Danantara Genjot Reformasi Pasar Modal: Demutualisasi BEI dan Free Float 15 Persen

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Danantara Genjot Reformasi Pasar Modal: Demutualisasi BEI dan Free Float 15 Persen

Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl RP Soeroso, Menteng, Jakarta. ANTARA/Muhammad Heriyanto/am.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:


MERAHPUTIH.COM - KETUA Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani menyatakan pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus memperdalam pasar modal Indonesia. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons dinamika pasar keuangan global dan domestik.
?
“Hari ini kami menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo dalam merespons dinamika pasar modal dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional,” ujar Rosan dalam keterangannya, Sabtu (31/1).
?
Rosan menjelaskan terdapat tiga langkah utama yang ditempuh pemerintah. Pertama, menaikkan batas investasi dana pensiun dan perusahaan asuransi di pasar modal hingga 20 persen. Kedua, mempercepat proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketiga, meningkatkan ketentuan free float emiten menjadi minimal 15 persen.
?
Menurut Rosan, demutualisasi BEI menjadi fondasi penting bagi transformasi pasar modal. Kebijakan ini membuka ruang investasi baru, termasuk bagi Danantara dan mitra global, untuk berpartisipasi langsung dalam penguatan struktur pasar. “Demutualisasi BEI membuka ruang investasi bagi Danantara dan mitra global untuk berpartisipasi dalam memperdalam pasar,” ujarnya.

Baca juga:

Danantara Bersiap Menjadi Pemegang Saham BEI, Kurangi Potensi Benturan Kepentingan


?
Ia menambahkan, peran badan usaha milik negara (BUMN) sangat signifikan karena menyumbang hampir 30 persen dari total kapitalisasi pasar saham nasional. Oleh karena itu, reformasi struktural dinilai mendesak untuk mendorong likuiditas, transparansi, dan daya tarik pasar Indonesia di mata investor global.
?
Rosan menegaskan kebijakan tersebut tidak bersifat reaktif atau jangka pendek. Reformasi ini berdiri di atas fundamental ekonomi nasional yang dinilai kuat, koordinasi fiskal dan moneter yang solid, serta keselarasan antarinstitusi negara.
?
“Langkah ini bukan respons jangka pendek, melainkan reformasi struktural untuk memperbaiki tata kelola, memperkuat transparansi, dan membawa pasar modal Indonesia ke standar internasional,” kata Rosan.(Pon)

Baca juga:

Ini Kata Istana Soal Mundurnya Dirut BEI, Bukan Arahan

#Danantara #BPI Danantara #Ekonomi #Bursa Efek Indonesia (BEI)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Dinamika global masih perlu diwaspadai karena sejumlah kekuatan ekonomi utama dunia tengah menghadapi ketidakpastian.
Dwi Astarini - 1 jam, 1 menit lalu
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Berita Foto
Bursa Efek Indonesia Ubah Batas Auto Rejection Bawah ke 7 Persen
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 19 Oktober 2026
Bursa Efek Indonesia Ubah Batas Auto Rejection Bawah ke 7 Persen
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Hingga penutupan 16 Oktober, kondisi IHSG di 5.185. Ada penurunannya sekitar 33,29 persen, dari level saat pelantikan 7.772,60.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Indonesia
IHSG Kembali Melemah, Langsung Turun 4,31 Persen di Pembukaan Pagi
MSCI telah memberi tenggat waktu bagi Indonesia hingga 20 Juni 2027 untuk membuktikan bahwa reformasi pasar modal benar-benar mengejawantah secara nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
IHSG Kembali Melemah, Langsung Turun 4,31 Persen di Pembukaan Pagi
Indonesia
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Ia berjanji akan mengusut dugaan pelanggaran maupun tindak pidana di pasar modal.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Indonesia
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Dari 61 saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sedikitnya 31 saham telah diperiksa
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Indonesia
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah membuka peluang investasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak menguat menyusul sesi positif di Wall Street, Amerika Serikat (AS)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Indonesia
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Hasil peninjauan indeks MSCI semestinya diumumkan pada 12 November 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Indonesia
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Masukan dari lembaga penyedia indeks global harus menjadi perhatian otoritas bursa agar persoalan yang menjadi sorotan investor internasional dapat ditangani.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Bagikan