Datangi MUI, UAS Bungkam Ustaz Abdul Somad (UAS) tiba di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Ustaz Abdul Somad (UAS) tiba di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memenuhi undangan para ulama terkait video ceramah mengenai salib yang kini tengah menjadi perbincangan di media sosial.

Saat datang, ia dikerubuti puluhan wartawan yang mencoba mengabadikan dirinya. Bahkan, gesekan kecil sempat terjadi antara UAS dengan para wartawan.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Atas Penistaan Agama ke Polda Metro Jaya

Sayangnya, UAS yang mengenakan baju koko putih dan peci hitam ini hanya diam saja. Ia langsung naik ke lantai dua, tempat petinggi MUI untuk melakukan pertemuan tertutup. Wajahnya pun seperti tak menunjukkan rasa senang dan hanya diam saja.

Saat ini, UAS masih melakukan pertemuan tertutup dengan pimpinan MUI. Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, tujuan MUI mengundang MUI untuk bertabayyun terkait video ceramah salib.

" Kami perlu bertabayyun terlebih dulu dengan yang bersangkutan," kata Zaniut dalam keterangan tertulisnya, Rabu 21 Agustus 2019.

Dalam hal ini, kata dia, MUI memposisikan diri sebagai mediator untuk mengetahui kebenaran isi ceramah yang disampaikan UAS.

Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad

"Kami berharap masalah ini cepat bisa diselesaikan sehingga tidak berlarut," ucap dia.

Video Ustaz Abdul Somad menjawab pertanyaan jemaah pengajian tentang salib viral di media sosial. UAS lalu angkat bicara soal viralnya video itu dan kabar bahwa dia dipolisikan.

Dalam potongan video viral yang dimaksud, Ustaz Abdul Somad awalnya membacakan pertanyaan dari jemaah yang tertulis di secarik kertas. Ustaz Somad lalu menyampaikan jawabannya.

Video itu ramai beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Tanggapan JK Soal Kasus yang Menimpa Ustaz Kondang Abdul Somad

UAS lalu menyinggung hal ini saat mengisi pengajian di Masjid At-Taqwa, Indragiri Hulu, Riau, Sabtu (17/8). Video penjelasan UAS ini kemudian diunggah oleh akun YouTube FSRMM TV pada Minggu (18/8) dengan judul 'Klarifikasi Tentang Anggapan Ustadz Abdul Somad Menghina Kristen / Menghina Salib'.

"Saya sedang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur karena dianggap penistaan agama. Sudah baca beritanya?" kata UAS.

UAS memberikan tiga poin klarifikasi. Pertama, UAS menuturkan dia hanya menjawab pertanyaan dari anggota jemaah. Kedua, UAS mengaku kajiannya disampaikan dalam forum tertutup di masjid.

"Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola. Bukan di TV, tapi untuk intern umat Islam menjelaskan pertanyaan umat Islam mengenai patung dan tentang kedudukan Nabi Isa. Untuk orang Islam dalam sunah Nabi Muhammad," jelas UAS.

Yang terakhir, UAS menegaskan pengajian tersebut sudah lama. Dia mengatakan menyampaikan kajian tersebut sekitar tiga tahun lalu di salah satu masjid di Pekanbaru, Riau.

"Pengajian itu lebih 3 tahun lalu. Sudah lama, di kajian subuh Sabtu, di Masjid Annur, Pekanbaru. Karena rutin pengajian di sana, satu jam pengajian dilanjutkan diteruskan dengan tanya jawab, tanya jawab," jelas UAS.

Baca Juga: JK Minta Ustaz Abdul Somad Klarifikasi dan Ikuti Proses Hukum

UAS mengaku heran pernyataannya tersebut diviralkan baru-baru ini. Dia berjanji tidak akan lari bila video tersebut dipermasalahkan.

"Kenapa diviralkan sekarang, kenapa dituntut sekarang? Saya serahkan kepada Allah SWT. Sebagai warga yang baik saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu. Saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa bersalah, saya tidak pula merusak persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ditjen PAS: 124 Penghuni Lapas dan Rutan Positif COVID-19
Indonesia
Ditjen PAS: 124 Penghuni Lapas dan Rutan Positif COVID-19

Virus corona masuk ke lapas dan rutan lantaran adanya interaksi antara petugas dan narapidana (napi).

Doni Monardo: Wisma Atlet Jadi Karantina Pasien Corona
Indonesia
Doni Monardo: Wisma Atlet Jadi Karantina Pasien Corona

Doni Monardo menyebut Wisma Atlet Kemayoran bakal menjadi fasilitas karantina pasien positif virus Corona.

 Hati-Hati, Koruptor Dana Penanggulangan COVID-19 Terancam Hukuman Mati!
Indonesia
Hati-Hati, Koruptor Dana Penanggulangan COVID-19 Terancam Hukuman Mati!

"Kami sudah mengingatkan bahwa penyelewengan anggaran yang diperuntukan pada situasi bencana seperti saat ini ancaman hukumannya adalah pidana mati," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Klaim Surabaya Zona Hitam COVID-19, Cawali Machfud Arifin Dikritik
Indonesia
Klaim Surabaya Zona Hitam COVID-19, Cawali Machfud Arifin Dikritik

Machfud Arifin mengklaim Surabaya pernah berstatus zona hitam COVID-19

  Pemerintah Gandeng Telemedik Bantu Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri
Indonesia
Pemerintah Gandeng Telemedik Bantu Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri

Semua platform yang selama ini melakukan metode telemedik kita gabungkan untuk membantu pasien yang melakukan isolasi mandiri

LIPI Gandeng Universitas Nottingham Formulasikan Pengurutan Genom Virus SARS-CoV-2
Indonesia
LIPI Gandeng Universitas Nottingham Formulasikan Pengurutan Genom Virus SARS-CoV-2

LIPI sudah memiliki alat untuk melakukan whole genom sequencing tanpa perlu melakukan kultur atau perbanyakan virus

Anak Buah Jokowi dan Anies Kolaborasi Keruk Sungai
Indonesia
Anak Buah Jokowi dan Anies Kolaborasi Keruk Sungai

Untuk pemasangan sheetpile atau batu kali tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat

Resep Pangan Aman Selama Masa Pandemi COVID-19 Ala BPOM
Indonesia
Resep Pangan Aman Selama Masa Pandemi COVID-19 Ala BPOM

Virus itu sebetulnya cemaran biologi

8.237 Surat Suara Pilwakot Solo Dinyatakan Rusak
Indonesia
8.237 Surat Suara Pilwakot Solo Dinyatakan Rusak

sebanyak 8.237 surat suara dinyatakan rusak tidak layak pakai.

Kementerian ATR/BPN Janji Gandeng Polri Sikat Mafia Tanah
Indonesia
Kementerian ATR/BPN Janji Gandeng Polri Sikat Mafia Tanah

Buzzer-buzzer membuat 'kegaduhan' dan memutarbalikkan fakta