Dampak Buruk Peredaran Surat Swab Palsu, Bisa Sebabkan Terjadinya Klaster Pesawat Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Pelaku pemalsuan keterangan hasil swab antigen dan swab polymerase chain reaction (PCR) membanderol satu surat dengan harga Rp75 ribu hingga Rp900 ribu.

Para tersangka pembuat surat palsu itu di antaranya merupakan oknum pegawai klinik.

"Itu dikenakan biayanya tanpa melakukan uji tes, cukup identitas saja," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (25/1).

Baca Juga:

Sindikat Pemalsuan Hasil Swab PCR di Bandara Soetta Libatkan Belasan Pelaku

Menurut Yusri, pelaku bisa membuat surat palsu karena orang dalam atau oknum pegawai klinik.

"Ada beberapa tersangka ini yang memang kerjanya adalah pegawai di situ, di lab, kemudian juga ada pegawai di klinik sehingga dia gampang mengetahui, dia punya PDF," jelas Yusri.

"Kemudian mereka melakukan upaya untuk cara memalsukan data dikosongkan, nanti nama dimasukkan siapa pemesannya," ungkapnya.

Menurut Yusri, dampak dari pembuatan dan penggunaan surat keterangan hasil swab palsu sangat besar.

Bisa membuat klaster COVID-19 baru dalam perjalanan di pesawat atau moda transportasi lainnya.

"Mereka ini tanpa menyadari dengan mencari keuntungan, tetapi akibatnya yang sangat besar. Bahkan bisa terjadi adanya klaster pesawat," katanya.

Sementara dari pihak bandara dan pemerintah sudah melakukan upaya dengan cara setiap penerbangan harus dilakukan dengan swab test antigen atau PCR. Tujuannya untuk menghindari terjadi penyebaran COVID-19 di dalam pesawat.

"Kasihan yang sudah mengikuti aturan akhirnya turun dari pesawat maupun turun dari kereta api yang terjadi adalah terjadi penyebaran di dalamnya," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat menyampaikan, pemalsuan surat dapat menimbulkan satu hak. Sehingga seseorang karena tidak dilakukan prosedur pengambilan tes COVID-19 yang sebenarnya akhirnya perlakuan terhadap orang itu dianggap sebagaimana layaknya orang sehat.

"Faktanya saat ini belum ada tanda-tanda terjadi penurunan karena kebijakan untuk antisipasi disalahgunakan," tandasnya.

Konferensi pers terkait sindikat pemalsuan surat hasil swab PCR COVID-19 di Polres Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: MP/Kanugrahan)
Konferensi pers terkait sindikat pemalsuan surat hasil swab PCR COVID-19 di Polres Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: MP/Kanugrahan)

Dalam dua bulan belakangan, Desember 2020-Januari 2021, Polda Metro Jaya dan Polres jajaran telah mengungkap tiga kasus pemalsuan surat keterangan swab.

Pertama, penyidik Subdit Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membekuk tiga orang tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana perubahan data.

Mereka memanipulasi data melalui media elektronik atau pemalsuan surat hasil swab polymerase chain reaction (PCR) sebagai bukti syarat perjalanan penumpang pesawat, di masa pandemi COVID-19, akhir Desember 2020.

Ketiga tersangka yang ditangkap berinisial MHA (21), EAD (22) dan MAIS (21).

Kedua, Polresta Bandara Soekarno-Hatta, menetapkan 15 orang sebagai tersangka terkait kasus pemalsuan surat keterangan hasil negatif swab PCR yang diperjual-belikan kepada penumpang pesawat.

Para pelaku membanderol surat palsu itu seharga Rp 1,1 juta, awal Januari 2021.

Ketiga, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk delapan tersangka terkait kasus pemalsuan surat keterangan hasil rapid test antibodi, swab antigen dan swab PCR, di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, 18 Januari 2021 kemarin.

Modusnya adalah menawarkan melalui media sosial.

Baca Juga:

Babak Baru Kasus Pidana Kontroversi Tes Swab Rizieq Masuk Kejaksaan

Para tersangka yang diamankan berinisial, RSH (20), laki-laki, perannya menawarkan surat hasil swab antigen COVID-19 melalui Facebook, membuat surat hasil swab antigen palsu dan perantara pembelian surat hasil swab PCR COVID-19 palsu dengan mendapat keuntungan.

Kemudian, RHM (22), perempuan, berperan bersama-sama RSH membuat surat hasil swab palsu.

Selanjutnya, IS (23), laki-laki; DM -di bawah umur-, laki-laki; dan MA (25), perempuan, selaku pemesan serta pembeli surat keterangan swab palsu.

Tiga tersangka berikutnya berinisial SP (38), laki-laki, berperan menyuruh tersangka MA memesan dan membayar surat hasil swab PCR palsu; kemudian M (20), perempuan, menyuruh tersangka Y membuat surat hasil swab palsu; terakhir tersangka Y (23), laki-laki, perannya membuat surat hasil swab PCR palsu. (Knu)

Baca Juga:

Ketua DPD Usul Swab Antigen untuk Pelajar dan Mahasiswa Digratiskan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satgas COVID-19 Ungkap Lima Fakta Strategi Keberhasilan Tangani Pandemi
Indonesia
Satgas COVID-19 Ungkap Lima Fakta Strategi Keberhasilan Tangani Pandemi

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengungkapkan lima fakta strategi keberhasilan berbagai negara dalam penanganan virus corona.

Polres Jakpus Ambil Alih Penyidikan Kasus Kebakaran Gedung BPOM
Indonesia
Polres Jakpus Ambil Alih Penyidikan Kasus Kebakaran Gedung BPOM

Sebelumnya, kasus tersebut masih dalam penyelidikan tingkat Polsek Johar Baru.

Tujuh Tahanan Kabur dari Polres Sergai Masih Berkeliaran
Indonesia
Tujuh Tahanan Kabur dari Polres Sergai Masih Berkeliaran

Jajaran Polda Sumatera Utara masih memburu tujuh orang lagi tahanan narkoba yang kabur dari Polres Serdang Bedagai (Sergai).

Wagub Klaim Tak Ada Wilayah Jakarta Masuk Zona Merah
Indonesia
Wagub Klaim Tak Ada Wilayah Jakarta Masuk Zona Merah

Pemprov DKI Jakarta mengklaim sudah tidak ada lagi rukun tetangga (RT) zona merah.

Erick Diminta Tidak Goyah Karena Tekanan Permintaan Jabatan
Indonesia
Erick Diminta Tidak Goyah Karena Tekanan Permintaan Jabatan

Kepemimpinan Erick Tohir bisa diteruskan hingga selesai. Hasil kerjanya telah menunjukkan tren yang cukup positif.

PPP Ingin Pilpres Lebih Dari 2 Pasang Calon
Indonesia
PPP Ingin Pilpres Lebih Dari 2 Pasang Calon

PPP belum mengusulkan (nama capres) dari internal. Fokus pihaknuya, bagaimana agar kualitas Pilpres 2024 lebih dari 2019.

Kiprah Moeldoko di Pentas Politik Nasional
Indonesia
Kiprah Moeldoko di Pentas Politik Nasional

Moeldoko merupakan kelahiran Kediri dan merupakan alumnus Akabri tahun 1981 terbaik dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa.

Polda Metro Minta Pemprov DKI Tambah CCTV Intai Begal Sepeda
Indonesia
Polda Metro Minta Pemprov DKI Tambah CCTV Intai Begal Sepeda

"Ini masih kita koordinasikan lagi dari kepolisian kemudian dari Pemda untuk memasang lagi beberapa lokasi yang kita anggap di lokasi tersebut banyak menimbulkan kerawanan khususnya terkait pembegalan pesepeda," ucapnya.

25 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Sisa 16 Korban
Indonesia
25 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Sisa 16 Korban

Tinggal 16 korban lagi yang saat ini masih diidentifikasi oleh tim DVI dan dokter forensik

Pasien COVID-19 Rawat Inap di Surabaya Terus Menurun
Indonesia
Pasien COVID-19 Rawat Inap di Surabaya Terus Menurun

Turunnya angka BOR ini secara bertahap. BOR Juni 68,6 persen, BOR Juli 72,2 persen, BOR Agustus 62,2 persen dan saat ini mencapai 21,9 persen