Datangi Undangan Penyidik, Habib Novel Irit Bicara Novel Bamukmin (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Merahputih.com - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Chaidir Hasan Bamukmin atau akrab disapa Novel Bamukmin memenuhi panggilan penyidik Dit Reskrimum Subdit Resmob Polda Metro Jaya. Ia dipanggil terkait kasus penculikan dan penganiayaan terhadap relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng.

Sayangnya, Habib Novel malah irit bicara dan memilih langsung ke ruangan pemeriksaan. Sementara sang pengacara hanya memberikan statment singkat.

Baca Juga:

Anggotanya Terlibat Penganiayaan Buzzer Jokowi, FPI: Kami Tak Pernah Ajarkan Kekerasan

"Jadi hari ini kami mendampingi Novel untuk diperiksa oleh penyidik Resmob Polda Metro Jaya," kata Kuasa Hukum Novel dari Advokat Cintah Tanah Air, Krist Ibnu di Polda Metro Jaya, Kamis (10/10).

Ia menegaskan, pemeriksaan terhadap Novel terkait kasus penganiayaan terhadap Ninoy. Namun, ia belum bisa memberikan komentar secara lebih terkait pemeriksaan tersebut.

"Pemeriksaannya terkait Ninoy, surat panggilan terkait Ninoy. (Novel ada di lokasi saat kejadian) Nanti biar memberikan keterangan ke penyidik dulu ya, setelah dari penyidik baru kami akan memberi keterangan lagi," tegasnya.

Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin akan melaporkan balik Ninoy Karundeng ke polisi jika dia tak bisa mengungkap sosok habib yang disebut telah mengintimidasinya. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin akan melaporkan balik Ninoy Karundeng ke polisi jika dia tak bisa mengungkap sosok habib yang disebut telah mengintimidasinya. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Dalam pemeriksaan terhadap Novel, pihaknya membawa sejumlah berkas yang terkait dengan peristiwa atau kasus yang menjerat Novel. Sayangnya, ia tak membeberkan berkas yang dimaksudkan itu.

"(Berkas) ada, ada yang terkait. Nanti akan kita berikan keterangan ke penyidik," ucapnya.

Selain itu, ia mengaku tidak tahu jika agenda pemeriksaan terhadap dirinya itu berbarengan dengan pemanggilan terhadap pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) Al-Falah, Iskandar.

"Kami enggak tahu (bareng pengurus masjid), karena surat panggilannya hanya Novel saja," ujarnya.

Baca Juga:

Disebut Polisi Terlibat Dalam Penganiayaan Buzzer Jokowi, Begini Jawaban Munarman

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman pada Rabu (9/10) kemarin. Munarman menjalani pemeriksaan selama 11 jam dan dicecar 20 pertanyaan terkait peristiwa penganiayaan terhadap Ninoy dan rekaman CCTV di Masjid Al-Falah.

Diketahui, Polisi sudah menetapkan 11 tersangka terkait kasus penganiayaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Kesebelah orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut diketahui berinisial AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH