Dari yang Seram sampai Menjijikkan, Langkah Ekstrem untuk Cantik di Berbagai Negara Beberapa negara punya ritual kecantikan yang ekstrem. (Foto_ Unsplash_ kevin laminto)

SEBERAPA jauh kamu mau berbuat untuk tampil cantik? Kalau hanya pergi ke salon dan rela keluar duit untuk skincare, itu belum seberapa. Bandingkan dirimu dengan orang di masa lalu yang rela melakukan berbagai ritual kecantikan yang dianggap aneh atau menyeramkan untuk generasi modern.

Seperti dilansir Mom.com, ritual kecantikan zaman dahulu bisa jadi kamu pandang menyeramkan. Ya, memang sih no pain, no gain, tapi apa iya sampai harus melakukan hal seekstrem berikut ini untuk cantik?

BACA JUGA:

Punya Bodi Mirip Bella Hadid tapi Hobinya Makan dan Tidur, Bisa Enggak Ya?


1. Mandi kotoran buaya

Sama kotoran sendiri saja sudah merasa jijik, gimana dengan poop buaya? Pada zaman Yunani kuno, para perempuan menggunakan kotoran buaya untuk mandi. Seperti apa ya baunya? Jangan bayangkan deh. Kotoran buaya yang masih bertekstur lembut harus dicampurkan dengan tanah dan dibalurkan ke seluruh tubuh. Tidak hanya itu, kotoran buaya juga sering digunakan untuk masker wajah antipenuaan dini. Yaiks!


2. Mesin pembuat lesung pipi

Dimulai pada 1936, lesung pipi menjadi salah satu standar kecantikan para perempuan. Lesung pipi dianggap membuat penampilan menjadi lebih cantik dan terlihat muda. Namun sayangnya, popularitas mesin ini tidak berlangsung lama karena penggunaannya yang sakit dan tidak nyaman.


3. Diet cacing pita

Ternyata tubuh langsing menjadi tren standar kecantikan mulai 1800-an di Inggris. Saat itu, ritual yang dianggap paling cepat dan efektif untuk mendapatkan tubuh ramping ialah dengan mengonsumsi pil berisi telur cacing pita. Telur itu akan menetas di dalam usus dan mengontrol penimbunan lemak pada tubuh. Pada akhirnya, cacing-cacing tersebut akan terbuang saat buang air besar.

4. Kaki mungil

Pada zaman dahulu di Tiongkok, semua perempuan berlomba-lomba untuk memiliki kaki semungil mungkin. Untuk mencapai standar kecantikan tersebut, mereka harus mengikat kaki mereka sejak masih balita. Tak jarang prosedur mematahkan kaki secara paksa dilakukan demi memiliki kaki yang mungil. Jari kaki akan dibungkus dan diikat kain agar tidak tumbuh ke ukuran normal. Sakit sekali ya.

Well, untungnya di masa kini kamu enggak perlu melakukan langkah ekstrem untuk jadi cantik. Slogan body positivity yang kian marak bikin banyak orang sadar bahawa cantik tak melulu urusan tampilan fisik.(mar)

BACA JUGA:

Ketika Sneakerhead Berburu Sepatu di E-commerce


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH