Dari Anglingdarma Sampai Odong-odong, Menyiasati Kekosongan Angkutan Antarlingkungan Odong-odong sebgaai wahana kegembiraan anak-anak. (Foto: instagram @odongodongolala)

JAUH sebelum transportasi terintegrasi seperti sekarang, kemunculan terminal bayangan menjadi pemandangan umum. Di tempat tersebut, penumpang rajin bertukar moda transportasi. Mereka, terutama masyarakat dari perkampungan dengan jalan kecil, harus menggunakan ojek, lalu mikrolet, sesampainya di terminal bayangan lalu mengganti metromini atau bus.

Betapa berbelitnya menggunakan transportasi di masa belum terintegrasi. Selain menguras tenaga lantaran harus berkali-kali pindah moda, bahkan beberapa terkadang harus ditempuh dengan jalan kaki, juga membuat kantong makin lama makin kering. Hitung saja ongkos tiga kali naik angkutan lalu dikali dua sebab pergi-pulang.

Baca Juga:

Pergi ke Gym, 10 Persen Olahraga, 90 Persen Tebar Pesona

Di tengah situasi tersebut, muncul angkutan alternatif terutama demi menjangkau area belum dilintasi transportasi umum atau lantaran jadwal angkutan telah habis. Di terminal bayangan, di masa lalu mungkin di beberapa titik lokasi sekarang, acap dijumpai 'Taksi Gelap'.

Mungkin istilah 'Taksi Gelap' sudah tidak populer di masa kini. Kehadirannya sudah kalah pamor dengan ojek daring sepeda motor maupun mobil.

odong-odong
Armada untuk mudik dan arus balik Lebaran. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

'Taksi Gelap' atau disebut juga omprengan merupakan angkutan roda empat tanpa ijin operasi secara sah. Tampilannya persis mobil pribadi pada umumnya. Tak ada nomor angkutan, rute terpampang di kaca depan, atau nama angkuta maupun perusahaannya di badan kendaraan. Calon penumpang akan tahu rute perjalanan dari teriakan kernet atau supir.

Meski tak mengantungi ijin resmi, kehadiran 'Taksi Gelap' cukup membantu para penumpang karena transportasi umum sudah selesai jam operasi. 'Taksi Gelap' hadir mengisi kekosongan transportasi umum dengan rute cukup jauh bahkan beberapa lintas provinsi.

Baca Juga:

Bunda, Begini Trik Suami Beli Barang Mahal

Di tingkat lingkungan, justru muncul varian angkutan lebih banyak lagi. Bahkan, wujudnya justru bikin orang geleng-geleng kepala. Enggak terlalu penting tampilan, asalkan penumpang sampai tujuan. Begitu kira-kira semangat kemunculan angkutan bayangan antarlingkungan.

Mungkin Boomers masih ingat Anglingdarma atau akronim Angkutan Lingkungan Dari Masyarakat. Transportasi serupa mobet (kendaraan bermotor roda tiga) tersebut merupakan hasil kreatifitas masyarakat di tengah kekosongan moda transportasi terutama mampu beroperasi menjelajah jalan-jalan sempit ibu kota.

odong-odong
Anglingdarma, salah satu angkutan legendaris di Jakarta. (Lili Yuliadi)

Tak heran, Anglindarma sangat diandalkan masyarakat, terutama ibu-ibu, karena praktis, bisa masuk gang-gang kecil, murah, lagipula sang pengemudi bersedia membantu mengangkat barang sampai ke rumah. “Kami bisa ngutang, pak. Khususnya kalau untuk mengantar anak sekolah, karena dengan para pengemudinya sudah kenal,” kata Haryati, salah pengguna Anglingdarma dikutip Kompas, 26 November 1991.

Selanjutnya, ada Odong-odong. Biasanya, Odong-odong berasal dari kendaraan roda empat butut lantas dimodifikasi seadanya lalu ditambahkan ornamentasi digemari anak-anak, seperti ikon serial atau film kartun. Selain dari kendaraan roda empat, ada pula bentuknya serupa kereta dengan sepeda motor sebagai lokomotif.

Baca Juga:

Akal-akalan Tampil 'Hypebeast' dengan Budget Minim

Odong-odong beroperasi dari jalan antarlingkungan sampai di beberapa tempat melintasi jalan raya. Tampilan eksentrisik dan ramai lagu anak maupun dangdut koplo ternyata tak cuma diminati anak-anak. Ibu-ibu pun senang ke pasar naik Odong-odong lantaran murah dan cukup sekali naik. Malahan, kadang Odong-odong disewa khusus demi mengantar mereka ke suatu tempat.

Selain Odong-odong, ada pula motor roda tiga pengangkut galon. Motor tersebut tak hanya digunakan mengangkut barang kebutuhan kios. Di beberapa tempat, motor roda tiga selain dijadikan 'warung berjalan' juga acap jadi angkutan antarlingkungan.

odong-odong
Infografis Odong-Odong. (MP/Fikri)

Lagi-lagi, soal tampilan tentu tak menarik, tetapi saya jangkaunya bisa meliuk di jalan sempit jadi andalan penumpang. Meski begitu, soal keamanan dan kenyamanan, baik Anglingdarma sampai Odong-odong sudah pasti berbeda dari transportasi umum resmi.

Berdasarkan UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Anglingdarma sampai Odong-odong, tidak sesuai peruntukannya termasuk berkait Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Sertifikat Uji Tipe (SUT), dan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT). Lagipula, kendaraan modifikasi diperuntukkan bagi angkutan tersebut juga tak berkesusuaian dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan, PP No. 74/2014 tentang Angkutan Jalan, dan Peraturan Daerah DKI Jakarta No.5/2014 tentang Transportasi.

Meski bertentangan dengan sederet peraturan, kehadiran modifikasi kendaraan diperuntukkan bagi angkutan khususnya Odong-odong masih jadi andalan bagi sebagian masyarakat. Kemunculan ojek daring pun tak menggeser kehadiran Odong-odong, sebab penggunanya tak perlu punya ponsel berikut aplikasi khusus. (Shn)

Baca Juga:

Siasat Menghindari Tukang Parkir Mini Market

Penulis : annehs annehs
Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lima Tempat Rekreasi Yogyakarta yang Ramah Anak
Travel
Lima Tempat Rekreasi Yogyakarta yang Ramah Anak

Yogyakarta punya banyak lokasi wisata yang ramah anak.

Desa Pujon Kidul hingga Penglipuran, Rekomendasi Wisata di 2022
Travel
Desa Pujon Kidul hingga Penglipuran, Rekomendasi Wisata di 2022

Desa wisata selalu punya daya tarik untuk liburan.

Karbo Ketemu Karbo, Kebiasaan Makan Orang Indonesia
Kuliner
Karbo Ketemu Karbo, Kebiasaan Makan Orang Indonesia

Tentunya makanan ini dijauhkan oleh orang-orang yang lagi diet. soalnya dalam satu piring terdapat kandungan karbohidrat bertemu dengan karbohidrat lainnya

Lokasi Wisata di DIY Buka saat Libur Lebaran
Travel
Lokasi Wisata di DIY Buka saat Libur Lebaran

Namun lokasi wisata yang buka berada di di zona hijau.

Jabar Masih Harus Anggarkan Penanggulangan dan Penanganan COVID-19
Tradisi
Jabar Masih Harus Anggarkan Penanggulangan dan Penanganan COVID-19

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara tegas meminta pemerintah daerah (pemda) mempercepat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2021.

Mitos atau Fakta Makanan Peningkat Gairah Seksual
Kuliner
Mitos atau Fakta Makanan Peningkat Gairah Seksual

Banyak orang yang mempercayai bahwa kandungan dalam daging kambing dapat meningkatkan gairah seksual.

Gunung Kidul Siap Buka Objek Wisata Besar- Besaran
Travel
Gunung Kidul Siap Buka Objek Wisata Besar- Besaran

Objek wisata di wilayah ini siap menyambut wisatawan yang berlibur.

Pentingnya CHSE Bagi Hotel di Tengah Pandemi COVID-19
Travel
Pentingnya CHSE Bagi Hotel di Tengah Pandemi COVID-19

CHSE menjadi salah satu faktor penting yang harus dimiliki Hotel saat masa pandemi COVID-19

5 Makanan Ringan Lezat dari Budaya Asia Tenggara
Kuliner
5 Makanan Ringan Lezat dari Budaya Asia Tenggara

Makanan ringan yang dapat mengeyangkan.

Kerupuk Melarat, Camilan Bebas Minyak Khas Negeri Aing
Kuliner
Kerupuk Melarat, Camilan Bebas Minyak Khas Negeri Aing

Kerupuk warna-warni ini digoreng menggunakan pasir.