Kesehatan Mental
Dapatkah Robot Membantu Kesehatan Mental Manusia? Dapatkah robot membantu kesehatan mental manusia. (Foto: Unsplash/photoshobby)

TAHUN 2020 adalah tahun yang berat dan mengganggu kesehatan mental banyak orang. Meningkatnya isu kesehatan mental dibarengi dengan kurangnya ahli kesehatan mental memunculkan pertanyaan, dapatkah robot menjadi terapis?

Oracle dan Workplace Intelligence melakukan studi global terhadap 12 ribu responden yang terdiri dari karyawan, manajer, pemimpin SDM, dan eksekutif tingkat C di 11 negara. Mereka menemukan bahwa pandemi COVID-19 telah meningkatkan stres, kecemasan, dan kelelahan di tempat kerja bagi orang-orang di seluruh dunia.

Baca Juga:

4 Cara Mengatasi Masalah Kesehatan Mental

mental
(Foto: Pixabay/Foundry)

Diperkirakan 70% orang mengalami lebih banyak stres dan kecemasan di tempat bekerja pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini berdampak negatif pada kesehatan mental 78% tenaga kerja global, menyebabkan lebih banyak stres (38%), kurangnya keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan (35%), kelelahan (25%), depresi karena tidak bersosialisasi (25%), dan kesepian (14%).

Saat ditanya mengenai terapis robot, banyak dari mereka selain setuju, bahkan lebih memilih robot daripada orang lain untuk membantu.

"Responden dari UK sedikit lebih sinis terhadap penggunaan AI untuk membantu kesehatan mental mereka di tempat kerja seperti wilayah lain (60% vs 75% secara global). Namun, 77% ingin perusahaan mereka menyediakan lebih banyak teknologi untuk mendukung kesehatan mental mereka, dan 69% terbuka untuk memiliki robot terapis. Membuat Inggris lebih terbuka atas bantuan AI," jelas Oracle dalam rilisnya.

Studi menemukan bahwa beberapa lebih memilih robot daripada manusia karena robot tidak akan menghakimi. Robot dianggap tidak bias untuk berbagi masalah dan dapat memberi jawaban cepat untuk pertanyaan terkait kesehatan.

Baca Juga:

4 Gangguan Mental yang Paling Banyak Diderita

mental
Dengan teknologi, robot mampu membaca kesehatan mental seseorang. (Foto: Unsplash/Bruno Aguirre)

Teknologi robot terapis ini sudah lumayan berkembang. Mengutip VICE, peneliti dari Massachusetts Institute of Technology telah mengembangkan model neural-network yang dapat mendeteksi depresi dalam pola bicara dalam rekaman teks dan audio percakapan.

Di masa mendatang, model tersebut dapat ditambahkan ke aplikasi seluler yang memantau teks dan suara pengguna dengan gangguan mental. Ini bisa sangat berguna bagi orang yang tidak dapat pergi ke klinik untuk diagnosis yang tepat karena jarak, biaya, atau bahkan ketidaknyamanan karena rentan terhadap terapis manusia.

Walau begitu, tentunya teknologi ini memiliki kekurangan. Robot tidak memiliki perasaan empati atau simpati yang dibutuhkan oleh pasien.

Baca Juga:

Merasa Kesehatan Mental Terganggu, Apa yang Harus Dilakukan?

mental
Robot dianggap masih memiliki keterbatasan. (Foto: Unsplash/photoshobby)

Jolin Pan (20), menghadiri sesi konseling untuk mengatasi kecemasannya. Sementara dia melihat manfaat robot dalam kesehatan mental, dia mengatakan dia masih merindukan hubungan manusia.

"Saat saya mengikuti konseling, saya ingin seseorang yang memiliki emosi dan dapat berempati," katanya kepada VICE News. Sistem AI pasti membantu sampai batas tertentu, tetapi ketika sampai pada masalah yang lebih kompleks seperti masalah keluarga yang mengakar atau konflik persahabatan yang rumit, dia merasa bahwa AI tidak akan dapat memenuhi kebutuhannya.

Mungkin tidak mengerjakan apa yang dilakukan seorang terapis sepenuhnya, Desmond Soh, seorang psikolog praktik di Annabelle Psychology Singapura mengatakan kepada VICE News, "AI pasti akan membantu otomatisasi tugas rutin seperti penilaian psikometri atau tes IQ, yang akan memberi kita (terapis) ruang untuk melakukan hal-hal lain." (lev)

Baca Juga:

Ghosting, Berbahaya Bagi Kesehatan Mental

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Meme Viral Disaster Girl Dijual Seharga Rp7,1 Miliar
Fun
Meme Viral Disaster Girl Dijual Seharga Rp7,1 Miliar

Foto itu seringkali dipakai untuk bermacam-macam meme yang selalu mengundang tawa.

Kenapa Sih 5 Jenis Brompton Ini Disebut Edisi Spesial?
Fun
Kenapa Sih 5 Jenis Brompton Ini Disebut Edisi Spesial?

Sudah tahu belum lima jenis sepeda Brompton ini?

Game Lokapala Siap Lebarkan Sayap di Asia Tenggara
Fun
Game Lokapala Siap Lebarkan Sayap di Asia Tenggara

MOBA buatan Indonesia Lokapala akan ekspansi server di Asia Tenggara

Sehatnya Jatuh Cinta
Fun
Sehatnya Jatuh Cinta

Kenali 5 Manfaat Dahsyat Jatuh Cinta Bagi Kesehatan

Penuh Lika Liku Adrian Khalif Rilis Single 'Khilaf'
ShowBiz
Penuh Lika Liku Adrian Khalif Rilis Single 'Khilaf'

Nuansa R&B masih terasa lekat dengan ketukan yang santai dan mudah didengar.

Kisah Mengharukan Stephanie Poetri Dibalik Lagu 'IRL'
Fun
Kisah Mengharukan Stephanie Poetri Dibalik Lagu 'IRL'

'IRL' menjadi single ketiga dari mini album 'AM:PM'.

Harapan Manis Heechul Super Junior Pada Mantannya
Hiburan & Gaya Hidup
Harapan Manis Heechul Super Junior Pada Mantannya

Status hubungan pun bisa menentukan karir para artis.

Sukses, SpaceX Membawa Pulang Dua Astronautnya Kembali ke Bumi
Fun
Sukses, SpaceX Membawa Pulang Dua Astronautnya Kembali ke Bumi

Sempat dianggap mustahil oleh Elon Musk sendiri.

  'Waiting for the Barbarians' Hadir di Mola TV
Fun
'Waiting for the Barbarians' Hadir di Mola TV

Waiting for the Barbarians dapat kamu nikmati di layanan streaming Mola TV.

Cegah Hoaks, Twitter Akan Batasi Retweet
Fun
Cegah Hoaks, Twitter Akan Batasi Retweet

Twitter akan membatasi retweet guna mencegah hoaks menjelang pemilu AS