Wow, Dalam Waktu 15 Menit Politikus PDIP Kumpulkan Rp 4,4 Miliar Pasangan Hasanah Maruarar Sirait (tengah) bersama Ketua Umum KADIN Rosan P Roeslani (kanan) dan Dirjen Pajak Robert Pakpahan (kiri) (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

MerahPutih.Com - Argumentasi pengamat politik bahwa demokrasi Indonesia berbiaya tinggi bukan isapan jempol semata. Contoh kasusnya pemilihan kepala daerah yang saat ini tengah berjalan. Setiap pasangan calon butuh modal besar untuk bertarung memenangkan Pilkada.

Setiap tingkatan pilkada memakan biaya yang berbeda. Dana yang harus dikeluarkan paslon untuk pilkada tingkat kabupaten relatif lebih kecil dibanding provinsi. Besaran dana berkisar miliaran sampai triliunan rupiah. Lalu, darimana sumber dana tersebut?

Sejumlah partai dan paslon memiliki cara berbeda dalam mengumpulkan dana. Mulai dari sumbangan sampai dana pribadi. Terkait sumbangan bisa datang dari perorangan, organisasi dan perusahaan. Demi menekan konflik kepentingan, besaran sumbangan sudah ditentukan dalam Undang-Undang Pemilu.

Salah satu cara efektif mengumpulkan dana untuk paslon lewat sumbangan anggota partai, seperti yang dilakukan kader PDI Perjuangan Jawa Barat. Bayangkan, dalam waktu 15 menit, para kader Partai Banteng itu berhasil menghimpun dana sebesar Rp 4,4 miliar.

Inisiatif pengumpulan dana untuk Pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan alias Hasanah tersebut datang dari tokoh muda PDI Perjuangan, Maruarar Sirait. Pengurus DPP PDI Perjuangan yang akrab disapa Ara itu berhasil memancing para kader untuk ikut menyumbang buat pasangan Hasanah yang akan bertarung di Pilgub Jabar.

Sebagaimana dilansir Antara, pengumpulan sumbangan untuk Pasangan Hasanah ini diinisiasi oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait yang mewakili DPP PDI Perjuangan pada Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) di Hotel Horison Kota Bandung, Rabu (10/1) kemarin.

Maruarar Sirait atau Ara naik ke atas mimbar dan langsung memberikan semangat dan dorongan moril kepada Pasangan Hasanah.

Maruarar juga meminta seluruh pengurus, kader, dan simpatisan PDIP untuk berjuang memenangkan pasangan Hasanah yang diusung partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Ara sendiri 'memancing' peserta dengan menjadi orang pertama yang menyumbangkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk Pasangan Hasanah.

"Dua miliar ini berbentuk uang sebesar Rp 1 miliar dan Rp 1 miliar dalam bentuk atribut, kaos dan sebagainya. Ayo siapa lagi yang mau ikut nyumbang?" ujar Ara.

Ia kemudian mengabsen satu per satu anggota DPRD Jabar yang hadir dalam acara tersebut dan juga mengabsen sejumlah kepala daerah dari PDI Perjuangan dan langsung "menodong" mereka dengan pertanyaan "mau nyumbang berapa?".

Sejumlah anggota DPRD Jabar dan beberapa kepala daerah pun langsung menyebutkan angka atau nominal yang akan disumbangkan untuk dana kampanye pasangan Hasanah.

Adapun jumlahnya bervariasi, mulai Rp 50 juta hingga Rp 500 juta namun mayoritas anggota DPRD hanya menyumbang sebesar Rp 50 juta dan Rp 100 juta.

Selain itu, ada beberapa anggota DPRD Jabar yang menyumbang cukup besar, di antaranya anggota DPRD Jawa Barat yang juga Bendahara PDI Perjuangan Jabar Waras Wasisto yang menyumbang sebesar Rp 250 juta. Kemudian Bupati Majalengka Sutrisno juga menjadi penyumbang terbesar dengan angka Rp 500 juta.

"Luar biasa dalam 15 menit kita bisa mengumpulkan anggaran sebesar Rp 4,4 miliar untuk biaya pemenangan pasangan Hasanah," kata Ara.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH