Dalam Tiga Hari, Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Cuaca Ekstrem. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan selama 3 hari dengan intensitas sedang hingga lebat.

"Khusus untuk wilayah Jabodetabek konsentrasi hujan intensitas sedang-lebat masih cukup potensial di wilayah Bogor terutama pada siang/sore hari," ujar Deputi Bidang Meteorologi Guswanto di Jakarta, Senin (28/9).

Sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta hari ini Senin (28/9) dan Selasa (29/9) besok intensitas guyuran hujan relatif menurun. BMKG memprediksikan hujan dengan intensitas sedang dan lebat bakal disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Baca Juga:

Dua Wilayah Jakarta Diperkirakan Hujan Ringan Senin Siang

Berdasarkan pantauan BMKG, Guswanto bilang, potensi hujan lebat terjadi lantaran adanya fenomena pergerakan sistem konvektifitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah barat dan timur melewati wilayah Indonesia. Hal ini memberikan kontribusi pada peningkatan massa udara basah yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan dalam beberapa hari ke depan.

Potensi hujan sedang hingga lebat ini juga diprediksi akan terjadi di wilayah-wilayah lain di Indonesia, diantaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah.

Ilustrasi Hujan
Ilustrasi Hujan. (Foto: Ismail/Jawa Tengah).

Selanjutnya Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

"Kondisi tersebut diperkuat dengan anomali hangat suhu muka laut di perairan Indonesia, terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang di Pesisir Barat Sumatera, Selat Karimata, sebagian Pulau Jawa, Selat Makassar dan Laut Banda, dan didukung dengan kondisi atmosfer yang hangat dan lembab di sebagian besar wilayah Indonesia," paparnya.

Guswanto enghimbau masyakarat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

"Kondisi tersebut diatas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan dinamika atmosfer di Indonesia, BMKG tetap terus memonitor dan melakukan update perkembangannya," pungkasnya. (Asp).

Baca Juga:

Kredit : asropihs

Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH