Dahnil Setuju Akhiri Perselisihan Politik dan Tidak Ada Barter Hukum dengan Rizieq Mantan koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Mantan koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan tidak ada barter hukum dalam rencana pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab ke Indonesia.

"Soal rekonsiliasi pasca Pilpres 2019 harus melibatkan kalangan grass root. Salah satu permintaan mereka adalah memulangkan Rizieq ke Indonesia," Ujar Dahnil usai melantik Pimpinan Wilayah Pemudah Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Periode Muktamar ke XVII di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (7/7).

BACA JUGA: Pulangkan Habib Rizieq Masuk Agenda Rekonsiliasi, Ini Reaksi PDIP dan PKB

Ia menjeskan, Rizieq sebagai ulama karismatik punya banyak pengikut yang sekarang berada di Arab Saudi. Rizieq juga sudah bebas dari tudingan hukum setelah polisi mengeluarkan SP3 atas kasus yang menjeratnya dan sudah seharuanya kembali berdakwah.

"Tidak ada alasan lagi pemerintah tidak bisa memulangkan Rizieq ke indonesia. Ada catatan merah yang dibuat pemerintah sehingga membuat Rizieq tidak bisa pulang ke Indonesia. Catatan itu harus dihilangkan," papar dia.

Dahnil saat melantik Pimpinan Wilayah Pemudah Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah Periode Muktamar ke XVII di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (7/7) (MP/Ismail)

Ia menegaskan kalau pemenang pemilu berbicara rekonsiliasi pembahasan utamanya harus soal pemulangan Rizieq bukan soal bagi-bagi jabatan. Dahnil meminta pada pemerintah saat ini agar membuka hati dan menghilangkan dendam.

BACA JUGA: Dahnil Sisipkan Pemulangan Habib Rizieq di Agenda Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

"Tidak baik menyimpan dendam politik karena itu akan menjadi catatan buruk bagi sejarah Indonesia. Jangan sampai dendam politik kasus 1965 terulang. Beda pandangan politik jangan dikriminalisasikan," kata dia. (Ism)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH