Daya Beli Warga Turun, Anies Revisi Program Rumah DP 0 Rupiah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Kamis (15/4). Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui, jika pihaknya merevisi program andalan Anies Baswedan yakni Rumah DP 0 Rupiah.

Hal ini tercantum dalam draft perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang diajukan Pemprov ke DPRD DKI.

Baca Juga

Ketua DPRD Sebut Pembelian Lahan Rumah DP 0 Rupiah Berdasarkan Keputusan Anies

"Yang memang direvisi pengadaan rumah DP 0 rupiah," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Kamis (15/4).

Politikus senior Gerindra ini menjelaskan, alasan Pemda DKI merombak Rumah DP 0 Rupiah lantaran minimnya minat masyarakat untuk membeli.

Rusunami DP0 Rupiah di Jalan H Naman, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. (ANTARA/HO)
Rusunami DP0 Rupiah di Jalan H Naman, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. (ANTARA/HO)

Lanjut Riza, rendahnya daya beli masyarakat DKI disebabkan hantaman virus COVID-19 yang berimbas pada lemahnya ekonomi warga. Kemampuan DKI di bidang pembangunan infastruktur merosot akibat wabah corona.

"Rumah ini, karena COVID-19 daya beli masyarakat turun, kemampuan kita bangun turun," urainya.

Adapun diketahui, Pemprov DKI pun teah memangkas target pembangunan hunian DP 0 Rupiah sebanyak 95,5 persen dari target awal.

Tadinya, Anies berencana membangun 232 ribu unit rumah dengan skema pembelian rumah DP 0 Rupiah. Kini, targetnya berubah menjadi 10 ribu unit saja. Pemotongan itu terpampang dalam draft perubahan RPJMD. (Asp)

Baca Juga

Penjualan Rumah DP 0 Rupiah Capai 95 Persen

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies: Belum Ada Peningkatan Kasus COVID-19 Usai Libur Panjang
Indonesia
Anies: Belum Ada Peningkatan Kasus COVID-19 Usai Libur Panjang

Pemprov DKI Jakarta mengklaim belum ada peningkatan kasus terkait virus corona di puskemas usai libur panjang pada akhir Oktober 2020 lalu.

Selain Diskualifikasi, Denda Besar Dijatuhkan Pada Djokovic
Olahraga
Selain Diskualifikasi, Denda Besar Dijatuhkan Pada Djokovic

"Dia memang memiliki kebiasaan yang kadang-kadang memukul bola ke tribun. Frustrasi mulai memuncak," kata Mantan Pelatih Petenis Serbia Boris Becker.

Vaksin COVID-19 Jangan Jadi Lahan Bisnis
Indonesia
Vaksin COVID-19 Jangan Jadi Lahan Bisnis

Saat ini, sejumlah kandidat vaksin yang sedang disiapkan mulai dari Sinovac, Sinopharm, Cansino, AstraZeneca, dan lain sebagainya.

Pasca-Lebaran, Lonjakan Kasus Aktif COVID-19 Capai 12,5 Persen
Indonesia
Pasca-Lebaran, Lonjakan Kasus Aktif COVID-19 Capai 12,5 Persen

Angka ini melonjak jauh dari angka kasus aktif terendah yang pernah terjadi pada 18 Mei lalu.

Bangun Rumah Panggung di Kawasan Banjir Dikritik, Ini Kata Wagub Riza
Indonesia
Bangun Rumah Panggung di Kawasan Banjir Dikritik, Ini Kata Wagub Riza

Program penanganan banjir seharusnya tidak seperti yang dilakukan Pemprov DKI di Kampung Melayu dengan meninggikan rumah warga.

Delapan Fraksi DPRD Walk Out saat PSI Sampaikan Pandangan Umum
Indonesia
Delapan Fraksi DPRD Walk Out saat PSI Sampaikan Pandangan Umum

Aksi walk out itu terjadi saat Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad baru akan menyampaikan pandangan.

Walau Punya Keterbatasan, Rumah Sakit di Kalbar Dilarang Tolak Pasien
Indonesia
Walau Punya Keterbatasan, Rumah Sakit di Kalbar Dilarang Tolak Pasien

Saat ini, RS Kabupaten Sambas, RSUD Kabupaten Mempawah dan Sekadau juga mengalami kekurangan pasokan oksigen.

Ungkap Isu Kudeta Demokrat, AHY Diingatkan tidak Gegabah
Indonesia
Ungkap Isu Kudeta Demokrat, AHY Diingatkan tidak Gegabah

Sebagai Ketum partai yang tergolong muda, Karyono mengingatkan AHY untuk tidak gegabah dalam percaturan politik. Seorang pemimpin sebaiknya tidak tipis telinga dan tidak grusa grusu dalam berpikir dan bertindak.

Puluhan Pendukung Rizieq Diamankan saat Hadiri Persidangan
Indonesia
Puluhan Pendukung Rizieq Diamankan saat Hadiri Persidangan

Polisi mengamankan sejumlah simpatisan Rizieq Shihab yang menghadiri sidang online di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Ridwan Kamil Sebut Jabar Alami Krisis Pangan pada 2021
Indonesia
Ridwan Kamil Sebut Jabar Alami Krisis Pangan pada 2021

Gubernur M Ridwan Kamil memprediksi Jawa Barat akan mengalami krisis pangan pada tahun 2021.