Dampak Berbuat Kebaikan yang Bisa Memengaruhi Kesehatan Tubuh Membantu atau berperilaku baik kepada orang lain memberikan ragam manfaat bagi kesehatan tubuh (Foto: Unsplash/Annie Spratt)

MEMPEROLEH kebahagiaan dilakukan dengan beragam cara. Tak jarang, kebahagiaan datang karena perbuatan baik kamu di masa lalu. Kebahagiaan ini yang memengaruhi perasaan tenang, bahagia dan terharu. Bahkan meningkatkan semangatmu dalam menjalani aktivitas selanjutnya. Perbuatan baik memberikan dampak baik pula ke dirimu sendiri.

Dampak positif yang bisa kamu peroleh ketika melakukan kebaikan kepada orang lain tanpa memikirkan balasan.

Baca Juga: Mengajarkan Musik Pada Anak Sejak Dini Ternyata Banyak Manfaatnya Lho


1. Meminimalisir tekanan dan Bersemangat

baik
Melakukan kebaikan kepada orang lain mengurangi stres dan meningkatkan semangat (Foto: Unsplash/Zachary Nelson)

Berbuat baik kepada orang lain bisa menurunkan tekanan dalam diri. Ini dipengaruhi rangsangan otak yang mengeluarkan hormon dopamine dan hormon serotonin. Menurut laman alodokter, hormon serotonin mengantarkan sinyal melalui jaringan saraf. Sementara hormon dopamine, mengendalikan emosi yang memengaruhi suasana hati (perasaan baik ataupun buruk). Hormon dompamin ini mengaktifkan pusat perhatian otak yang menunjukkan kepuasan diri.

Kedua hormon itu berperan aktif menghindari gangguan perasaan hati yang berpotensi depresi. Bagi kamu yang berbuat kebaikan bisa mengurangi kadar stres 23% lebih rendah.

Baca Juga: Tetap Bugar Selama Liburan dengan Yoga


2. Meredakan rasa sakit

baik
Meredakan rasa sakit dengan melakukan kebaikan dipengaruhi oleh reaksi endorfin dalam tubuh (Foto: Unsplash/Andrew Le)


hebatnya melakukan kebaikan kepada orang lain bisa mengurangi rasa sakit pada tubuhmu. Dilansir dari Alodokter, hal ini disebabkan aksi kebaikan memproduksi endorfin secara alami sehingga rasa sakit teralihkan dengan perasaan positif akibat reaksi zat kimia (seperti morfin) ini. Endorfin menenangkan hati dan mengurangi dampak dari tekanan ataupun rasa sakit.

3. Meningkatkan produksi 'hormon cinta'

baik
Berbuat kebaikan memengaruhi perilaku dan suasana hati, serta meningkatkan kepercayaan diri (Foto: Pixabay/Free Photos)

Ketika melakukan kebaikan, otak bereaksi mengeluarkan hormon oksitosin atau biasa disebut hormon cinta. Hormon ini memengaruhi emosional dan perilaku seseorang. Termasuk meningkatkan kepercayaan diri, meminimalisir tekanan darah dan meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain.

Laman alodokter menyebutkan hormon oksitosin ini membangun ketenangan hati, kepercayaan diri dan menstabilkan kejiwaan seseorang yang memengaruhi perasaan, tingkah laku dan kejiwaan psikis. Hal ini disebabkan rangsangan otak berperan di dalam hipotolamus.

Tak hanya berpengaruh pada kesehatan tubuh, berbuat baik kepada orang lain bisa menunjukkan identitas dirimu. Setiap perlakuanmu akan kembali berdampak ke dirimu, entah baik atau buruk. Berbuat baiklah tanpa memikirkan balasan. (dys)

Baca Juga: Manfaat Berenang Bagi Tumbuh Kembang Si Kecil


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo