MerahPutih.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan mulai membeli saham-saham di pasar modal Indonesia sejak dua hari terakhir, terutama saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir mengatakan keputusan pembelian tersebut didasarkan pada pertimbangan fundamental perusahaan serta potensi imbal hasil yang dinilai menarik dibandingkan dengan risiko investasinya.
Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami efektif, dan kita akan terus selama harganya menarik, memiliki prospek yang baik,
ujar Pandu dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/1).
Saham-saham perusahaan BUMN memiliki fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan yang baik, serta valuasinya saat ini menarik sehingga memberikan peluang investasi bagi Danantara.
Baca juga:
IHSG Hari Ini Ngegas ke 5.328, Jurus BI dan Regulator Sukses Bikin Pasar Saham Bergairah
Danantara akan terus menambah kepemilikan saham selama peluang investasi yang tersedia masih menawarkan keseimbangan risiko dan imbal hasil yang menarik.
Ia memastikan strategi investasi Danantara tetap berorientasi pada keuntungan dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Kami selalu profit oriented. Kami melihat sekarang dari sisi risk-reward menarik. Kami juga sudah mulai masuk di pasar modal, dan tentunya itu akan bertambah terus,
kata Pandu.
Pandu menyoroti isu terkait penyedia indeks global MSCI yang menjadi perhatian pelaku pasar saat ini.
Menurutnya, terdapat perbedaan antara persoalan yang berkembang di Kuala Lumpur, Malaysia, dan kondisi perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia.
Ia menekankan pentingnya melihat kondisi perusahaan berdasarkan fundamental masing-masing, terutama perusahaan BUMN yang dinilai memiliki prospek investasi menjanjikan.
Pandu memastikan, Danantara akan tetap berfokus pada fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia dalam menentukan keputusan investasi, sembari memanfaatkan peluang yang muncul dari kondisi pasar saat ini.
Kondisi pasar modal saat ini, tegas ia, menawarkan peluang investasi yang menarik, khususnya pada saham-saham BUMN yang memiliki prospek pertumbuhan dan valuasi yang dinilai kompetitif. (*)