Darurat COVID-19, Produksi Vaksin Sinovac Bio Farma Bisa Dipercepat Penjaga stan pameran Ciftis di Beijing, Jumat (4/9), menunjukkan dua kandidat vaksin COVID-19 buatan Sinopharm dan Sinovac. (ANTARA/HO-GT)

MerahPutih.com - Uji klinis vaksin COVID-19 yang dilakukan PT Bio Farma dan FK Unpad masuk ke babak pemeriksaan antibodi. Babak ini masih panjang. Namun karena kondisi darurat, penentuan vaksin bisa dipercepat.

Untuk diketahui, uji klinis tahap tiga tersebut hasil kerja sama dengan perusahaan vaksin asal Tiongkok, Sinovac Biotech. Target relawan dalam penelitian ini sebanyak 1.620.

Para relawan tersebut banyak yang sudah menjalani penyuntikan sebanyak dua kali. Selanjutnya, mereka menjalani pemeriksaan darah untuk mengecek antibodi.

Baca Juga:

Pemerintah Siapkan Tempat Penyimpangan 300 Juta Vaksin COVID-19

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang juga relawan vaksin COVID-19 juga telah menjalani pengambilan darah. Desember 2020, dia dan relawan lainnya akan menjalani pengambilan darah kedua.

Setelah pengambilan darah kedua, tim peneliti akan menyimpulkan penelitian vaksinnya seraya memantau kesehatan relawan selama tiga bulan ke depan atau Maret 2021.

Ridwan Kamil bilang, tidak menutup kemungkinan bahwa Bio Farma akan mulai memproduksi vaksin dalam waktu dekat sambil menunggu Maret 2021, dengan catatan kesimpulan akhir dari proses uji klinis pada Desember 2020 dinyatakan baik atau berhasil.

Lab Vaksin COVID-19 (Foto: bumn.go.id))
Lab Vaksin COVID-19 (Foto: bumn.go.id))

“Prosedurnya setelah Desember itu masih ada tiga bulan sampai Maret (2021) untuk pengecekan dampak kesehatan dari yang namanya peserta (uji klinis) vaksin. Tapi karena urgensi kedaruratan COVID-19 ini luar biasa, kemungkinan sambil (melakukan tahapan di) Desember (juga) ada kesimpulan. Kalau kesimpulannya baik, sambil berproses menuju Maret, mungkin produksi vaksin bisa kita lakukan di Bio Farma,” papar Ridwan Kamil, usai menjalani pemeriksaan darah di Puskesmas Garuda, Bandung, Rabu (30/9).

Ridwan Kamil juga menyatakan dukungannya kepada pemerintah pusat yang sudah mulai melakukan simulasi distribusi logistik vaksin ke daerah.

“Tanah Indonesia yang berkepulauan ini kunci tantangan (vaksinasi warga) ada pada distribusi logistik. Setelah distribusi logistik, kita doakan proses penyuntikan (vaksin) juga bisa berlangsung tidak terlalu lama,” tuturnya.

Baca Juga:

Tiongkok Janjikan Harga Wajar Vaksin COVID-19

Namun, Ridwan Kamil juga mengingatkan masyarakat agar siap menunggu seluruh proses vaksinasi mulai dari eksperimen, testing, produksi, distribusi produksi, penyuntikan, dan lain-lain bisa memakan waktu sepanjang 2021.

Untuk diketahui, terdapat lebih dari 2.000 orang yang mendaftar menjadi relawan uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 Sinovac hingga pendaftaran ditutup 31 Agustus lalu. Dari total pendaftar, dipilih 1.620 orang yang memenuhi kriteria, salah satunya tidak memiliki penyakit bawaan, untuk menjadi relawan. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Jalani Pemeriksaan Darah Tes Uji Vaksin Corona, Ridwan Kamil: Mohon Doanya


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH