dan tujuan serta pendana surveynya. "Klaim-klaim seperti ini kan menyebutkan adanya persepsi publik tapi justru mengaburkan substansinya. Apa yang mau dirubah. Pemimpin seperti apa yang diinginkan. Survei dari mana itu juga tidak dijelaskan dengan baik," ungkap Emrus.

Dalam debat, terpapar juga soal pertanyaan menyoal kinerja direksi BUMD Tangerang Selatan PT. PITS. Tetapi, tak satu pun pasangan membeberkan secara gamblang terkait kinerja dan kontirbusi PT PITS untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangsel.

Emrus berharap, kedepannya para calon mau membuka programnya dengan berbasis data dan fakta yang jelas. Di acara debat itu sendiri, dibuka dengan paparan visi misi paslon.

Paslon nomor urut 1 Muhamad-Saraswati menegaskan, kehadirannya untuk mewujudkan masyarakat Tangerang Selatan yang damai, aman dan berkeadilan.

Mereka juga menyebutkan, keberagaman di Tangerang Selatan masih rentan terhadap kesenjangan. Salah satu contohnya adalah fasilitas bagi para penyandang disabilitas.

Baca Juga

Ini Alasan 'Relawan Muda Melangkah' Dukung Muhamad-Saraswati di Pilkada Tangsel

Sementara, pasangan calon nomor urut 2, Siti Nur Azizah-Ruhama Ben menegaskan, keadilan, kedamaian hanya akan bisa dicapai ketika ada pemerataan kesejahteraan.

Azizah menyebut, keamanan dan kedamaian itu muncul dengan sendirinya. Tidak boleh ada korupsi. Paslon terakhir, Benyamin Davnie-Pilar Saga mengingatkan mengenai banyaknya jumlah penduduk Tangerang Selatan.

Mereka berkomitmen ingin menjadikan Tangerang Selatan, kota yang ramah bagi semua golongan. Untuk ke depan, mereka akan melakukan peningkatan kapasitas birokrasi yang efektif dan efisien. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR: Vaksin Corona Jangan Dijadikan Ladang Bisnis
Indonesia
DPR: Vaksin Corona Jangan Dijadikan Ladang Bisnis

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan, jika pemerintah tetap menggunakan skema menjual vaksin bagi masyarakat yang mampu harus membuat regulasi yang jelas.

Jakarta Diguyur Hujan Sepanjang Hari
Indonesia
Jakarta Diguyur Hujan Sepanjang Hari

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan turun merata sepanjang hari di Jakarta, Ahad (7/2).

168 Ribu Warga Berstatus Kasus Aktif COVID-19
Indonesia
168 Ribu Warga Berstatus Kasus Aktif COVID-19

Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada Rabu (10/2), pukul 12.00 WIB menunjukkan, ada penambahan 8.776 kasus baru.

Eri-Armuji Unggul Telak di Putaran Kedua Debat Pilkada Surabaya
Indonesia
Eri-Armuji Unggul Telak di Putaran Kedua Debat Pilkada Surabaya

Ia mengatakan, debat kedua tadi malam, paslon Eri-Armuji unggul telak dengan skor 5-1.

Kejar Produksi 1 Juta Barel Per Hari, Indonesia Kejar Investasi USD250 Miliar
Indonesia
Kejar Produksi 1 Juta Barel Per Hari, Indonesia Kejar Investasi USD250 Miliar

Sepanjang kuartal I 2021, realisasi lifting minyak bumi tercatat 676.200 barel per hari atau hanya 96 persen dari target APBN 2021 sebesar 705.000 BOPD.

Tabir Penyebab Jatuhnya Pesawat SJ 182 Terancam Tak Terungkap
Indonesia
Tabir Penyebab Jatuhnya Pesawat SJ 182 Terancam Tak Terungkap

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menegaskan bahwa cocpit flight recorder (CFR) harus ditemukan.

UMK di Lima Daerah Jawa Timur Naik Rp100 Ribu
Indonesia
UMK di Lima Daerah Jawa Timur Naik Rp100 Ribu

daerah dengan UMK terendah yaitu Kabupaten Sampang, yaitu Rp1.913.321, atau dibandingkan tahun 2020 tidak mengalami perubahan.

Izin Operasional Bioskop Keluar, DPRD: Kesadaran Masyarakat Kita Rendah
Indonesia
Dana PEN Dorong Perputaran Uang Rp300 Triliun di Masyarakat
Indonesia
Dana PEN Dorong Perputaran Uang Rp300 Triliun di Masyarakat

Sejak April 2020, total realisasi anggaran penanganan COVID-19 dan PEN hingga pekan kedua Oktober 2020, sudah hampir menyentuh angka 50 persen atau Rp344,43 triliun dari Rp695,2 triliun yang dialokasikan.

Personel Pengejar Kelompok Ali Kolera Poso Segera Diganti
Indonesia
Personel Pengejar Kelompok Ali Kolera Poso Segera Diganti

Dari data pihak kepolisian, saat ini anggota kelompok MIT Poso masih tersisa sembilan orang.