Daley Blind dan Dusan Tadic, Dua Pemain Buangan Premier League yang Bersinar di Ajax Dusan Tadic dan Daley Blind (@BBCSport)

MerahPutih.com - Tidak ada habisnya membicarakan sensasi yang dilakukan Ajax Amsterdam musim ini. Tidak hanya berhasil lolos ke semifinal Liga Champions, Ajax selangkah lebih dekat meraih treble dan jadi tim tertajam Belanda dengan torehan 160 gol.

Ajax berpotensi meraih treble di Eredivisie, Liga Champions, dan Piala KNVB. Di Liga Champions mereka akan melawan Tottenham Hotspur di fase semifinal dan di Eredivisie bersaing melawan PSV Eindhoven, sementara di Piala KNVB melawan Willem di final (5/5).

Dusan Tadic dan Daley Blind (@BBCSport)
Dusan Tadic dan Daley Blind (@BBCSport)

Kegemilangan yang diperlihatkan Ajax musim ini memang tidak lepas dari peran sang pelatih, Erik ten Hag. Bermodalkan gaya main ofensif yang menghibur penonton dan mengandalkan penguasaan bola, Ajax mampu merepotkan lawan-lawan yang dihadapinya.

Real Madrid dan Juventus pernah merasakan kehebatan bermain Ajax yang mengombinasikan talenta-talenta muda berbakat dengan pemain senior. Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong, Andre Onana, David Neres, merupakan contoh talenta muda berbakat.

Direksi Ajax juga menyadari bahwa pemain-pemain muda saja tidak cukup membawa klub berkembang. Dibutuhkan juga pemain-pemain senior berpengalaman yang dapat membimbing mereka dan memberikan ketenangan di momen besar.

Pakar sepak bola Belanda, Elko Born, berbicara soal perubahan kebijakan transfer Ajax yang turut melibatkan pembelian pemain-pemain berpengalaman untuk membantu pemain muda. Pembatasan gaji di dalam skuat juga diterapkan.

Perubahan itu membuka jalan kedatangan dua pemain senior dan berpengalaman dari Premier League, Dusan Tadic (Southampton) dan Daley Blind (Manchester United). Nilai plus lainnya, kedua pemain itu sudah paham betul kultur sepak bola Belanda.

Tidak ada yang menyangka keduanya bisa berintegrasi cepat dalam skuat Ajax. Tidak sekedar menjadi pelapis atau penambah dari skuat yang sudah ada, Blind dan Tadic menjadi tulang punggung De Godenzonen - julukan Ajax.

"Itu langkah besar untuk diambil, tapi investasinya terbayarkan. Kombinasi bersinarnya Frenkie de Jong dan De Ligt, dua dari talenta terbesar di Eropa dan rekrutan pemain yang cerdas dan menghabiskan banyak uang, telah membangkitkan Ajax," papar Born di BBC Sport.

Blind, yang mengalami momen naik turun bersama Man United selama empat tahun (2014-2018) dan banyak menjadi pemain cadangan di sana, langsung menjadi mentor bagi bek tengah berusia 19 tahun, De Light.

Sementara Tadic, yang mencetak 24 gol dari 162 laga bersama Southampton dalam waktu empat tahun, sudah langsung melewati torehan golnya hanya dalam 51 laga total bersama Ajax. Tadic mencetak 34 gol memberi 21 assists dengan jumlah 128 menit per golnya.

Ten Hag menempatkan Tadic sebagai false nine (penyerang semu) dengan peran bebas. Pemain asal Serbia bisa bebas bereksplorasi di lini depan, menyisir sisi sayap, tengah, hingga melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti.

"Fans Ajax tidak terbiasa melihat klub membeli pemain-pemain dari Premier League. Mereka mengingat Tadic dari waktunya di (klub-klub Belanda) Groningen dan FC Twente dan berharap hal-hal besar. Tapi musimnya sangat hebat, lebih baik dari yang diharapkan," tutur Born.

"Premier League mungkin terlalu banyak memainkan fisik untuk mereka - tapi dia sangat cocok dengan gaya main Ajax. Mereka tim teknis yang menginginkan bola dan menerobos masuk ke pertahanan lawan dengan alur sepak bola yang cerdas," terangnya.

Peran kedua pemain senior 'buangan' Premier League itu akan kembali diuji di momen-momen krusial Ajax saat ini, menjelang akhir musim 2018-19. Ajax berada di sebuah momen saat mereka bisa jadi pemenang dengan raihan treble atau pecundang karena gagal meraih satu pun trofi. (bolaskor.com)

Baca Juga: Masa Kelam Real Madrid



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH