Dampak Mengerikan Jika Tarif Penerbangan Domestik Terlalu Murah

MerahPutih.com - Melonjaknya harga tiket pesawat domestik membuat publik berteriak. Mereka meminta pemerintah segera turun tangan untuk menurunkannya. Hingga akhirnya, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) memutuskan untuk menurunkan harga tiket pesawat domestik.

Ketua INACA I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menyampaikan bahwa meski menurunkan tiket penerbangan, maskapai akan tetap mengutamakan keselamatan penumpang. "Walau ada penurunan harga tiket domestik, kita tetap menjaga keselamatan dan keamanan penumpang dan terus meningkatkannya," kata Gusti saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Minggu (13/1).

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan kenaikan tarif tiket pesawat rute domestik disebabkan oleh penyesuaian kurs mata uang dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Itulah yang memengaruhi pada biaya perawatan dan pembelian bahan bakar.

"Kita juga mengetahui bahwa mereka (maskapai) membayar (dengan) dolar, membeli pesawat dengan dolar, membeli avtur dengan dolar. Tapi tarifnya (tiket) rupiah. Maka, mau tidak mau harus ada penyesuaian-penyesuaian secara bertahap," katanya usai membuka Seminar dan Dialog Perhimpunan Organisasi Alumni Nasional Perguruan Tinggi Negeri (HIMPUNI) di Jakarta, Senin (14/1) seperti dilansir Antara.

Ilustrasi tiket

Penyesuaian tarif tiket pesawat tersebut harus dilakukan agar kegiatan operasional perusahaan penerbangan tetap berjalan di tengah penguatan kurs dolar AS terhadap rupiah.

Apabila tarif tiket pesawat tetap murah, lanjut JK, maka hal itu bisa berdampak mengerikan. Yakni terjadi kelesuan industri maskapai sehingga berakibat pada bangkrutnya perusahaan penerbangan. "Karena kalau tidak (disesuaikan), bisa saja nanti beberapa perusahaan ada yang bangkrut dan berhenti," lanjutnya.

Tentu saja, maskapai yang bangkrut akan berdampak pada para karyawan dan keluarganya. Belum lagi jika beberapa maskapai bangkrut, maka perusahaan penerbangan di Indonesia dikuasai oleh maskapai tertentu saja. Kalau sudah dikuasai maskapai tertentu, kenaikan tarif tiket pesawat tak bisa dihindari.

“Tarif tiket akan lebih tinggi lagi kalau ada yang memonopoli. Hati-hati juga, kita harus mempertimbangkan unsur itu. Unsur kepentingan konsumen tapi juga memperhatikan unsur perusahaan," ujarnya.

BACA JUGA: Harga Tiket Pesawat Turun, Keselamatan dan Keamanan Tetap yang Utama

BACA JUGA: Kata Menko Maritim Terkait Turunnya Harga Tiket Pesawat Domestik

Sebelumnya, sejumlah maskapai di Tanah Air menaikkan tarif tiket transportasi udara. Hal itu dikeluhkan oleh masyarakat, yang salah satunya ada warga Banda Aceh memilih penerbangan transit ke Malaysia untuk tujuan Jakarta, karena lebih murah dibandingkan menggunakan rute langsung Aceh-Jakarta.

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) pun telah sepakat untuk menurunkan tiket pesawat karena keluhan masyarakat tersebut.

Sementara itu, Senin pagi, ilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar tiga poin ke posisi Rp14.048 dibandingkan sebelumnya Rp14.045 per dolar AS. (*)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH