Pilpres 2019
Daripada Sibuk Dukung Capres, Sandiaga Minta Kepala Daerah Urusi Daerahnya Cawapres Sandiaga Uno. Foto: @sandiuno

Merahputih.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno meminta para kepala daerah yang berada di dalam partai koalisinya fokus mengurusi pembangunan di wilayah masing-masing.

"Bagi kami kepala daerah yang terpilih kemarin fokus untuk mengurusi, melayani publik, mengurus pembangunan di wilayah masing-masing," kata Sandiaga di sela berkunjung ke Pasar Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (12/10).

Hal itu dikatakan Sandi menanggapi pernyataan awak media mengenai adanya kepala daerah yang mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres), bahkan mengadakan deklarasi dukungan kepada salah satu pasangan.

Menurut Sandi, ranah pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2019 itu berada di tangan Prabowo-Sandi sebagai capres-cawapres, sementara kepala daerah yang terpilih itu membawa amanah rakyat, sehingga harus membangun wilayah masing-masing.

"Harus bertanggungjawab meningkatkan pelayanan publik, tidak harus menjadi anggota tim pemenangan kita, kita ingin mereka fokus, tapi seandainya mereka ikut tim pemenangan baik dari pihak lawan ataupun netral itu adalah hak politik masing-masing," katanya.

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno. Foto: @sandiuno

"Dan itu nanti ada mekanisme sendiri yang akan mengatur. Saya tidak menyatakan itu (menjadi anggota tim pemenangan) boleh, itu masing-masing partai yang akan mengatur. Kami fokus membenahi ekonomi kita," katanya.

Selain kepala daerah, katanya, bupati dan wali kota juga harus fokus mengurus masyarakat, mengurus pembangunanya di wilayah masing-masing dan tidak mengurusi pilpres yang justru bisa berdampak perpecahan pada rakyatnya.

"Setiap bupati fokus dalam pembangunan dan jangan ikut dalam Pilpres, karena Pilpres berpotensi memecah belah rakyat sendiri, jadi ini yang menjadi penekanan kita," katanya.

"Jadi kita tidak menginginkan para kepala daerah yang ada di tim Prabowo-Sandi itu ikut mengurusi pilpres karena akhirnya menyita waktu mereka untuk mengurusi layanan publik dan layanan kepada masyarakat," katanya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Video Kemarahan Jokowi Dinilai Hanya Strategi agar Menterinya Giat Bekerja
Indonesia
Video Kemarahan Jokowi Dinilai Hanya Strategi agar Menterinya Giat Bekerja

Apa yang dilakukan Istana sebagai strategi komunikasi ke dunia internasional.

Pengamat Sebut Ada Aktor Intelektual di Balik Gerakan Kelompok Anarko
Indonesia
Pengamat Sebut Ada Aktor Intelektual di Balik Gerakan Kelompok Anarko

Tidak ada angin dan tidak ada hujan tiba tiba muncul kelompok yang disebut sebagai Anarko.

Pagebluk COVID-19 Ancam Nyawa Pekerja, Begini Solusi Menaker Buat Perusahaan
Indonesia
Pagebluk COVID-19 Ancam Nyawa Pekerja, Begini Solusi Menaker Buat Perusahaan

Ida juga meminta pengawas ketenagakerjaan meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan kader norma di perusahaan-perusahaan.

Kasus Suap Benur, KPK Dalami Pengumpulan Uang untuk Edhy Prabowo
Indonesia
Kasus Suap Benur, KPK Dalami Pengumpulan Uang untuk Edhy Prabowo

Pada Jumat kemarin, penyidik juga memeriksa Mohamad Tabroni

Dua Bulan, Polisi Amankan 10 Begal Sepeda dari Enam TKP
Indonesia
Dua Bulan, Polisi Amankan 10 Begal Sepeda dari Enam TKP

Yang kami sayangkan banyak korban yang tidak melaporkan

PSI Minta Anies Libatkan TNI Polri Awasi Protokol Kesehatan di Pasar
Indonesia
PSI Minta Anies Libatkan TNI Polri Awasi Protokol Kesehatan di Pasar

Pelibatan aparat penegak hukum itu diminta PSI, lanjut Eneng, karena lingkungan pasar tidak diikuti dengan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

Nihil, Hasil KPK Obok-Obok Cari Nurhadi di Senopati
Indonesia
Nihil, Hasil KPK Obok-Obok Cari Nurhadi di Senopati

kantor yang digeledah tersebut merupakan milik tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto

Usul Si Kaya Nikahi Si Miskin, Sandi: Terlalu Sentuh Ranah Privat
Indonesia
Usul Si Kaya Nikahi Si Miskin, Sandi: Terlalu Sentuh Ranah Privat

Sandiaga Uno menanggapi jenaka soal ucapan Menko PMK Muhadjir Effendy soal fatwa pernikahan lintas ekonomi.

 Naikan Iuran BPJS, Pemerintah Dinilai Pusing Anggaran Negara Tekor Karena Corona
Indonesia
Naikan Iuran BPJS, Pemerintah Dinilai Pusing Anggaran Negara Tekor Karena Corona

"Posisi pemerintah sedang galau. Sedang pusing tujuh keliling. Karena tak punya uang. APBN defisit. Penerimaan pajak menurun. Ekonomi terpuruk. Pengangguran banyak. PHK dimana-mana," jelas Ujang

Tim SAR Pelabuhan Merak Lanjutkan Cari Penumpang Kapal Terjun Sabtu Pagi
Indonesia
Tim SAR Pelabuhan Merak Lanjutkan Cari Penumpang Kapal Terjun Sabtu Pagi

Seorang pria penumpang kapal Ferry KMP Nusa Jaya melompat terjun ke laut saat kapal melaju dari Pelabuhan Merak.