Dana Kampanyenya Dipersoalkan, TKN: Kubu Prabowo Kerjanya Cari-Cari Kesalahan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani. (Foto: MP/Fadli)

Merahputih.com - Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebut terdapat kejanggalan dalam laporan penerimaan dana kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Kejanggalan tersebut berasal dari penerimaan yang berasal dari sumbangan calon presiden petahana.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani menyayangkan Tim tudingan miring itu.

BACA JUGA: Bongkar Salah Fatal Gugatan Prabowo, TKN Prediksi Putusan MK: No

"Saya sudah baca enggak ada itu ICW yang mengatakan bahwa soal ini itu berarti pelanggaran terhadap prinsip kejujuran, enggak ada," kata Arsul kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/6).

Arsul menyebut pihak BPN hanya sedang salah paham. TKN sendiri yakin bisa menjelaskan soal tuduhan kejanggalan laporan dana kampanye.

"Wong itu bisa dijelaskan kok bahwa mereka itu misleading (salah paham). Nah yang misleading misleading kepada publik seperti ini harusnya kalau seorang lawyer harus dihindari," ujar Arsul.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani. (Foto: MP/Fadli)
Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani. (Foto: MP/Fadli)

Politikus PPP itu memaparkan kesalah pahaman BPN terkait sumbangan dana kampanye yang dipersoalnya.

Arsul mengungkap, 12 April adalah tanggal pengumuman Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ini kan dikesankan seolah-olah dalam waktu 13 hari uang kasnya Pak Jokowi itu bertambah. Pada tanggal 12 April itu adalah tanggal pengumuman LHKPN oleh KPK sedangkan yang dilaporkan sendiri itu adalah keadaan yang cut of datenya itu adalah tanggal 31 Desember," terang Arsul.

BACA JUGA: TKN Sebut Kehadiran Massa Saat Sidang MK Berpotensi Bikin Gaduh

Ia menyanyangkan karena sosok seperti Bambang Widjojanto selalu mencari masalah dengan TKN. Padahal, TKN bisa saja membuka kasus pribadi BW.

"Nah kalau kami ini mau jahil, mau bikin ribut terus, kami angkat juga sebetulnya itu bisa tetapi toh kita menganggap pemilu ini sudah selesai," ungkap Arsul. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH