Dari Balik Jeruji Besi, Romahurmuziy Keluhkan Hal Ini pada KPK Ketua Umum PPP Romahurmuziy. ANTARA/M Agung Rajasa

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengaku sulit tidur ketika berada dibalik jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) lembaga antirasuah.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, hal tersebut terungkap saat tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementeriaan Agama (Kemenag) itu menjalani pemeriksaan Dokter setelah sebelumnya mengeluh sakit ke KPK.

"Tersangka mengeluhkan sulit tidur dalam beberapa hari ini, karena itu diberikan pengobatan yang sesuai dengan keluhan tersebut," kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis (21/3).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (MP/Angga)
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (MP/Angga)

Lebih lanjut Febri mengatakan, setelah melalui serangkaian pemeriksaan, tim Dokter menyatakan kesehatan pria yang karib disapa Romi ini masih dalam keadaan normal.

"Tadi dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan, beberapa indikator kesehatan masih dalam angka yang wajar," jelas Febri.

Karena itu, KPK berharap Romi bisa segera pulih dan menjalani pemeriksaan perdana dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Sebab, pada hari ini, agenda pemeriksaan tersebut harus dijadwal ulang setelah Romi mengeluh sakit.

"Semoga besok pagi kondisi yang bersangkutan sudah lebih membaik sehingga pemeriksaan dapat dilakukan," tandas Febri.

KPK menetapkan Romi sebagai tersangka jual beli jabatan di Kemenag. Romi dijerat bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. (Pon)

Baca Juga: Seusai Diperiksa KPK, Ketua Umum PPP Romahurmuziy: Saya Dijebak

Kredit : ponco


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH