Dahlan Iskan Sebut Peluang Ekspor Buah Tropis ke Tiongkok Sangat Besar Dahlan Iskan dalam acara Global Development Initiative bertajuk "Prospek Kemitraan Tiongkok-Indonesia, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (12/11). (Foto: MP/Ponco)

MerahPutih.com - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengusulkan, pemerintah Indonesia agar mengekspor dalam skala besar buah tropis ke Tiongkok.

Menurutnya, ekspor buah tropis bisa dimanfaatkan sebagai peluang pasar yang ideal di tengah gempuran barang-barang Tiongkok yang membanjiri pasar Indonesia.

Baca Juga:

Imigrasi Amankan 2 Warga Negara Tiongkok Diduga akan Demo Tolak KTT G20

Hal itu disampaikan Dahlan dalam acara Global Development Initiative bertajuk "Prospek Kemitraan Tiongkok-Indonesia, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (12/11).

“Manfaatkan apa yang bisa kita manfaatkan dengan kebesaran Tiongkok itu, saya selalu mengusulkan kita harus memproduksi buah tropis secara besar-besaran,” kata Dahlan.

Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan Tiongkok secara iklim dan geografis untuk menghasilkan buah tropis. Sehingga keunggulan tersebut harus dimanfaatkan dengan mengekspor besar-besaran buah tropis.

“Tiongkok tidak bisa memproduksi buah tropis dan disana penduduknya banyak, orangnya mulai sejahtera berarti memikirkan kesehatannya itu penting, memikiran makan apa itu penting, memikirkan memperbanyak makan buah penting, sekarang buahnya dari mana? harus dari Indonesia,” kata Dahlan.

Lebih lanjut, Dahlan meminta pemerintah Indonesia untuk mulai mengorganisir produksi buah-buahan tropis dan menyusul Malaysia yang telah berhasil menginvasi Tiongkok dengan durian musangking.

“Kalo apel, kita ga bisa melawan Tiongkok , jeruk kita ga bisa melawan Tiongkok, tetapi kalo durian, kemudian langsat, kemudian rambutan, kemudian pepaya, kemudian pisang masih banyak sekali kita bisa memproduksi dan itu bisa kirim besar-besaran ke Tiongkok,” tuturnya.

Untuk menyaingi durian asal Malaysia di pasar Tiongkok, Dahlan menyarankan, pemerintah untuk mengklasifikasikan aneka ragam jenis durian. Dari klasifikasi tersebut, kata dia, mulai dilakukan promosi terhadap jenis durian unggulan untuk menggempur pasar Tiongkok.

“Ke depan kita harus rombak struktur durian di Indonesia, mungkin kita pilih 5 atau 10 saja jenis durian yang terbaik kemudian dipromosikan besar-besaran, ditanam besar-besaran dan kita banjiri Tiongkok dengan durian kita sebagai balasan kita dibanjiri barang-barang Tiongkok,” tandas Dahlan.

Baca Juga:

Misi Kemanusian Kapal Peace Ark Milik Tentara Tiongkok Tunggu Izin Kemenkes

Dahlan menegaskan, tidak ada gunanya terus menerus mengeluh atas banyaknya produk-produk Tiongkok di Indonesia. Dia menyebut, lebih baik memanfaatkan jumlah penduduk Tiongkok yang besar sebagai pasar ekpor komoditas buah tropis.

“Kita selama ini lebih banyak mengeluh bahwa kita kebanjiran barang Tiongkok kalau kita mengeluh seperti itu apakah bisa mengatasi? Tidak bisa mengatasi,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama pengamat Tiongkok, Novi Basuki mengatakan, Indonesia bisa memanfaatkan investasi yang ditanam Tiongkok untuk menyeimbangi gempuran produk negara tirai bambu tersebut.

Dia menekankan, untuk memanfatkaan invetasi Tiongkok diperlukan peningkatan produktivitas dan penghargaan waktu oleh buruh di Indonesia. Sebab, kata dia, penyebab banyaknya buruh Tiongkok masuk di Indonesia lantaran rendahnya produktivitas dan kurangnya buruh dalam negeri menghargai waktu bekerja.

“Kenapa mereka (Tiongkok) harus repot-repot membawa buruh mereka padahal di Indonesia pengangguran tidak kurang jumlahnya, mungkin adalah soal produktivitas dan mungkin adalah soal penghargaan terhadap waktu itu,” ujar Novi Basuki.

Menurutnya, terdapat sejumlah hal untuk meningkatkan produktivitas pekerja dan menyadarkan buruh soal pentingnya menghargai waktu. Misalnya, dengan pendidikan meskipun hal itu harus dilakukan untuk jangka waktu yang cukup lama.

“Menurut saya mungkin yang harus ditingkatkan kedepan adalah penghargaan waktu bagi kita dan juga produktivitas kita dan ini mungkin satu hal yang hanya bisa dilakukan jalan keluarnya adalah mungkin dengan pendidikan sekalipun untuk waktu yang cukup lama,” ujarnya. (Pon)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Tiongkok Wajibkan Anak-Anak Gunakan Baju Hazmat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bertolak ke NTT, Jokowi akan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Indonesia
Bertolak ke NTT, Jokowi akan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sang istri, Iriana Jokowi bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka kunjungan kerja, Selasa (31/5).

Presiden Jokowi Rencanakan Salat Id di Yogyakarta
Indonesia
Presiden Jokowi Rencanakan Salat Id di Yogyakarta

Presiden Joko Widodo mengatakan dirinya akan mudik dan melaksanakan salat Id pada Lebaran 2022 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bank DKI Gaet RS Pelni untuk Kerja Sama Perluas Layanan Perbankan
Indonesia
Bank DKI Gaet RS Pelni untuk Kerja Sama Perluas Layanan Perbankan

Kerja sama ini merupakan langkah salah satu BUMD DKI dalam mengoptimalisasi layanan antar dua entitas yang berbeda.

Buka Festival Bedug Malam Takbiran, Anies Sebut JIS Siap Dipakai Salat Id
Indonesia
Buka Festival Bedug Malam Takbiran, Anies Sebut JIS Siap Dipakai Salat Id

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka kegiatan Festival Tabuh Bedug Malam Takbiran 1443 H di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Minggu (1/5).

Pasar Jaya Gelar Pasar Murah, Berikut Lokasi dan Tanggalnya
Indonesia
Pasar Jaya Gelar Pasar Murah, Berikut Lokasi dan Tanggalnya

Kegiatan ini merupakan kerja sama Pasar Jaya dengan 2 BUMD DKI Jakarta yakni Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Darma Jaya.

Rusia Kembali Buka Layanan Visa Bagi Warga Indonesia
Indonesia
Rusia Kembali Buka Layanan Visa Bagi Warga Indonesia

Pemerintah akan mengantisipasi dampak ekonomi dari konflik militer antara Rusia dan Ukraina.

Polantas Siaga Tilang Pelanggar Lalu Lintas Gunakan ETLE Mobil
Indonesia
Polantas Siaga Tilang Pelanggar Lalu Lintas Gunakan ETLE Mobil

Polantas wajib memaksimalkan fungsi ETLE mobil tersebut sekaligus mengedukasi pelanggar.

Presiden Macron Tegaskan G20 Beri Pesan Jelas untuk Hentikan Perang Ukraina
Indonesia
Presiden Macron Tegaskan G20 Beri Pesan Jelas untuk Hentikan Perang Ukraina

Para pemimpin G20 sepakat menuntut Rusia menarik seluruh pasukannya --tanpa syarat-- dari Ukraina.

Terpukul Pandemi Lalu Terdampak Kenaikan Harga BBM
Indonesia
Terpukul Pandemi Lalu Terdampak Kenaikan Harga BBM

Pembayarannya akan dilakukan setelah semua pekerjaan selesai. Tiap warga mendapatkan Rp 1,3 juta.

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Mengalami Kecelakaan di Tol
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Mengalami Kecelakaan di Tol

Pada 7 Januari 2023 lalu muncul unggahan video berdurasi 8:41 menit milik akun Youtube “NARASI POLITIK” yang menampilkan judul dan thumbnail video dengan narasi yang mengatakan bahwa Anies mengalami kecelakaan keras di jalan tol.