Dari Obat Masuk Angin, Nama Koes Plus Terjalin Cover album Koes Plus bertajuk Dheg Dheg Plas

PENJUALAN dua album terakhir Koes Bersaudara, To The So Called The Guilties dan Jadikan Aku Dombamu, sangat lesu. Sementara panggilan manggung pun sepi. Kocek keempatnya semakin tipis. Mereka pun mencari akal.

Nomo, sang penggebuk drum, mencoba memutar haluan. Dia bekerja di dealer mobil pada tahun 1968 agar dapurnya tetap ngepul. Sementara ketiga lainnya tetap bermusik.

Saking sibuk mengurus kerjaan, Nomo sering bolos latihan. Toni sang kakak sekaligus dedengkot Koes Bersaudara menegurnya untuk tetap total di band.

Meski telah berusaha keras, Nomo lagi-lagi mangkir latihan. Toni, seturut Ambri Rahayu pada “Perjalanan Karir Koes Plus 1969-1987”, tak lagi bisa menolerir. Dia meminta Nomo memilih antara tetap di band atau pekerjaannya?

Toni pun mengeluarkan Nomo secara resmi pada akhir tahun 1968. Dia tak bisa menerima alasan Nomo bertanggun jawab terhadap keluarga, karena dirinya dan Yok juga telah berkeluarga dan kondisinya pun sama-sama memprihatinkan.

Keputusan Toni memicu ketegangan. Yok menganggap keputusan sang kakak tak adil. “Seharusnya Nomo diberi kesempatan untuk membuktikan loyalitasnya kepada band,” ungkap Yok dikutip Ambar Rahayu.

Toni tetap berkeras tak mau mencabut keputusannya. Yok pun sama kerasnya. Pembetot bass tersebut menolak bermain musik sebelum Nomo dikembalikan.

Yon, sang vokalis, bimbang berada di tengah ketegangan ketiga saudaranya. “Yon bersimpati terhadap Nomo, tetapi ia juga menghormati pendapat Toni,” seturut lansiran majalah Jakarta-Jakarta, 1995. Tapi, Yon memutuskan untuk tetap di band.

Tak mau ambil pusing, Toni lantas mencari pengganti mereka. Dia pun mendapat bassist anyar, Totok AR, adik Lies AR, anggota Dara Puspita, dan Muri sebagai pemain drum.

Tujuan Koes Bersaudara formasi baru tak lain rekaman, membuat album. Setelah berlatih keras dan mematangkan lagu, mereka pun siap masuk dapur rekaman.

Sebelum mengontak pihak rekaman, Dimita Record, Toni menganggap nama Koes Bersaudara tak lagi cocok lantaran masuknya Toto AR dan Muri.

Saat mencoba beberapa nama, Toni melihat sebuah iklan obat masuk angin APC Plus. Dalam iklan tertulis produk tersebut menjadi plus karena adanya kandungan baru dalam obat. “Toni melihat bahwa situasi sama juga dialami bandnya. Kata plus dianggap dapat menggambarkan formasi baru bandnya”, kutip Citra, Juli 1993.

Setelah berunding, mereka pun sepakat mengubah nama Koes Bersaudara menjadi Koes Plus. Mereka pun berhasil menelurkan album bertajuk Dheg Dheg Plas pada akhir tahun 1969 dengan nama baru Koes Plus. (*)



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH