Dancing Pallbearers, Budaya Ghana Mengangkat Peti Mati Viral di Media Sosial Pallbearers dancer ternyata sebuah budaya dari Ghana. (Foto Knowyourmeme)


SELAMA karantina di masa pandemi COVID-19, media sosial dipenuhi meme memperlihatkan beberapa orang menari sambil membawa peti mati di atas pundak mereka. Uniknya, mereka menggunakan seragam tertentu layaknya pekerja profesional. Video tersebut seringkali dikaitkan dengan masyarakat yang masih saja keluar rumah untuk kepentingan tidak darurat di tengah pandemi.

Baca juga: Kedai Kopi Ini Bagi-Bagi Ratusan Gelas Kopi Ke Rumah Sakit Rujukan Corona



Video tersebut semakin lucu ketika diiringi dengan alunan musik Astronomia. Ternyata, cuplikan sekelompok orang membawa peti mati sambil berdansa tersebut bukanlah sebuah lelucon. Mereka dijuluki sebagai Pallbearers Dancer, sebuah tradisi dari Ghana, Afrika. Keluarga di Ghana menjadikan prosesi pemakaman orang yang mereka cintai bagaikan sebuah parade marching band. Dalam prosesi itu mereka menyewa sebuah grup penari pengusung jenazah kepada Pallbearers.

Melansir BBC Afrika, Pallbearers merupakan sekelompok orang penyedia jasa untuk membantu mengangkat peti mati dari salah satu anggota keluarga yang meninggal. Para penari tersebut tidak hanya memanggul peti jenazah di bahu, melainkan juga harus bisa menghibur para keluarga dan pengantar jenazah ke pemakaman dengan sebuah tarian. Dalam menjalankan tuguasnya, mereka mengenakan baret, jas hitam, kemeja putih, dasi, celana bahan hitam, sarung tangan, dan sepatu hitam.


Pallbearers
Seragam para Pallbearers dancer saat bekerja. (Foto Campuserian)

Benjamin Aidoo, pemimpin dari Pallbearers Dancing, mengatakan ada beberapa paket bisa dipilih klien. Mulai dari mengangkat peti dengan berjalan biasa, mengangkat dengan sedikit tarian, hingga disajikan dengan koreografi tidak biasa.

Baca juga: Cegah Penyebaran COVID-19, CDC Sarankan Pakai Masker Ini


“Kami bertanya kepada mereka, kalian ingin yang serius atau menggunakan sedikit tarian? Atau mungkin mau ditambahkan koreografi? Ketika mereka meminta, kami akan lakukan,” ujar Aidoo.

Uniknya, keluarga di Ghana justru semakin banyak meminta jasa Pallbearers ketika ada anggota keluarga meninggal. Salah satunya Elizabeth Annan, saat ditinggal pergi sang ibu.

“Saya putuskan untuk memberikan ibu saya sebuah tarian untuk mengantarkannya ke sang pencipta,” ujar Anna.

Ghana menjadi salah satu negara terkenal dengan tingginya angka pengangguran. Dengan adanya Pallbearers, Aidoo telah menciptakan lebih dari 100 lapangan pekerjaan untuk muda-mudi di Ghana. (and)

Baca juga: Kisah Cinta Paling Romantis dan Bikin Iri di Tengah Pandemi COVID-19


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho