Daging Kambing Bikin Tekanan Darah Naik, Benarkah? Daging kambing sumber tekanan darah tinggi? (Foto: Pixabay/saesherra)

SAAT perayaan Idul Adha, berbagai olahan daging kambing biasanya disajikan. Mulai dari gulai hingga satai. Beberapa orang cenderung menjauhi daging kambing karena dianggap bisa memicu naiknya tekanan darah. Namun, apa benar demikian?

Dokter spesialis saraf yang berfokus pada kejadian stroke akut dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Amanda Tiksnadi, SpS(K), seperti dilansir Antara, mengatakan daging kambing, jika dibandingkan dengan daging lainnya, memang berpotensi meningkatkan tekanan darah secara mendadak.

Itulah mengapa sering kali ditemukan kasus stroke akut setelah seseorang menghadiri acara yang menghidangkan makanan berjenis kari kambing. Seperti halnya ketika Idul Adha.

daging kambing
Daging kambing bukan satu-satunya yang membuat tekanan darah tinggi. (Foto: Pixabay/BlackWolfi)

Meskipun demikian, daging kambing bukanlah satu-satunya pencetus kenaikan tekanan darah yang mendadak. Bahan makanan dalam masakan, seperti garam dalam kadar yang tinggi bisa turut andil menyebabkan stroke akut yang terkadang tak disadari. "Tingginya kadar natrium dalam garam menyebabkan retensi air dalam tubuh, sehingga volume pembuluh darah jadi penuh akibat terisi cairan," papar Amanda.

Pada mereka yang punya pembuluh darah tak elastis, semisal karena ada sumbatan atau faktor usia, tekanan darah akan meningkat. Hal itu disebabkan penuhnya pembuluh darah sulit dikompensasi tubuh.

Pembuluh darah yang elastis amat penting. Gunanya, menyesuaikan perubahan jumlah cairan atau tekanan darah intravaskuker. Banyaknya plak dalam pembuluh darah, faktor penuaan menjadi faktor yang mengurangi elastisitas pembuluh darah.

daging kambing
Tingginya kadar natrium dalam garam menyebabkan retensi air. (Foto: Pexels/Skitterphoto)

"Dalam beberapa kasus, seperti penuaan, banyak plak, banyak timbunan dan lainnya, elastisitas pembuluh darah akan berkurang. Saat kadar garam tinggi, terjadi penumpukan cairan yang terpaksa masuk ke pembuluh darah, tidak terakomodasi, sehingga menjadi pecah. Lalu, timbulah gejala stroke, kalau di koroner, serangan jantung akut. Atau bahkan di ginjal," paparnya.

Oleh karena itu, ada baiknya kamu memperhatikan porsi makan , termasuk penggunaan garam saat memasak. Hal itu untuk menghindari lonjakan tekanan darah yang mendadak.(dwi)

Kredit : dwi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo