Data Peserta Diduga Bocor, BPJS Kesehatan Ngaku Telah Lakukan Pengamanan Berlapis Ilustrasi pengamanan data. (Foto: Pixabay)

MerahPutih.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengaku tengah menyelidiki dugaan kebocoran data peserta program jaminan kesehatan serta memperkuat sistem pengamanan data menyusul penjualan data kependudukan yang identik dengan peserta BPJS.

"Kami fokusnya pada dugaan peretasan. Selain investigasi penelusuran jejak digital, kami lakukan juga upaya mitigasi pada pelayanan dan administrasi serta penguatan sistem teknologi informasi terhadap gangguan keamanan data berupa proteksi dan keamanan sistem," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti di Jakarta, Selasa (25/5).

Baca Juga:

Bareskrim Periksa Pejabat BPJS Kesehatan Soal Kebocoran Data Penduduk

Dia mengatakan, BPJS Kesehatan telah menerapkan sistem pengamanan data berlapis dan sekarang berupaya memperkuat teknologi pengamanan untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap tindak kejahatan seperti peretasan.

Selain itu, memastikan keamanan data, BPJS Kesehatan melakukan kerja sama strategis dengan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) dan pihak profesional.

BPJS Kesehatan menglaim telag mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pengamanan data sesuai dengan standar ISO 27001 dan Control Objectives for Information Technologies (COBIT) serta mengoperasionalkan Security Operation Center (SOC) yang bekerja 24 jam selama tujuh hari.

"Selama ini kami telah melakukan upaya maksimal untuk melindungi data peserta melalui penerapan tata kelola teknologi informasi dan tata kelola data sesuai ketentuan dan standar serta peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Ia menegaskan, BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan data pribadi peserta program jaminan kesehatan kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, BPJS Kesehatan telah melaporkan perkara tersebut ke Badan Reserse dan Kriminal Polri.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti. (Foto: Antara)
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti. (Foto: Antara)

Kepala Bidang Jaminan Keamanan Pusat Pertahanan Siber Kementerian Pertahanan Kolonel Sus Trisatya Wicaksono menilai langkah BPJS Kesehatan melaporkan kasus penawaran data di forum daring ke pihak berwenang sudah tepat.

"Kemhan sangat berkepentingan dengan permasalahan tersebut sehubungan adanya kerja sama operasional antara Kemhan dengan BPJS Kesehatan terkait data anggota Kemhan/TNI yang terdaftar di BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan dan kementerian/lembaga terkait akan bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini secepatnya," katanya,

Sementara itu, perusahaan telekomunikasi dan teknologi informasi TelkomSigma menyatakan, akan membantu penanganan kasus penawaran data penduduk di forum daring.

"Kami siap membantu upaya BPJS Kesehatan dan pihak-pihak yang berwenang lainnya dalam melakukan penanganan terhadap kasus penawaran data di forum online ini sesuai dengan kapasitas kami," kata SVP TelkomSigma Imam Sukmana. (Knu)

Baca Juga:

Kabareskrim Selidiki Kebocoran Data Pribadi Peserta BPJS Kesehatan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Istana Ungkap Tiga Hal yang Jadi Perhatian Saat Upacara HUT RI
Indonesia
Istana Ungkap Tiga Hal yang Jadi Perhatian Saat Upacara HUT RI

Pasukan upacara 20 orang dari TNI/Polri, Korps musik sebanyak 24 orang, pembawa acara atau MC sebanyak dua orang

DPR Minta Presiden Jokowi Lobi Langsung Raja Salman Buka Ibadah Umrah
Indonesia
DPR Minta Presiden Jokowi Lobi Langsung Raja Salman Buka Ibadah Umrah

Yandri Susanto meminta Presiden Joko Widodo turun langsung untuk melakukan diplomasi dengan Raja Salman agar penyelenggaraan ibadah umrah bisa dilaksanakan.

Penyesuaian Layanan KRL Pada Masa Gapeka 2021
Indonesia
Penyesuaian Layanan KRL Pada Masa Gapeka 2021

KAI Commuter akan menyesuaikan operasional perjalanan KRL Commuterline Jabodetabek menjadi 986 perjalanan KRL dengan 93 loop yang beroperasi dan jam operasional 04.00-22.00 WIB.

Peringati Hari Sepeda Sedunia, Anies Janji Tambah Jalur Sepeda 101 Km
Indonesia
Peringati Hari Sepeda Sedunia, Anies Janji Tambah Jalur Sepeda 101 Km

Gubernur Anies Baswedan melakukan gowes bersama dengan para dubes negara sahabat, dimulai dari Bundaran Senayan hingga Balai Kota DKI.

43 Juta Daftar Kartu Pra Kerja, Yang Lolos Cuma 5,9 Juta
Indonesia
43 Juta Daftar Kartu Pra Kerja, Yang Lolos Cuma 5,9 Juta

Pelatihan yang paling diminati secara berurutan yaitu penjualan dan pemasaran, gaya hidup, manajemen, makanan dan minuman, bahasa asing, keuangan, serta sosial dan perilaku.

Batalkan PTM, Gibran Fokus Vaksinasi Pelajar
Indonesia
Batalkan PTM, Gibran Fokus Vaksinasi Pelajar

Dengan ditundanya PTM tersebut, kata dia, Pemkot Solo juga akan melakukan vaksnasi terhadap remaja. Saran vaksinasi remaja usia 12-18 tahun.

Tekan Penyebaran COVID-19, Jurnalis dan Polisi Bagikan Masker di Kawasan Pasar Baru
Indonesia
Tekan Penyebaran COVID-19, Jurnalis dan Polisi Bagikan Masker di Kawasan Pasar Baru

Kedepan, Polres Jakarta Pusat akan memperbanyak lokasi pembagian masker

Anies Tolak Permintaan Menteri Luhut WFH 75 Persen
Indonesia
Anies Tolak Permintaan Menteri Luhut WFH 75 Persen

Anies Baswedan menolak arahan Menteri Binsar Panjaitan yang meminta pengetatan ibu kota untuk pencegahan COVID-19.

Arahan Kemensos Gunakan Jasa PT Sritex untuk Goodie Bag Bansos
Indonesia
Waspada, Calon Penumpang KRL yang Reaktif COVID-19 Terus Bertambah
Indonesia
Waspada, Calon Penumpang KRL yang Reaktif COVID-19 Terus Bertambah

Jumlah calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) yang reaktif COVID-19 terus bertambah. Terkini, sebanyak 24 di antaranya dinyatakan reaktif COVID-19.