Dalam 24 Jam, 10.139 Pasien Berhasil Sembuh dari COVID-19 Foto aerial Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Kamis (28-1-2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

MerahPutih.com - Jumlah pasien yang terjangkit COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah hingga Jumat (29/1).

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menunjukkan, ada penambahan 13.802 kasus baru.

Penambahan itu menyebabkan jumlah total kasus COVID-19 di Indonesia kini mencapai 1.051.795 orang.

Baca Juga:

Di Solo, Tidak Ada Nakes Terpapar COVID-19 Usai Divaksin

Dalam data yang sama, ada penambahan 10.139 pasien COVID-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi memiliki virus corona.

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan laboratorium dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang hasilnya negatif virus corona.

Dengan demikian, total pasien COVID-19 yang sembuh sampai saat ini berjumlah 852.260 orang sejak awal pandemi.

Dalam 24 jam terakhir, ada 187 orang yang tutup usia setelah dinyatakan positif virus corona. Sehingga, angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia tercatat sebesar 29.518 orang.

Dengan update data tersebut, maka kasus aktif COVID-19 di Indonesia kini 170.017 orang.

Selain kasus positif, pemerintah juga mencatat ada 81.497 orang yang kini berstatus suspect.

Sebanyak 13.802 kasus baru COVID-19 diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 77.330 spesimen dalam sehari.

Ilustrasi - Tenaga kesehatan Dinkes Bantul khusus menangani kasus COVID-19 (Foto ANTARA/Hery Sidik)
Ilustrasi - Tenaga kesehatan Dinkes Bantul khusus menangani kasus COVID-19 (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Pada periode 28-29 Januari 2021, ada 52.419 orang yang diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan spesimen.

Total, pemerintah sudah memeriksa 9.124.005 spesimen dari 6.084.661 orang yang diambil sampelnya.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa fungsi utama vaksinasi adalah untuk mencegah seseorang menjadi sakit karena COVID-19, bukan untuk mencegah kemungkinan penularan virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit itu.

"Jadi vaksin itu mencegah kita menjadi sakit, bukan mencegah kita menjadi tertular," kata Nadia.

Ia mengatakan, seseorang yang telah mendapat suntikan vaksin masih memiliki kemungkinan terinfeksi.

Tapi, itu bukan karena vaksinnya melainkan karena penderita kemungkinan saat divaksin telah terpapar pada beberapa hari sebelumnya. Sementara masa inkubasi penularan virus SARS-CoV-2 adalah 14 hari.

"Jadi bisa saja dia sudah terpapar, tapi belum ada gejala, sehingga tidak dilakukan pemeriksaan ataupun belum diketahui bahwa dia sudah positif COVID-19," katanya.

Baca Juga:

Krisis Makam COVID-19, Ukuran Kuburan TPU Bambu Apus Dipangkas

Ia mengatakan bahwa dari hasil uji klinis di Bandung sebelumnya memang menunjukkan bahwa ada tujuh orang yang sudah divaksin tetapi kemudian mereka juga terinfeksi COVID-19.

Itu menunjukkan bahwa ketujuh orang tersebut telah terinfeksi terlebih dahulu sebelumnya akhirnya mendapatkan vaksinasi.

Berikutnya, Nadia juga mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 membutuhkan waktu untuk dapat membentuk kekebalan tubuh.

"Jadi tidak bisa satu kali suntik kemudian dia menjadi kebal terhadap virus SARS-CoV-2," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Pemkot Surabaya Bangun RS Khusus COVID-19 di Area Mal Cito

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPDB 2021 Dibuka Hari Ini, Disdik DKI Akui Daya Tampung Siswa Terbatas
Indonesia
PPDB 2021 Dibuka Hari Ini, Disdik DKI Akui Daya Tampung Siswa Terbatas

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021/2022 di DKI Jakarta dibuka pada Senin (7/6).

Tarif TransPakuan di Kota Bogor Bakal Lebih Rendah dari TransJakarta
Indonesia
Tarif TransPakuan di Kota Bogor Bakal Lebih Rendah dari TransJakarta

BisKita TransPakuan, masih menjalani uji coba operasional sejak 2 November lalu hingga akhir tahun 2021.

KPK Tahan Bos Arta Niaga Nusantara Terkait Kasus Korupsi Jalan di Bengkalis
Indonesia
KPK Tahan Bos Arta Niaga Nusantara Terkait Kasus Korupsi Jalan di Bengkalis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Komisaris PT Arta Niaga Nusantara, Handoko Setiono dan Direktur PT Arta Niaga Nusantara, Melia Boentaran, Jumat (5/2).

Jalankan Instruksi Anies, Satpol PP DKI Copot Iklan Rokok di Supermarket
Indonesia
Jalankan Instruksi Anies, Satpol PP DKI Copot Iklan Rokok di Supermarket

"Salah satu teknis penertiban nya memang dengan cara pencopotan iklan rokok dan ada juga dengan cara menutup produk rokok menggunakan kain putih," ucap Kepala Seksi Penertiban Sarana dan Prasarana Kota Satpol PP DKI, Muhammadong

Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tahu Tempe di Jatim Menjerit
Indonesia
Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tahu Tempe di Jatim Menjerit

Para perajin tahu tempe di Jawa Timur menjerit setelah mengetahui harga bahan baku kedelai impor sedang naik drastis.

Satgas Saber Pungli Pastikan Samsat Jakarta Bersih Dari Pungli
Indonesia
Satgas Saber Pungli Pastikan Samsat Jakarta Bersih Dari Pungli

DKI akan berlomba bahwa bukan hanya Samsat yang bisa bersih, tetapi juga pelayanan-pelayanan lain, seperti PTSP dan Dukcapil.

Menkumham Tolak Hasil KLB Partai Demokrat
Indonesia
Menkumham Tolak Hasil KLB Partai Demokrat

AD/ART pihak KLB Deli Serdang bukan kewenangan Kemenkumham. Hasil KLB ini menjadikan Moeldoko ketua umum partai.

Alasan Dua Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Tak Kunjung Dipecat
Indonesia
Alasan Dua Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Tak Kunjung Dipecat

Dua personel Polda Metro Jaya yang ditetapkan sebagai tersangka kasus unlawful killing anggota Laskar FPI masih berstatus sebagai anggota Polri aktif.

Keuntungan DKI atas Kepemilikan Saham Bir Capai Ratusan Miliar
Indonesia
Keuntungan DKI atas Kepemilikan Saham Bir Capai Ratusan Miliar

Prasetyo Edi Marsudi masih berkukuh tidak menyetujui Gubernur Anies Baswedan yang berkeinginan melepas kepemilikan saham bir di PT Delta Djakarta.

Pasokan Terbatas, Vaksinasi di Cianjur Baru Capai 13,3 Persen
Indonesia
Pasokan Terbatas, Vaksinasi di Cianjur Baru Capai 13,3 Persen

Dari target vaksinasi 1,9 juta orang di Cianjur, saat ini baru tercapai sekitar 256.443 sasaran atau sekitar 13,38 persen untuk vaksinasi dosis pertama, sedangkan yang sudah sampai tahapan vaksinasi dosis kedua baru 6,44 persen.