Danau Limboto Riwayatmu Kini Danau Limboto. (Instagram/widakusumaastuti)

Danau Limboto merupakan kebanggaan masyarakat Gorontalo. Danau ini pernah disambangi oleh Bung Karno tahun 1951. Kedatangan Sang Proklamator ke Danau Limboto hingga saat ini masih bisa dilihat jejaknya. Bekas pendaratan pesawat amfibi Patrol Bomber Catalina di tepi danau.

Namun, kejayaan Danau Limboto semakin hilang. Pada Juni 2015, kenangan Presiden Sukarno di Danau Limboto diabadikan dengan sebuah replika PB Catalina. Di sebuah pojok tempat wisatawan berfoto, tertulis 'I Love Danau Limboto, Tapi Di Sini Kadang Saya Merasa Sedih'. Tulisan itu menjadi tanda bahwa Danau Limboto berangsur hilang.

Luas Danau Limboto dari tahun ke tahun semakin menyusut. Pada 1930-an danau memiliki luas 7.000 hektare, kemudian menyusut setengahnya lebih tahun 1999. Sedimentasi menjadi ancaman serius. Kemudian pemukiman penduduk merangsek ke dalam. Kedalaman Danau Limboto semakin hari semakin dangkal dengan pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali.

Keadaan Danau Limboto saat ini menjadi perhatian serius, salah satunya dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II. Masyarakat Gorontalo, terutama masyarakat sekitar danau diajak untuk cepat-cepat menyelamatkan Danau Limboto.

"Seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah mari bergotong royong menyelamatkan dan melestarikan danau Limboto," kata Kepala BWS Sulawesi II Jeane Wagey, usai lomba pembersihan enceng gondok di kawasan Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (25/3). Demikian seperti dilansir Antara.

Dalam 10 tahun ke depan, Jeane memperkirakan danau Limboto akan hilang jika tidak dilakukan tindakan nyata penyelamatan dan pelestarian. "Sedimentasi di danau Limboto cukup besar dan juga eceng gondoknya banyak, jika kita tidak melakukan upaya pelestarian, danau ini bisa hilang," katanya.

Berita terkait Gorontalo baca juga di: 1.500 Rumah Terendam Banjir Di Gorontalo


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH