Dari Ruang Siaran ke Layar Kaca Ilustrasi. (pixabay)

DUNIA radio dipenuhi dengan banyak keseruan. Menjadi penyiar radio yang setiap hari berkutat memutarkan lagu dan menemani pendengar ternyata juga membuka banyak peluang ke karier lain.

Dari suara dan pembawaan yang seru, para penyiar radio bisa saja 'melompat' ke bidang depan layar. Banyak selebritas Tanah Air yang mengawali karier mereka dari ruang siaran radio yang berisikan mixer dan mikrofon.

Yuk, lihat para penyiar radio yang kini rajin muncul di layar kaca.


1. Farhan

farhan
Farhan sukes di radio juga layar kaca. (foto: twitter @farhanpenyiar)

Sebagai seorang yang pernah menyicipi profesi penyiar radio, menjadi presenter jadi hal yang mudah saja buat Farhan. Tidak mengherankan jika namanya jadi jaminan kesuksesan sebuah acara TV. Pria kelahiran Bogor, 25 Februari 1970 ini bahkan punya acara bincang-bincangnya sendiri, Om Farhan, yang tayang di salah satu stasiun TV swasta.

Farhan mengawali kariernya di dunia radio dengan menjadi penyiar di Mustang FM. Setelah itu, ia pindah ke Hard Rock Radio. Di sana, ia dipercaya membawakan Good Morning Hard Rockers Show (GMHR) bersama Indy Barends. Dari sanalah kariernya berkembang ke layar kaca.


2. Indy Barends

Indy barends
Indy Barends punya gaya yang unik, orisinil, dan cerdas. (foto: twitter @indybarends)

Presenter ceriwis satu ini juga mengawali karier dari balik meja mixer. Indy Barends pertama kali dikenal lewat Hard Rock FM dengan menjadi partner siaran Erwin Prengkuan.

Ia kemudian makin dikenal saat membawakan Good Morning Hard Rockers Show (GMHR) bersama Farhan. Mereka berdua bahkan pernah memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk siaran selama 32 jam nonstop.

Sebagai penyiar, Indy punya gaya yang khas, orisinil, dan cerdas. Hal itulah yang membuatnya banyak disukai.


3. Fitrop

Fitri Tropica
Gaya lebay Fitrop membawanya ke layar kaca. (foto: twitter @fitrop)

Siapa sangka, Fitri Tropica sudah akrab dengan dunia radio sejak kelas 2 SMA. Ia menjadi penyiar di radio Ardan Bandung. Tentunya karena masih bersekolah, profesi penyiar radio hanya dijalaninya sebagai pekerjaan part time.

Namun, pekerjaan itu berlanjut hingga ia masuk kuliah. Suatu hari, ia dan teman-temannya mengikuti casting untuk sebuah acara komedi di salah satu TV swasta. Rupanya, gaya bicaranya yang lebay berhasil membawanya lolos casting tersebut.

Hingga kini, wajah Fitrop sering kali muncul di acara lawakan di TV.


4. Ringgo Agus Rahman

Ringgo agus rahman
Ringgo Agus menyebut radio sebagai gudang kesempatan dan pertemanan. (foto: twitter @ringgoagus)

Wajahnya kocak, sedikit polos. Pas sekali memerankan cowok jomlo yang mendamba pacar. Mungkin itu alasan Hanung Bramantyo mengajaknya dalam film Jomblo (2006).

Rupanya, kesempatan main film itu berawal dari sebuah kesempatan mengobrol bersama Hanung saat promo radio di OZ Radio Bandung.

Bagi Ringgo, dunia radio membuka pertemanan hingga kesempatan baru.


5. Annisa Pohan

Annisa Pohan
Annisa Pohan bahkan mendapat jodoh dari dunia radio. (foto: twitter @AnnisaPohan)

Kalau Ringgo dapat kesempatan main film karena jadi penyiar radio, lain lagi Annisa Pohan. Artis cantik ini malah ketemu jodoh saat bersiaran di OZ Radio Bandung.

Annisa dikenalkan oleh seorang seniornya di radio dengan Agus Yudhoyono. Dari sanalah kisah cinta mereka berawal hingga menikah.


6. Danang dan Darto

Danang-Darto
Duo kocak Darto-Danang dimulai dari sebuah acara radio. (foto: facebook The Dandees)

Duet kocak di radio ini malah makin kocak saat muncul di TV. Imam Darto dan Dimas Danang awalnya berduet untuk acara The Dandees di Prambors FM. Mereka muncul menyapa kawula muda Prambors tiap pukul 16.00. Acara itu mereka bawakan dengan sangat kocak, membahas isu terbaru, hingga menerima curhat pendengar. Tentunya, karena mereka amat kocak, curhatan itu enggak pernah ditanggapi dengan serius.

Belakangan, mereka meninggalkan acara yang punya banyak fan tersebut. Meski banyak yang kecewa dan sedih, Danang dan Darto malah muncul di salah satu stasiun TV swasta dengan acara yang enggak kalah kocak. Para penggemar The Dandees pun beralih jadi penggemar acara TV mereka.

Tuh, seru kan jadi penyiar radio. Anda tertarik mencoba?(dwi)

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH