Dahsyatnya Jurus Menghadapi Rekan Kerja Ambisius Seperti Thanos, Cobain Deh! Sikap ambisius Thanos mengalahkan rasa sayangnya pada Gamora. (Foto: Pixabay)

PRIA bertubuh besar dengan kulit wajah berlipat menarik seorang perempuan berwajah hijau ke tepi jurang. Adegan berlanjut dengan dilemparnya sang perempuan ke jurang. Adalah Thanos, karakter dalam ‘Avengers: Infinity Wars’, pelaku pelempar perempuan itu.

Dalam film ‘Avengers’, perempuan bernama Gamora itu dikisahkan sebagai anak angkat Thanos. Ia dibunuh ayah angkatnya sebagai syarat untuk mendapatkan Infinity Stones.

Thanos ialah titan. Digambarkan sebagai sosok ambisius. Menghalalkan segala cara agar ambisi berlebihnya mengumpulkan enam batu ajaib Infinity Stones terwujud.

Thanos
Thanos amat ambisius mengumpulkan enam batu Infinity. (Foto: screengeek.net)

Ia mati-matian mendapatkan batu tersebut agar dapat menguasai dunia. Dan, konon untuk menarik perhatian perempuan yang dicintainya, Lady Death. Sayang, setelah mendapatkan keenam Infinity Stones, ia justru kehilangan segalanya, termasuk putri angkat kesayangannya dan musuh-musuhnya.

Ketika musuh-musuhnya telah mati, tidak ada lagi orang untuk ia basmi. Begitulah komentar beberapa beberapa kritikus film asing.

Di akhir film diceritakan Thanos tengah bertani. Hobi yang selalu ia lakukan saat mencari kedamaian. Ketika bertani itu ia menjentikkan jari. Lalu, muncul gambaran Gamora kecil. Adegan ini tentu saja mengundang asumsi. Thanos sebenarnya amat menyayangi Gamora.

Menjadi ambisius bukan hanya didominasi Thanos. Faktanya, setiap orang memiliki ambisi. Dari sisi psikologi, berambisi tidak buruk. Justru baik karena merupakan pendorong tercapainya cita-cita dan menjadi berprestasi.

Akan tetapi menjadi berisiko apabila levelnya sudah seperti Thanos. Menjurus pada sikap ambisius. Orang dengan sikap ambisius akan memaksakan keinginannya. Bahkan dengan menghalalkan segala cara.

Gambaran Thanos yang ambisius tidak mengada-ada. Di lingkungan kerja mungkin kamu kerap menemukan rekan kerja seperti ini. Menjengkelkan, tetapi kamu sebenarnya bisa mengendalikannya. Begini caranya, seperti dikutip dari Jobplanet.

Sontek sisi baiknya

Daripada jengkel berkelanjutan, kamu lebih baik mensontek sisi baiknya. Biasanya orang ambisius teramat produktif. Kalau begitu, kamu pun harus dapat seproduktif dia. Akan tetapi tidak perlu sampai menghalangi rekan kerja lain untuk berkembang.

Elegan

Gunakan cara elegan ketika berargumen dengannya. Rekan kerja ambisius hasrat bersaingnya tinggi. Haus prestasi dan pujian. Sampai-sampai selalu menjatuhkan kamu. Lawan dengan cara elegan. Tidak perlu balik memojokkan dia.

Jadikan teman

Kadang orang memilih menjaga jarak dari rekan kerja ambisius. Tidak perlu melakukan hal ini. Kamu justru lebih baik menjadikannya teman. Ingatkan dia saat sikap ambisiusnya mengorbankan kesehatan dan kehidupan sosial.

Tiga jurus ini bisa memberi efek dahsyat. Memang, kamu mesti sabar menghadapi rekan kerja ambisius. Selama tidak merugikan, tidak ada salahnya mencoba meluluhkan hati si ambisius, kan? (*)

Kredit : rina

Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH