Dalam 1 Bulan, Lahan Makam Jenazah COVID-19 di TPU Bambu Apus Diprediksi Penuh Pemakaman COVID-19. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Lahan makam jenazah COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Jakarta Timur, diperkirakan akan penuh dalam kurun waktu 1 bulan.

Sebab, dalam 5 hari setelah dibuka pada Kamis (21/1) lalu, TPU Bambu Apus setiap hari pasti menguburkan jenazah terkonfirmasi COVID-19.

Baca Juga

Anies Diminta Transparan Soal Lahan Makam COVID-19, CBA: Indikasi ke Arah Dugaan Mark Up

TPU Bambu Apus merupakan pemakaman yang baru dibeli oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta. Lahan di lokasi tersebut seluas 3.000 meter persegi.

Penanggung Jawab Pelaksana Pemakaman COVID-19 TPU Pondok Ranggon, Muhaemin mengatakan, selama lima hari ini TPU Bambu Apus sudah menerima sebanyak 160 jenazah pasien COVID-19.

"Sudah 142, apalagi data Senin (sore kemarin) yang masuk baru, 18 jenazah," ujar Muhaimin saat dikonfirmasi awak media.

Pemakaman protokol COVID-19 di Jakarta. (Foto: Antara)
Pemakaman protokol COVID-19 di Jakarta. (Foto: Antara)

Diprediksi TPU Bambu Apus penuh, ucap Muhaimin, karena meningkatnya prosesi pemakaman dengan menggunakan protap COVID-19 disebabkan kasus corona di ibu kota terus meninggi.

"Pada hari pertama Kamis ada sembilan, keesokan harinya langsung naik 37 jenazah, Sabtu ada 40 jenazah dan Minggu 38 jenazah yang dimakamkan. Total hingga Senin siang ada 142 jenazah yang sudah dikebumikan," jelasnya.

Muhaemin menuturkan, rata-rata jenazah yang dikebumikan dalam sehari mencapai lebih dari 35 jenazah. TPU Bambu Apus sendiri disiapkan untuk 700 jenazah COVID-19.

"Karena memang lahan yang disiapkan untuk saat ini hanya untuk 700 makam," pungkasnya.

Adapun diketahui, TPU Bambu Apus merupakan satu dari lima lahan pemakaman yang baru dibeli Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI. Penambahan lahan kuburan ini untuk penanganan jenazah terpapar COVID-19.

Empat pemakaman baru lainnya antara lain Serengseng Sawah, TPU Dukuh, TPU Semper, dan TPU Joglo. (Asp)

Baca Juga

Lahan Makam Penuh, Pemprov DKI Siapkan 4 Pemakaman Baru

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Gunakan Pengamanan Standar Amankan Sidang Praperadilan Rizieq
Indonesia
Polisi Gunakan Pengamanan Standar Amankan Sidang Praperadilan Rizieq

Personel bersiaga di ring tiga dan sekitar area PN Jakarta Selatan

Selain Rencanakan 'Amaliah', 12 Terduga Teroris di Jatim Sudah Siapkan Jalur Pelarian
Indonesia
Selain Rencanakan 'Amaliah', 12 Terduga Teroris di Jatim Sudah Siapkan Jalur Pelarian

Tentunya mereka telah melakukan aktivitas-aktivitas berupa latihan beladiri

[HOAKS atau FAKTA]: Replika Firaun Mirip Wajah Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Replika Firaun Mirip Wajah Jokowi

Gambar wajah Presiden Jokowi dipotong.

Ke JIS Kini Bisa Naik Transjakarta
Indonesia
Ke JIS Kini Bisa Naik Transjakarta

Selain itu, pembukaan rute menjadi bentuk kolaborasi antar-BUMD di lingkungan DKI Jakarta

Kunjungi Pasar Gemolong Sragen, Jokowi Bagikan BLT Rp 1,2 Juta
Indonesia
Kunjungi Pasar Gemolong Sragen, Jokowi Bagikan BLT Rp 1,2 Juta

Paket sembako ini juga dibagikan pedagang lain di luar Pasar Gemolong.

[HOAKS atau FAKTA] Gaji Petugas Kebersihan di Pertamina Rp 13,6 Juta
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Gaji Petugas Kebersihan di Pertamina Rp 13,6 Juta

Pengguna Facebook dengan nama pengguna Ajis Bua mengunggah foto hasil tangkapan layar video TikTok yang menunjukkan slip gaji petugas kebersihan Pertamina sebesar Rp 13,6 juta.

BIN Ungkap Cara Kelompok Teroris Rekrut Generasi Milenial
Indonesia
BIN Ungkap Cara Kelompok Teroris Rekrut Generasi Milenial

Dia menjelaskan, sasaran kelompok ini generasi milenial yang tidak memiliki tanggungan. Serta lebih mudah diiming-iming untuk mati masuk surga.

Tidak Ada Terpapar COVID-19, Jakarta Kembali Uji Coba Sekolah Tatap Muka
Indonesia
Tidak Ada Terpapar COVID-19, Jakarta Kembali Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Pihak sekolah harus membuat pakta integritas yang kemudian diserahkan kepada Disdik DKI. Tetapi, mereka tidak perlu asesmen dari awal.

Syarief Hasan Sebut Moeldoko Tidak Punya Hak Pakai Atribut Demokrat
Indonesia
Syarief Hasan Sebut Moeldoko Tidak Punya Hak Pakai Atribut Demokrat

Moeldoko tidak punya hak dan legalitas memakai atribut partai berlambang mercy tersebut.

Tak ke KPK, Komnas HAM Langsung Laporkan Hasil Temuan TWK ke Jokowi
Indonesia
Tak ke KPK, Komnas HAM Langsung Laporkan Hasil Temuan TWK ke Jokowi

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyatakan tidak akan memberikan hasil temuan terkait tes wawasan kebangsaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ke lembaga antirasuah tersebut.