Pilkada Surabaya
Debat Pilkada Diusulkan Tidak Bawa Contekan Pilkada Surabaya. (Foto: Andika/Surabaya).

MerahPutih.com - Debat perdana yang dijadwalkan pada 4 November 2020 untuk Pemilihan Kepala Daerah Kota Surabaya diusulkan tidak membawa kertas contekan di atas panggung. Hal ini, agar masyarakat bisa melihat kualitas pemimpin dalam memahami seluk-beluk persoalan Kota Surabaya, termasuk masalah konsep secara mendetail serta solusinya.

“Jika pasangan calon tidak membawa contekan materi data maka masyarakat secara lugas dan orisinil menilainya,” ujar tim penghubung pasangan calon Eri Cahyadi-Armudji, Wimbo Ernanto, di Surabaya, Rabu (28/10).

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya tersebut menilai tidak ada alasan untuk menolak usulan tersebut jika pasangan calon benar-benar siap memimpin kota yang sudah tertata dengan baik seperti sekarang ini.

Baca Juga:

Pilkada Rawan Jadi Klaster Baru, Bawaslu Solo Kumpulkan Parpol dan Tokoh Masyarakat

“Penyelenggara menyediakan ruang di belakang panggung kepada tim untuk berdiskusi sebelum acara debat. Itu sudah cukup, tinggal bagaimana pasangan calon benar-benar menguasai materi di luar kepala,” ucapnya.

Terkait usulan tersebut yang telah dibahas bersama KPU dan tim pasangan calon, belum ada kepastian karena masih akan dibahas lebih lanjut.

“Kemarin KPU tidak bisa memutuskan, karena masih akan dipelajari di PKPU. Intinya kami tetap usulkan tidak boleh bawa contekan saat di panggung debat,” tuturnya.

Debat terbuka kandidat Cawali dan Cawawali Pilkada Surabaya dijadwalkan digelar di Hotel JW Marriott dan diikuti Eri Cahyadi-Armudji yang akan beradu gagasan dengan Machfud Arifin-Mujiaman.

Pilkada Serentak
Pilkada Serentak. (Foto: Antara).

Sesuai aturan, peserta debat hanya dibatasi 7 orang per kubu pasangan calon, yang terdiri dari Cawali dan Cawawali, 4 orang tim debat serta 1 orang bagian dokumentasi.

Pilkada Surabaya yang digelar 9 Desember 2020 diikuti dua pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, yaitu Eri Cahyadi-Armudji nomor urut 1 dan Mahcfud Arifin-Mujiaman nomor urut 2.

Pasangan nomor urut 1 diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI, serta enam partai politik nonparlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.

Sedangkan, pasangan nomor urut 2 diusung koalisi delapan partai politik, yaitu PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat, dan Partai NasDem serta didukung partai nonparlemen Partai Perindo.

Baca Juga:

Wapres Minta Pilkada Serentak Tingkatkan Optimisme Publik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dugaan Perampokan ke Editor Metro TV Terpatahkan
Indonesia
Dugaan Perampokan ke Editor Metro TV Terpatahkan

Dugaan bahwa Yodi menjadi korban perampokan telah terpatahkan

Ratusan Hektare Tanah Milik Benny Tjokro Terkait Kasus Asabri Kembali Disita Kejagung
Indonesia
Ratusan Hektare Tanah Milik Benny Tjokro Terkait Kasus Asabri Kembali Disita Kejagung

Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran

PSI Solo Dukung Giring Nyapres 2024
Indonesia
PSI Solo Dukung Giring Nyapres 2024

"Kami yang berada di DPD atau kader lokal siap mengamankan dan mendukung keputusan DPP PSI dengan menugaskan Giring sebagai Capres 2024," ujar Yogo

RS UMMI Tegaskan Rizieq Shihab Minta Pulang Meski Hasil Tes Usap Belum Keluar
Indonesia
RS UMMI Tegaskan Rizieq Shihab Minta Pulang Meski Hasil Tes Usap Belum Keluar

"Keluarga tetap memilih opsi untuk pulang," ucap Andi

Anies Perpanjang PSBB Transisi, PSI: Keputusan Tepat
Indonesia
Anies Perpanjang PSBB Transisi, PSI: Keputusan Tepat

Karena PSBB transisi periode sebelumnya gagal menekan angka penyebaran virus COVID-19 di Jakarta.

Polisi Ungkap Jam Rawan Begal Sepeda di Jakarta
Indonesia
KPK Usut Kasus Pemerasan yang Diduga Dilakukan Oknum Penyidik dari Kepolisian
Indonesia
KPK Usut Kasus Pemerasan yang Diduga Dilakukan Oknum Penyidik dari Kepolisian

Oknum penyidik yang berasal dari Kepolisian itu diduga meminta uang Rp1,5 miliar ke Bupati Tanjungbalai H.M Syahrial dengan iming-iming akan menghentikan kasusnya.

POSPERA Tuntut Anak Buah Erick Thohir Minta Maaf
Indonesia
POSPERA Tuntut Anak Buah Erick Thohir Minta Maaf

"Pernyataan Arya Sinulingga menurut kami merupakan pernyataan yang tendensius, mengandung unsur kebencian, adu domba dan fitnah tanpa dasar yang bisa di benarkan," kata Ketua LBH POSPERA Sarmanto Tambunan

Penyerangan di Polsek Ciracas Diduga karena Info Hoaks, Pelaku Perlu Diproses di Peradilan Umum
Indonesia
Penyerangan di Polsek Ciracas Diduga karena Info Hoaks, Pelaku Perlu Diproses di Peradilan Umum

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia meminta oknum TNI yang diduga terlibat penyerangan Mapolsek Metro Ciracas