Dari Cacing sampai Rektum Kuda, Delapan Makanan Aneh dari Berbagai Negara Beberapa negara punya hidangan yang tidak lazim. (foto: pixabay)

BENTANG alam dan kondisi lingkungan menentukan makanan apa yang jadi konsumsi harian penduduk sebuah negara. Beberapa negara dengan bentang laut yang luas mendapatkan asupan nutrisi dari olahan hasil laut yang, ya, enggak semuanya lazim. Pasalnya, banyak juga hewan laut yang berwujud 'aneh' tapi digemari.

Lain halnya dengan negara dengan bentang alam hutan hujan torpis. Kekayaan hasil hutan jadi pilihan mereka untuk mencari nutrisi.

Beberapa pilihan makanan itu buat orang Indonesia sih enggak lazim banget. Dikutip dari Travelchannel.com, berikut makanan enggak lazim dari berbagai negara di dunia.

Ulat kelapa. (foto: youtube)


1. Ulat pohon kelapa

Di jantung hutan hujan Amazon di Peru, penduduk lokal memanen ulat pohon kelapa. Ulat itu kemudian ditusuk seperti satai dan dibakar. Makanan ii banyak lo dijual di pasar lokal sana. Bahkan, satai ulat kelapa itu kaya akan protein.

Asal dimasak dengan benar, ulat kelapa terasa seperti kulit ayam bakar yang renyah. Namun, kalau memasaknya enggak tepat, rasanya seperti nanah.

Hakarl. (foto: twitter)


2. Hakarl

Makanan ini khasnya negara Islandia. Hakarl adalah ikan hiu Greenland yang difermentasi. Ikan hiu tersebut sebenarnya beracun jika disnatap dalam keadaan segar. Oleh karena itu, penduduk Islandia mendiamkan daging ikan hiu tersebut di tanah selama beberapa bulan. Setelah itu, daging ikan hiu digantung hingga kering selama beberapa bulan lagi.

Meskipun aroma ikan hiu fermentasi amatlah tidak menarik, ternyata rasa hakarl amat manis, seperti kacang, bahkan tidak amis.

Pyura. (foto:youtube)

3. Tunicata raksasa

Tunicate adalah hewan laut yang menempel pada bebatuan. Di perairan Santiago, Cile, tunicata raksasa seukuran bola basket dengan mudah ditemukan. Penduduk lokal menyebutnya pyura. Warga Santiago membelah pyura untuk mengambil isinya.

Bagian luar pyura mungkin tampak seperti batu, tapi di dalamnya terdapat gumpalan merah (seperti otak). Dengan sedikit perasann lemon, pyura disebut sebagi hidangan laut yang nikmat.

Cacing palolo.(foto: samoaobserver)


4. Cacing koral

Palolo ialah sebutan yang diberikan orang Samoa bagi cacing koral favorit mereka. Orang Samoa berburu palolo hingga ke palung Samudra Pasifik. Palolo hanya muncul pada saat kondisi tertentu.

Cacing palolo dihidangkan mentah, ditumis atau digunakan sebagai olesan roti. Rasanya? Seperti ati yang dicelup air asin.

Hongeo. (foto: youtube)


5. Hongeo

Di Korea Selatan, penduduk lokal mengenal hidangan hongeo. Hidangan ini berupa ikan skate (sejenis pari) yang difermentasi. Karena disajikan mentah, ikan ini punya aroma yang menusuk, seperti campuran karbol rumah sakit dan lem.

Kazy. (foto: kazakhworld)


6. Sosis iga dan rektum kuda

Penduduk Kazakhstan tidak menyia-siakan sedikit pun bagian tubuh kuda. Dari ujung kepala hingga ke bagian rektum. Semua mereka olah.

Kazy ialah salah satu olahan dari daging kuda. Bentuknya berupa sosis yang terbuat dari daging iga kuda yang dibumbui dengan bawang putih dan garam kemudian dibungkus dengan bagian rektum kuda.

Timun laut. (foto: alaskagov)


7. Timun laut

Perairan di Sitka, Alaska, kaya akan hewan laut eksotis seperti abalone dan timun laut.

Jika dimasak dengan tepat, timun laut amatlah digemari. Biasanya timun laut dimasak dengan cara ditumis dengan sedikit saoy sauce.

Tarantula khas Kamboja. (foto: pinterest)


8. Tarantula

Hewan berkaki delapan ini memang menyeramkan. IDentik dengan dekorasi seram saat Halloween. Siapa yang membayangkan bahwa hewan ini bisa dimakan?

Di Kamboja, tarantula digoreng dalam minyak yang banyak. Kemudian dimasak dalam wok dengan sejumlah gula, garam, cabai, dan bawang putih.

Bagaimana? Enggak lazim ya. Sepertinya, makan keong sawah masih terbilang enteng ya ketimbang mencoba makan-makan tersebut.

Berani coba?(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH